Refleksi Kehidupan Gereja Perdana dalam Praktik Gereja Virtual

Jimmy Lizardo
{"title":"Refleksi Kehidupan Gereja Perdana dalam Praktik Gereja Virtual","authors":"Jimmy Lizardo","doi":"10.33991/epigraphe.v6i2.390","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":". The virtual church is a future church design that allows all human spiritual activities, such as worship, cell communities, prayer services, counseling, sacraments, evangelism, and so on, to enter soon a new era where the role of human beings is becoming increasingly insignificant and replaced with a touch of internet-based technology. The development of technology, with all its sophistication, has shifted the definition of the church. There is a characteristic of the true church, which is that 'koinonia' (communion) cannot be implemented virtually. This study aims to conduct a biblical study of the true meaning of digital ecclesiology to find whether the virtual church violates the rules of God's word or not. As well as looking for biblical patterns of spiritual life in building a virtual church. Using qualitative methods with a literature study approach through the source of books and literature as a research reference. The conclusion of this study is that the practice of virtual churches does not violate the rules of God's word; however, virtual churches need to build strong relationships between members (koinonia/communion), as the early congregations did in Acts 2:42-47, becoming a pattern (patron) of building virtual churches in today's era.AbstrakGereja virtual adalah rancangan gereja masa depan yang memungkinkan semua aktivitas rohani manusia seperti ibadah, komunitas sel, pelayanan doa, konseling, sakramen, penginjilan dan sebagainya akan segera memasuki era baru, di mana peran manusia menjadi semakin tidak signifikan dan tergantikan dengan sentuhan teknologi berbasis internet. Perkembangan teknologi dengan segala kecanggihannya membuat definisi gereja mengalami pergeseran. Ada karakteristik gereja sejati, yaitu koinonia (persekutuan) yang tidak mampu diterapkan secara virtual. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian biblis makna eklesiologi digital yang sesungguhnya, untuk menemukan apakah gereja virtual menyalahi kaidah firman Tuhan atau tidak? Serta mencari pola kehidupan rohani yang Alkitabiah dalam membangun gereja virtual. Menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui sumber buku-buku dan literatur sebagai acuanpenelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah praktik gereja virtual tidak menya-lahi kaidah firman Tuhan, namun demikian, gereja virtual perlu membangun relasi yang kuat antar-anggota (koinonia/persekutuan), seperti yang dilakukan jemaatmula-mula dalamKisah Para Rasul2:42-47, menjadi sebuah pola (patron) membangun gereja virtual di era sekarang ini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33991/epigraphe.v6i2.390","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

. The virtual church is a future church design that allows all human spiritual activities, such as worship, cell communities, prayer services, counseling, sacraments, evangelism, and so on, to enter soon a new era where the role of human beings is becoming increasingly insignificant and replaced with a touch of internet-based technology. The development of technology, with all its sophistication, has shifted the definition of the church. There is a characteristic of the true church, which is that 'koinonia' (communion) cannot be implemented virtually. This study aims to conduct a biblical study of the true meaning of digital ecclesiology to find whether the virtual church violates the rules of God's word or not. As well as looking for biblical patterns of spiritual life in building a virtual church. Using qualitative methods with a literature study approach through the source of books and literature as a research reference. The conclusion of this study is that the practice of virtual churches does not violate the rules of God's word; however, virtual churches need to build strong relationships between members (koinonia/communion), as the early congregations did in Acts 2:42-47, becoming a pattern (patron) of building virtual churches in today's era.AbstrakGereja virtual adalah rancangan gereja masa depan yang memungkinkan semua aktivitas rohani manusia seperti ibadah, komunitas sel, pelayanan doa, konseling, sakramen, penginjilan dan sebagainya akan segera memasuki era baru, di mana peran manusia menjadi semakin tidak signifikan dan tergantikan dengan sentuhan teknologi berbasis internet. Perkembangan teknologi dengan segala kecanggihannya membuat definisi gereja mengalami pergeseran. Ada karakteristik gereja sejati, yaitu koinonia (persekutuan) yang tidak mampu diterapkan secara virtual. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian biblis makna eklesiologi digital yang sesungguhnya, untuk menemukan apakah gereja virtual menyalahi kaidah firman Tuhan atau tidak? Serta mencari pola kehidupan rohani yang Alkitabiah dalam membangun gereja virtual. Menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui sumber buku-buku dan literatur sebagai acuanpenelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah praktik gereja virtual tidak menya-lahi kaidah firman Tuhan, namun demikian, gereja virtual perlu membangun relasi yang kuat antar-anggota (koinonia/persekutuan), seperti yang dilakukan jemaatmula-mula dalamKisah Para Rasul2:42-47, menjadi sebuah pola (patron) membangun gereja virtual di era sekarang ini.
对原始教会生活的反思在虚拟教会实践中
. 虚拟教会是一种未来的教会设计,它允许所有人类的精神活动,如崇拜、细胞社区、祈祷服务、咨询、圣礼、传福音等,很快进入一个新的时代,在这个时代,人类的角色变得越来越微不足道,取而代之的是基于互联网的技术。科技的发展,连同其所有的复杂性,已经改变了教会的定义。真正的教会有一个特点,那就是“koinonia”(共融)不能在虚拟中实现。本研究旨在对数字教会学的真正含义进行圣经研究,以发现虚拟教会是否违反了神的话语规则。以及在建立虚拟教会时寻找圣经中属灵生活的模式。采用文献研究法的定性方法,通过书籍和文献的来源作为研究参考。本研究的结论是,虚拟教会的实践并没有违反上帝话语的规则;然而,虚拟教会需要在成员之间建立牢固的关系(koinonia/communion),就像使徒行传2:42-47中早期会众所做的那样,成为当今时代建立虚拟教会的模式(赞助人)。摘要/ abstract摘要:基于互联网的虚拟空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间空间。Perkembangan technology dengan segala kecanggihannya member定义为gereja mengalami pergeseran。Ada karakteristik gereja sejati, yitu koinonia (persekutuan) yang tidak mampu diiterapkan secara virtual。Penelitian ini bertujuan melakukan kajian圣经makna eklesiologi digital yang sessunguhnya, untuk menakukan apakah gereja虚拟menyalahi kaidah firman Tuhan atau tiak ?我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。孟古那坎的元质量,邓坎的元质量,邓那坎的元质量,邓那坎的元质量,邓那坎的元质量,邓那坎的元质量,邓那坎的元质量。kesimpan penelitian ini adalah praktik gereja virtual tidak menya-lahi kaidah firman Tuhan, namun demikian, gereja virtual perlu membangun relasi yang kuat antar-anggota (koinonia/persekutuan), serperti yang dilakukan jemaatmula-mula dalamKisah Para Rasul2:42-47, menjadi sebuah pola(赞助人)membangun gereja virtual di era sekarang ini。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
7
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书