Abdul Nasser Hasibuan, Ali Hardana, Lismawati Hasibuan, Try Wahyu Utami, Sulaiman Efendi Siregar
{"title":"在Mandailing county小型商业合作社的圣诞办公室里,公共会计部门对政府表现表现的运用","authors":"Abdul Nasser Hasibuan, Ali Hardana, Lismawati Hasibuan, Try Wahyu Utami, Sulaiman Efendi Siregar","doi":"10.29407/jse.v6i2.241","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Frasa tata kelola sebenarnya adalah istilah lama yang dihidupkan kembali oleh Bank Dunia dalam studi tahun 1992 Tata Kelola dan Pembangunan. Bank Dunia menegaskan bahwa kegagalan pembangunan disebabkan oleh pemerintah. Pemerintahan yang buruk akan dihasilkan dari pemerintahan yang besar. Pemerintahan berskala besar adalah pemerintahan yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi implementasi mengenai akuntabilitas dan akuntabilitas, serta implikasinya terhadap cara kerja pegawai sektor publik di kantor kecamatan Mandailing Natal. Analisis data menggunakan metodologi deskriptif untuk mengumpulkan, mengubah, mengklasifikasikan, menafsirkan, dan menganalisis data untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang masalah tersebut. Empat pilar proses perencanaan strategis adalah visi (foresight), konsistensi, desentralisasi, transparansi, daya tanggap, profesionalisme, dan kompetensi. Kriteria yang ada dalam pikiran penulis ketika meninjau dan menganalisis karya Kantor Perwakilan Mandailing Natal meliputi validitas dan ketelitian, profesionalisme, dan komitmen untuk membantu orang lain. Konsistensi, akurasi, keadilan, transparansi, fokus, dan keandalan adalah bobot yang disebutkan dalam pelaporan.","PeriodicalId":167089,"journal":{"name":"Jurnal Simki Economic","volume":"118 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":"{\"title\":\"Penerapan Akuntansi Publik dalam Pertanggungjawaban Kinerja Instansi Pemerintah di Kantor Koperasi Usaha Kecil Kabupaten Mandailing Natal\",\"authors\":\"Abdul Nasser Hasibuan, Ali Hardana, Lismawati Hasibuan, Try Wahyu Utami, Sulaiman Efendi Siregar\",\"doi\":\"10.29407/jse.v6i2.241\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Frasa tata kelola sebenarnya adalah istilah lama yang dihidupkan kembali oleh Bank Dunia dalam studi tahun 1992 Tata Kelola dan Pembangunan. Bank Dunia menegaskan bahwa kegagalan pembangunan disebabkan oleh pemerintah. Pemerintahan yang buruk akan dihasilkan dari pemerintahan yang besar. Pemerintahan berskala besar adalah pemerintahan yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi implementasi mengenai akuntabilitas dan akuntabilitas, serta implikasinya terhadap cara kerja pegawai sektor publik di kantor kecamatan Mandailing Natal. Analisis data menggunakan metodologi deskriptif untuk mengumpulkan, mengubah, mengklasifikasikan, menafsirkan, dan menganalisis data untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang masalah tersebut. Empat pilar proses perencanaan strategis adalah visi (foresight), konsistensi, desentralisasi, transparansi, daya tanggap, profesionalisme, dan kompetensi. Kriteria yang ada dalam pikiran penulis ketika meninjau dan menganalisis karya Kantor Perwakilan Mandailing Natal meliputi validitas dan ketelitian, profesionalisme, dan komitmen untuk membantu orang lain. Konsistensi, akurasi, keadilan, transparansi, fokus, dan keandalan adalah bobot yang disebutkan dalam pelaporan.\",\"PeriodicalId\":167089,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Simki Economic\",\"volume\":\"118 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-04-19\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"3\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Simki Economic\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.29407/jse.v6i2.241\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Simki Economic","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29407/jse.v6i2.241","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Penerapan Akuntansi Publik dalam Pertanggungjawaban Kinerja Instansi Pemerintah di Kantor Koperasi Usaha Kecil Kabupaten Mandailing Natal
Frasa tata kelola sebenarnya adalah istilah lama yang dihidupkan kembali oleh Bank Dunia dalam studi tahun 1992 Tata Kelola dan Pembangunan. Bank Dunia menegaskan bahwa kegagalan pembangunan disebabkan oleh pemerintah. Pemerintahan yang buruk akan dihasilkan dari pemerintahan yang besar. Pemerintahan berskala besar adalah pemerintahan yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi implementasi mengenai akuntabilitas dan akuntabilitas, serta implikasinya terhadap cara kerja pegawai sektor publik di kantor kecamatan Mandailing Natal. Analisis data menggunakan metodologi deskriptif untuk mengumpulkan, mengubah, mengklasifikasikan, menafsirkan, dan menganalisis data untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang masalah tersebut. Empat pilar proses perencanaan strategis adalah visi (foresight), konsistensi, desentralisasi, transparansi, daya tanggap, profesionalisme, dan kompetensi. Kriteria yang ada dalam pikiran penulis ketika meninjau dan menganalisis karya Kantor Perwakilan Mandailing Natal meliputi validitas dan ketelitian, profesionalisme, dan komitmen untuk membantu orang lain. Konsistensi, akurasi, keadilan, transparansi, fokus, dan keandalan adalah bobot yang disebutkan dalam pelaporan.