{"title":"在你的医院里,冥想对急性呼吸道感染(ISPA)的频率的影响","authors":"Henry Remanlay, R. Surya Widya, Lauw Acep","doi":"10.47861/dv.v5i1.40","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ISPA merupakan penyakit yang terus menerus menjadi beban bagi masyarakat, baik dari sisi beban sakit yang diderita dan dari sisi finansial. setidaknya 500 juta insiden ISPA di Amerika Serikat, dan memengaruhi ekonomi hingga USD 40 milyar per tahun. ISPA merupakan gejala akut yang ditandai dengan gejala batuk, kelelahan. Menurut RISKESDAS Indonesia \n2013, insiden ISPA di Indonesia dari tahun 2007 hingga 2013 sebesar 25%. Penanganan yang dilakukan dalam mengatasi \nISPA dilakukan dengan pengobatan. \nISPA dalam dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM, Traditional Chinese Medicine) disebut juga Ganmao. TCM mengobati ISPA, menggunakan metode akupunktur dan herbal, sementara untuk pencegahan, olah gerak seperti qigong dan meditasi juga diterapkan. Meditasi sendiri telah diteliti dan diakui secara ilmiah mampu menurunkan stres, dan menunjang kesehata \nPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh meditasi, khususnya Ānāpānasati terhadap frekuensi kejadian ISPA. Penelitian “pre-experimental designs, one-group pre test-post”dilakukan terhadap 73 subyek Mahasiswa Buddhis STAB \nNalanda yang melakukan meditasi Ānāpānasati, melalui pengisian jurnal, angket kedisiplinan bermeditasi dan angket ISPA \nWURRS-21 (Wisconsin Upper Respiratory Symptom Survey-21). \nHasil penelitian ditemukan bahwa tingkat kedisiplinan bermeditasi Mahasiswa STAB Nalanda sebesar 85% dari nilai idealnya. Dan kedisiplinan bermeditasi yang dilakukan Mahasiswa STAB Nalanda terbukti memiliki pengaruh terhadap frekuensi kejadian ISPA dengan thitung -2,82 dan p < 0,05.","PeriodicalId":340915,"journal":{"name":"Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Pengaruh Kedisiplinan Bermeditasi Terhadap Frekuensi Kejadian Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) Komunitas Buddhis Dalam Usia Produktif Di STAB Nalanda\",\"authors\":\"Henry Remanlay, R. Surya Widya, Lauw Acep\",\"doi\":\"10.47861/dv.v5i1.40\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"ISPA merupakan penyakit yang terus menerus menjadi beban bagi masyarakat, baik dari sisi beban sakit yang diderita dan dari sisi finansial. setidaknya 500 juta insiden ISPA di Amerika Serikat, dan memengaruhi ekonomi hingga USD 40 milyar per tahun. ISPA merupakan gejala akut yang ditandai dengan gejala batuk, kelelahan. Menurut RISKESDAS Indonesia \\n2013, insiden ISPA di Indonesia dari tahun 2007 hingga 2013 sebesar 25%. Penanganan yang dilakukan dalam mengatasi \\nISPA dilakukan dengan pengobatan. \\nISPA dalam dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM, Traditional Chinese Medicine) disebut juga Ganmao. TCM mengobati ISPA, menggunakan metode akupunktur dan herbal, sementara untuk pencegahan, olah gerak seperti qigong dan meditasi juga diterapkan. Meditasi sendiri telah diteliti dan diakui secara ilmiah mampu menurunkan stres, dan menunjang kesehata \\nPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh meditasi, khususnya Ānāpānasati terhadap frekuensi kejadian ISPA. Penelitian “pre-experimental