{"title":"SOETRASNO REMBANG的药物相互作用与抗高血压药物的疗效有关","authors":"Heni Setyoningsih, Farika Zaini","doi":"10.31596/cjp.v6i1.186","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Hipertensi merupakan faktor penyebab terbesar munculnya penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, stroke, jantung coroner, dan gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian jika proses terapi tidak rasional. Penatalaksanaan terapi farmakologis pada pasien hipertensi diperlukan obat kombinasi antihipertensi untuk mendapatkan tekanah darah yang ditargetkan. Obat antihipertensi tersebut antara lain golongan (ACEI) Angiotensin Converting Enzym Inhibitor, (ARB) Angiotensin Reseptor Blocker, ? Blocker, (CCB) Calcium Channel Bloker, dan diuretika hal ini menyebabkan pasien harus mendapatkan obat antihipertensi 2 macam atau lebih sehingga mengakibatkan polifarmasi yang beresiko munculnya interaksi obat (Drug Interactions). Drug Interactions termasuk bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering terjadi dan mengakibatkan menurunnya efektivitas penggunaan obat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis drug interactions yang terjadi pada pasien yang mendapat obat antihipertensi 2 atau lebih serta hubungan antara kejadian drug interactions terhadap efektivitas obat antihipertensi di RSUD dr.R. Soetrasno Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan metode deskriptif cross sectional. Pengambilan data didapatkan dari medication record pasien yang berisi identitas pasien, catatan obat yang didapatkan pasien dan kejadian interaksi obat menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker pada Medscape dan literatur lain seperti Stockley’s Drug Interaction. Data yang telah didapatkan kemudian diuji dengan SPSS 16 menggunakan Chi square test. Berdasarkan hasil penelitian pasien yang mendapatkan polifarmasi sebanyak 73,2% dan mengalami interaksi obat sebanyak 75,6% dari total 41 pasien. Kejadian interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan mayor 25,3%, moderat 45,3% dan minor 29,3% sedangkan kejadian interaksi obat dilihat dari mekanismenya didapatkan hasil kejadian interaksi farmakokinetik 38,7%, kejadian interaksi farmakodinamik 58,7% dan tidak diketahui 2,6%. Hasil statistik diperoleh nilai P = 0,807 (P ? 0.05) maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi obat dengan efektivitas obat antihipertensi.","PeriodicalId":135893,"journal":{"name":"Cendekia Journal of Pharmacy","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":"{\"title\":\"HUBUNGAN INTERAKSI OBAT TERHADAP EFEKTIVITAS OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD dr. R. SOETRASNO REMBANG\",\"authors\":\"Heni Setyoningsih, Farika Zaini\",\"doi\":\"10.31596/cjp.v6i1.186\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Hipertensi merupakan faktor penyebab terbesar munculnya penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, stroke, jantung coroner, dan gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian jika proses terapi tidak rasional. Penatalaksanaan terapi farmakologis pada pasien hipertensi diperlukan obat kombinasi antihipertensi untuk mendapatkan tekanah darah yang ditargetkan. Obat antihipertensi tersebut antara lain golongan (ACEI) Angiotensin Converting Enzym Inhibitor, (ARB) Angiotensin Reseptor Blocker, ? Blocker, (CCB) Calcium Channel Bloker, dan diuretika hal ini menyebabkan pasien harus mendapatkan obat antihipertensi 2 macam atau lebih sehingga mengakibatkan polifarmasi yang beresiko munculnya interaksi obat (Drug Interactions). Drug Interactions termasuk bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering terjadi dan mengakibatkan menurunnya efektivitas penggunaan obat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis drug interactions yang terjadi pada pasien yang mendapat obat antihipertensi 2 atau lebih serta hubungan antara kejadian drug interactions terhadap efektivitas obat antihipertensi di RSUD dr.R. Soetrasno Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan metode deskriptif cross sectional. Pengambilan data didapatkan dari medication record pasien yang berisi identitas pasien, catatan obat yang didapatkan pasien dan kejadian interaksi obat menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker pada Medscape dan literatur lain seperti Stockley’s Drug Interaction. Data yang telah didapatkan kemudian diuji dengan SPSS 16 menggunakan Chi square test. Berdasarkan hasil penelitian pasien yang mendapatkan polifarmasi sebanyak 73,2% dan mengalami interaksi obat sebanyak 75,6% dari total 41 pasien. Kejadian interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan mayor 25,3%, moderat 45,3% dan minor 29,3% sedangkan kejadian interaksi obat dilihat dari mekanismenya didapatkan hasil kejadian interaksi farmakokinetik 38,7%, kejadian interaksi farmakodinamik 58,7% dan tidak diketahui 2,6%. Hasil statistik diperoleh nilai P = 0,807 (P ? 0.05) maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi obat dengan efektivitas obat antihipertensi.\",\"PeriodicalId\":135893,\"journal\":{\"name\":\"Cendekia Journal of Pharmacy\",\"volume\":\"38 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-05-29\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"2\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Cendekia Journal of Pharmacy\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.31596/cjp.v6i1.186\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Cendekia Journal of Pharmacy","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31596/cjp.v6i1.186","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
HUBUNGAN INTERAKSI OBAT TERHADAP EFEKTIVITAS OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD dr. R. SOETRASNO REMBANG
Hipertensi merupakan faktor penyebab terbesar munculnya penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, stroke, jantung coroner, dan gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian jika proses terapi tidak rasional. Penatalaksanaan terapi farmakologis pada pasien hipertensi diperlukan obat kombinasi antihipertensi untuk mendapatkan tekanah darah yang ditargetkan. Obat antihipertensi tersebut antara lain golongan (ACEI) Angiotensin Converting Enzym Inhibitor, (ARB) Angiotensin Reseptor Blocker, ? Blocker, (CCB) Calcium Channel Bloker, dan diuretika hal ini menyebabkan pasien harus mendapatkan obat antihipertensi 2 macam atau lebih sehingga mengakibatkan polifarmasi yang beresiko munculnya interaksi obat (Drug Interactions). Drug Interactions termasuk bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang paling sering terjadi dan mengakibatkan menurunnya efektivitas penggunaan obat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis drug interactions yang terjadi pada pasien yang mendapat obat antihipertensi 2 atau lebih serta hubungan antara kejadian drug interactions terhadap efektivitas obat antihipertensi di RSUD dr.R. Soetrasno Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan metode deskriptif cross sectional. Pengambilan data didapatkan dari medication record pasien yang berisi identitas pasien, catatan obat yang didapatkan pasien dan kejadian interaksi obat menggunakan aplikasi Drug Interaction Checker pada Medscape dan literatur lain seperti Stockley’s Drug Interaction. Data yang telah didapatkan kemudian diuji dengan SPSS 16 menggunakan Chi square test. Berdasarkan hasil penelitian pasien yang mendapatkan polifarmasi sebanyak 73,2% dan mengalami interaksi obat sebanyak 75,6% dari total 41 pasien. Kejadian interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan mayor 25,3%, moderat 45,3% dan minor 29,3% sedangkan kejadian interaksi obat dilihat dari mekanismenya didapatkan hasil kejadian interaksi farmakokinetik 38,7%, kejadian interaksi farmakodinamik 58,7% dan tidak diketahui 2,6%. Hasil statistik diperoleh nilai P = 0,807 (P ? 0.05) maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi obat dengan efektivitas obat antihipertensi.