{"title":"Ketahanan tiga varietas jagung (Zea mays L.) terhadap infeksi jamur penyakit bulai Peronosclerospora maydis","authors":"Rina Sri Kasiamdari, Ristiyani Khofifa Putri","doi":"10.22146/bib.v14i1.5658","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu bahan makanan pokok kelompok serealia yang memiliki persentase karbohidrat, protein, dan lain-lain yang cukup tinggi. Pada tahun 2050, permintaan jagung diperkirakan meningkat dua kali lipat, namun produktivitas harus diimbangi dengan dukungan pengelolaan penyakit dan hama jagung. Penyakit jagung yang umum dijumpai adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh Peronosclerospora spp., penyakit ini menyerang daun dan biji dengan kerusakan 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas dan ketahanan jagung varietas Talenta, Pioneer 21, dan Tamara, dengan menggunakan metode in vivo semprot daun dan sisip daun. Isolat jamur diisolasi dari perontokan konidia pada daun jagung di kebun jagung daerah Sleman. Pengamatan patogenisitas jamur dan ketahanan jagung diukur berdasarkan skala gejala per dua hari uji dan pengamatan anatomi daun 45 hari setelah tanam. Perhitungan patogenisitas jamur terhadap varietas jagung menggunakan analisis pertumbuhan, kejadian penyakit, keparahan penyakit, Area Under the Disease Progress Curve (AUDPC), dan unit keparahan per waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung varietas Talenta agak tahan, Pioneer-21 tahan, sedangkan Tamara rentan terhadap penyakit bulai. Tingkat patogenisitas penyakit bulai mencapai 0,07 unit/hari. Infeksi penyakit bulai mencapai jaringan epidermis melalui stomata pada daun jagung.","PeriodicalId":31525,"journal":{"name":"BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/bib.v14i1.5658","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu bahan makanan pokok kelompok serealia yang memiliki persentase karbohidrat, protein, dan lain-lain yang cukup tinggi. Pada tahun 2050, permintaan jagung diperkirakan meningkat dua kali lipat, namun produktivitas harus diimbangi dengan dukungan pengelolaan penyakit dan hama jagung. Penyakit jagung yang umum dijumpai adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh Peronosclerospora spp., penyakit ini menyerang daun dan biji dengan kerusakan 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas dan ketahanan jagung varietas Talenta, Pioneer 21, dan Tamara, dengan menggunakan metode in vivo semprot daun dan sisip daun. Isolat jamur diisolasi dari perontokan konidia pada daun jagung di kebun jagung daerah Sleman. Pengamatan patogenisitas jamur dan ketahanan jagung diukur berdasarkan skala gejala per dua hari uji dan pengamatan anatomi daun 45 hari setelah tanam. Perhitungan patogenisitas jamur terhadap varietas jagung menggunakan analisis pertumbuhan, kejadian penyakit, keparahan penyakit, Area Under the Disease Progress Curve (AUDPC), dan unit keparahan per waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung varietas Talenta agak tahan, Pioneer-21 tahan, sedangkan Tamara rentan terhadap penyakit bulai. Tingkat patogenisitas penyakit bulai mencapai 0,07 unit/hari. Infeksi penyakit bulai mencapai jaringan epidermis melalui stomata pada daun jagung.