{"title":"干旱对植物的解剖特性、茎和根系(丝虫病)的影响。德鲁斯","authors":"Julia Madu Sari, Masnur Turnip, Zulfa Zakiah","doi":"10.55981/bkr.2023.737","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh air yang tersedia pada tempat tumbuhnya. Ketersediaan air dalam sel-sel tumbuhan akan memengaruhi struktur anatominya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap karakteristik struktur anatomi akar, batang, dan daun Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri atas kontrol, cekaman kekeringan 5, 10, 15 dan 20 hari. Preparat sayatan organ batang dibuat dengan menggunakan metode tanpa paraffin. Preparat sayatan organ daun dan akar dibuat dengan menggunakan metode parafin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan memberikan pengaruh nyata terhadap ketebalan jaringan epidermis dan jaringan mesofil daun serta ketebalan jaringan epidermis batang. Cekaman kekeringan mengakibatkan peningkatan ukuran ketebalan jaringan epidermis daun dan batang pada perlakuan cekaman kekeringan 20 hari, yaitu secara berturut-turut 30 µm dan 93,51 µm, dibanding dengan perlakuan kontrol, yaitu secara berturut-turut, 24 µm dan 37,67 µm. Ketebalan jaringan mesofil pada organ daun pada perlakuan cekaman 20 hari lebih kecil (218 µm) dibanding dengan perlakuan kontrol (481 µm). Cekaman kekeringan menyebabkan terjadinya pengerutan hingga kerusakan sel-sel jaringan mesofil dan terbentuknya rongga antar sel pada jaringan korteks akar.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK ANATOMI DAUN, BATANG, DAN AKAR TANAMAN Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce\",\"authors\":\"Julia Madu Sari, Masnur Turnip, Zulfa Zakiah\",\"doi\":\"10.55981/bkr.2023.737\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh air yang tersedia pada tempat tumbuhnya. Ketersediaan air dalam sel-sel tumbuhan akan memengaruhi struktur anatominya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap karakteristik struktur anatomi akar, batang, dan daun Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri atas kontrol, cekaman kekeringan 5, 10, 15 dan 20 hari. Preparat sayatan organ batang dibuat dengan menggunakan metode tanpa paraffin. Preparat sayatan organ daun dan akar dibuat dengan menggunakan metode parafin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan memberikan pengaruh nyata terhadap ketebalan jaringan epidermis dan jaringan mesofil daun serta ketebalan jaringan epidermis batang. Cekaman kekeringan mengakibatkan peningkatan ukuran ketebalan jaringan epidermis daun dan batang pada perlakuan cekaman kekeringan 20 hari, yaitu secara berturut-turut 30 µm dan 93,51 µm, dibanding dengan perlakuan kontrol, yaitu secara berturut-turut, 24 µm dan 37,67 µm. Ketebalan jaringan mesofil pada organ daun pada perlakuan cekaman 20 hari lebih kecil (218 µm) dibanding dengan perlakuan kontrol (481 µm). Cekaman kekeringan menyebabkan terjadinya pengerutan hingga kerusakan sel-sel jaringan mesofil dan terbentuknya rongga antar sel pada jaringan korteks akar.\",\"PeriodicalId\":274763,\"journal\":{\"name\":\"Buletin Kebun Raya\",\"volume\":\"22 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-04-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Buletin Kebun Raya\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.55981/bkr.2023.737\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Buletin Kebun Raya","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.55981/bkr.2023.737","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK ANATOMI DAUN, BATANG, DAN AKAR TANAMAN Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce
Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh air yang tersedia pada tempat tumbuhnya. Ketersediaan air dalam sel-sel tumbuhan akan memengaruhi struktur anatominya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap karakteristik struktur anatomi akar, batang, dan daun Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri atas kontrol, cekaman kekeringan 5, 10, 15 dan 20 hari. Preparat sayatan organ batang dibuat dengan menggunakan metode tanpa paraffin. Preparat sayatan organ daun dan akar dibuat dengan menggunakan metode parafin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan memberikan pengaruh nyata terhadap ketebalan jaringan epidermis dan jaringan mesofil daun serta ketebalan jaringan epidermis batang. Cekaman kekeringan mengakibatkan peningkatan ukuran ketebalan jaringan epidermis daun dan batang pada perlakuan cekaman kekeringan 20 hari, yaitu secara berturut-turut 30 µm dan 93,51 µm, dibanding dengan perlakuan kontrol, yaitu secara berturut-turut, 24 µm dan 37,67 µm. Ketebalan jaringan mesofil pada organ daun pada perlakuan cekaman 20 hari lebih kecil (218 µm) dibanding dengan perlakuan kontrol (481 µm). Cekaman kekeringan menyebabkan terjadinya pengerutan hingga kerusakan sel-sel jaringan mesofil dan terbentuknya rongga antar sel pada jaringan korteks akar.