Ni Luh Putu Yunianti Suntari, I. D. A. K. Surinati
{"title":"家庭沟通模式的使用,以利用医疗服务:青少年在贫困地区的艾滋病毒/艾滋病","authors":"Ni Luh Putu Yunianti Suntari, I. D. A. K. Surinati","doi":"10.36474/caring.v5i1.163","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Latar Belakang: Bahaya kesehatan yang paling mengancam remaja adalah kasus HIV/AIDS. Dari tahun ke tahun kasus HIV/AIDS pada remaja semakin banyak saja. Layanan kesehatan remaja di beberapa puskesmas, juga sudah disiapkan, untuk mendampingi remaja dalam menghadapi permasalahannya. Hanya saja pemanfaatannya belum optimal. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan modul komunikasi keluarga dalam upaya pemanfaatan layanan kesehatan: HIV/AIDS oleh remaja di wilayah Puskesmas Kerambitan. Metedologi: Penelitian ini merupakan riset operasional dengan menggunakan desain kuantitatif. Riset operasional adalah proses penerapan metode analisis untuk menyelesaikan suatu masalah operasional, dengan mengidentifikasi penyebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan melalui pendekatan operasional. Hasil: Persamaan regresi linear sederhana adalah Y= a + bX. Berpedoman pada output table coefficient didapat, a = 41,680. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada modul komunikasi keluarga (X), maka nilai konsisten sikap pada layanan (Y) adalah sebesar 41,680. b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,556. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% pemanfaatan modul komunikasi keluarga (X), maka sikap pada layanan (Y) akan meningkat sebesar 0,556. Nilai koefisien regresi bernilai positif, memberi makna, pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan puskesmas. Persamaan regresinya adalah Y = 41,680 + 0,556 X. Kesimpulan: Merujuk pada pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan HIV/AIDS oleh puskesmas.","PeriodicalId":405835,"journal":{"name":"Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Penggunaan Modul Komunikasi Keluarga Dalam Upaya Pemanfaatan Layanan Kesehatan: HIV/AIDS Oleh Remaja di Wilayah Puskesmas Kerambitan\",\"authors\":\"Ni Luh Putu Yunianti Suntari, I. D. A. K. Surinati\",\"doi\":\"10.36474/caring.v5i1.163\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Latar Belakang: Bahaya kesehatan yang paling mengancam remaja adalah kasus HIV/AIDS. Dari tahun ke tahun kasus HIV/AIDS pada remaja semakin banyak saja. Layanan kesehatan remaja di beberapa puskesmas, juga sudah disiapkan, untuk mendampingi remaja dalam menghadapi permasalahannya. Hanya saja pemanfaatannya belum optimal. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan modul komunikasi keluarga dalam upaya pemanfaatan layanan kesehatan: HIV/AIDS oleh remaja di wilayah Puskesmas Kerambitan. Metedologi: Penelitian ini merupakan riset operasional dengan menggunakan desain kuantitatif. Riset operasional adalah proses penerapan metode analisis untuk menyelesaikan suatu masalah operasional, dengan mengidentifikasi penyebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan melalui pendekatan operasional. Hasil: Persamaan regresi linear sederhana adalah Y= a + bX. Berpedoman pada output table coefficient didapat, a = 41,680. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada modul komunikasi keluarga (X), maka nilai konsisten sikap pada layanan (Y) adalah sebesar 41,680. b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,556. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% pemanfaatan modul komunikasi keluarga (X), maka sikap pada layanan (Y) akan meningkat sebesar 0,556. Nilai koefisien regresi bernilai positif, memberi makna, pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan puskesmas. Persamaan regresinya adalah Y = 41,680 + 0,556 X. Kesimpulan: Merujuk pada pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan HIV/AIDS oleh puskesmas.\",\"PeriodicalId\":405835,\"journal\":{\"name\":\"Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing\",\"volume\":\"2 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-06-11\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.36474/caring.v5i1.163\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36474/caring.v5i1.163","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Penggunaan Modul Komunikasi Keluarga Dalam Upaya Pemanfaatan Layanan Kesehatan: HIV/AIDS Oleh Remaja di Wilayah Puskesmas Kerambitan
Latar Belakang: Bahaya kesehatan yang paling mengancam remaja adalah kasus HIV/AIDS. Dari tahun ke tahun kasus HIV/AIDS pada remaja semakin banyak saja. Layanan kesehatan remaja di beberapa puskesmas, juga sudah disiapkan, untuk mendampingi remaja dalam menghadapi permasalahannya. Hanya saja pemanfaatannya belum optimal. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan modul komunikasi keluarga dalam upaya pemanfaatan layanan kesehatan: HIV/AIDS oleh remaja di wilayah Puskesmas Kerambitan. Metedologi: Penelitian ini merupakan riset operasional dengan menggunakan desain kuantitatif. Riset operasional adalah proses penerapan metode analisis untuk menyelesaikan suatu masalah operasional, dengan mengidentifikasi penyebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan melalui pendekatan operasional. Hasil: Persamaan regresi linear sederhana adalah Y= a + bX. Berpedoman pada output table coefficient didapat, a = 41,680. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada modul komunikasi keluarga (X), maka nilai konsisten sikap pada layanan (Y) adalah sebesar 41,680. b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,556. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% pemanfaatan modul komunikasi keluarga (X), maka sikap pada layanan (Y) akan meningkat sebesar 0,556. Nilai koefisien regresi bernilai positif, memberi makna, pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan puskesmas. Persamaan regresinya adalah Y = 41,680 + 0,556 X. Kesimpulan: Merujuk pada pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa pemanfaatan modul komunikasi keluarga berpengaruh positif terhadap sikap pada layanan HIV/AIDS oleh puskesmas.