designs, one-group pre test-post”dilakukan terhadap 73 subyek Mahasiswa Buddhis STAB \\nNalanda yang melakukan meditasi Ānāpānasati, melalui pengisian jurnal, angket kedisiplinan bermeditasi dan angket ISPA \\nWURRS-21 (Wisconsin Upper Respiratory Symptom Survey-21). \\nHasil penelitian ditemukan bahwa tingkat kedisiplinan bermeditasi Mahasiswa STAB Nalanda sebesar 85% dari nilai idealnya. Dan kedisiplinan bermeditasi yang dilakukan Mahasiswa STAB Nalanda terbukti memiliki pengaruh terhadap frekuensi kejadian ISPA dengan thitung -2,82 dan p < 0,05.\",\"PeriodicalId\":340915,\"journal\":{\"name\":\"Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma\",\"volume\":\"18 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-07-22\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.47861/dv.v5i1.40\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.47861/dv.v5i1.40","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
伊斯兰教是一种长期存在的疾病,无论是经济上的还是经济上的。美国至少发生了5亿起ISPA事件,每年影响400亿美元的经济。ISPA是一种急性症状,其特征是咳嗽、疲劳。据印尼RISKESDAS 2013报道,2007年至2013年伊斯兰教在印尼的ISPA事件占25%。用于治疗ISPA的治疗方法是通过治疗进行的。在中医(中医传统中医)中,ISPA也被称为Ganmao。中医专攻ISPA,使用针灸和草药,但为了预防,气功和冥想等运动也适用。冥想自己一直在研究和科学公认能够降低压力,维持kesehata本研究旨在研究冥想的影响,尤其是Ānāpānasati对抗生素治疗事件的频率。研究“pre-experimental是学生,one-group pre test-post”处置主体73冥想的佛教刺NalandaĀnāpānasati充电,通过期刊、angket纪律冥想和angket抗生素治疗WURRS-21(威斯康辛州上Respiratory症状Survey-21)。研究发现,你所在大学学生的静坐训练水平达到了理想成绩的85%。学生Nalanda的静坐训练被证明对ISPA的频率有影响thitung - 2.82和p < 0.05。
Pengaruh Kedisiplinan Bermeditasi Terhadap Frekuensi Kejadian Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) Komunitas Buddhis Dalam Usia Produktif Di STAB Nalanda
ISPA merupakan penyakit yang terus menerus menjadi beban bagi masyarakat, baik dari sisi beban sakit yang diderita dan dari sisi finansial. setidaknya 500 juta insiden ISPA di Amerika Serikat, dan memengaruhi ekonomi hingga USD 40 milyar per tahun. ISPA merupakan gejala akut yang ditandai dengan gejala batuk, kelelahan. Menurut RISKESDAS Indonesia
2013, insiden ISPA di Indonesia dari tahun 2007 hingga 2013 sebesar 25%. Penanganan yang dilakukan dalam mengatasi
ISPA dilakukan dengan pengobatan.
ISPA dalam dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM, Traditional Chinese Medicine) disebut juga Ganmao. TCM mengobati ISPA, menggunakan metode akupunktur dan herbal, sementara untuk pencegahan, olah gerak seperti qigong dan meditasi juga diterapkan. Meditasi sendiri telah diteliti dan diakui secara ilmiah mampu menurunkan stres, dan menunjang kesehata
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh meditasi, khususnya Ānāpānasati terhadap frekuensi kejadian ISPA. Penelitian “pre-experimental designs, one-group pre test-post”dilakukan terhadap 73 subyek Mahasiswa Buddhis STAB
Nalanda yang melakukan meditasi Ānāpānasati, melalui pengisian jurnal, angket kedisiplinan bermeditasi dan angket ISPA
WURRS-21 (Wisconsin Upper Respiratory Symptom Survey-21).
Hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat kedisiplinan bermeditasi Mahasiswa STAB Nalanda sebesar 85% dari nilai idealnya. Dan kedisiplinan bermeditasi yang dilakukan Mahasiswa STAB Nalanda terbukti memiliki pengaruh terhadap frekuensi kejadian ISPA dengan thitung -2,82 dan p < 0,05.