Pendidikan Anak Pada Masa Pasca Lahir (Usia 0-2 Tahun) Persepektif Islam

Selamat Riadi
{"title":"Pendidikan Anak Pada Masa Pasca Lahir (Usia 0-2 Tahun) Persepektif Islam","authors":"Selamat Riadi","doi":"10.58561/jkpi.v1i1.8","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kelahiran anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Namun, harus diingat bahwa anak adalah amanah dari Allah. Memberi perhatian khusus pada anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan yang disyariatkan Allah adalah mutlak dilakukan umat Islam. Islam tidak membiarkan manusia saat turun ke bumi kehidupan ini melaikan telah menetapkan aturan dan hukum baginya. Oleh karenanya, bagi mereka yang dikarunia anak wajib menerapkan hukum-hukum tersebut. Islam adalah pengembangan pikiran manusia dan penataan tingkah laku yang berdasarkan pada agama Islam, dengan maksud mewujudkan ajaran Islam di dalam kehidupan individu dan masyarakat yakni dalam seluruh lapangan kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran merupakan salah satu sarana atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu dibiasakan dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia dewasa atau bahkan sampai tua. Hal itu terjadi karena nilai-nilai kebaikan telah meresap dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya maka berarti akan dapat mengembangkan potensi-potensi yang ia miliki baik jasmani maupun rohani. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research) yaitu suatu kegiatan mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi hal-hal yang telah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif  yakni menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat sesuai dengan subyek atau obyek yang ada. Pendidikan anak pada masa pascalahir menurut Persepektif Islam adalah Memberi kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahirannya, mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri lalu, kemudian mentahnik (mengoleskan kurma atau madu ke dalam mulut bayi yang baru lahir), memberi nama yang baik,  dianjurkan untuk akikah, menyusui selama dua tahun penuh dan di syariatkan untuk mengkhitan sebelum baligh.","PeriodicalId":31644,"journal":{"name":"Mudarrisa Jurnal Kajian Pendidikan Islam","volume":"35 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Mudarrisa Jurnal Kajian Pendidikan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.58561/jkpi.v1i1.8","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Kelahiran anak adalah kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Namun, harus diingat bahwa anak adalah amanah dari Allah. Memberi perhatian khusus pada anak sejak awal kelahiran, ketika bayi, sampai cara mendidik sesuai dengan yang disyariatkan Allah adalah mutlak dilakukan umat Islam. Islam tidak membiarkan manusia saat turun ke bumi kehidupan ini melaikan telah menetapkan aturan dan hukum baginya. Oleh karenanya, bagi mereka yang dikarunia anak wajib menerapkan hukum-hukum tersebut. Islam adalah pengembangan pikiran manusia dan penataan tingkah laku yang berdasarkan pada agama Islam, dengan maksud mewujudkan ajaran Islam di dalam kehidupan individu dan masyarakat yakni dalam seluruh lapangan kehidupan. Pembiasaan dan pengajaran merupakan salah satu sarana atau metode pendidikan anak. Jika anak selalu dibiasakan dan diajarkan untuk berbuat baik maka ia akan memiliki kecenderungan untuk berbuat baik sampai ia dewasa atau bahkan sampai tua. Hal itu terjadi karena nilai-nilai kebaikan telah meresap dalam dirinya dan telah menjadi pola pikir, sikap dan perilaku. Jika anak dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya maka berarti akan dapat mengembangkan potensi-potensi yang ia miliki baik jasmani maupun rohani. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research) yaitu suatu kegiatan mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi hal-hal yang telah ada. Penelitian ini bersifat deskriptif  yakni menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat sesuai dengan subyek atau obyek yang ada. Pendidikan anak pada masa pascalahir menurut Persepektif Islam adalah Memberi kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahirannya, mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri lalu, kemudian mentahnik (mengoleskan kurma atau madu ke dalam mulut bayi yang baru lahir), memberi nama yang baik,  dianjurkan untuk akikah, menyusui selama dua tahun penuh dan di syariatkan untuk mengkhitan sebelum baligh.
孩子的出生是父母双方的幸福。但要记住,孩子是神的亚玛拿。从孩子出生的那一刻起,从婴儿的那一刻起,到按照伊斯兰教的教导,对孩子的教育都是绝对必要的。伊斯兰教不允许人类来到人间,鱼已经为他制定了规则和法律。因此,那些被赋予孩子的人有义务遵守这些法律。伊斯兰教是人类思想的发展和基于伊斯兰宗教的行为安排,旨在在个人和社会的整个领域实现伊斯兰教义。生育和教育是儿童教育的一种手段或方法。如果一个孩子总是被习惯并被教导做好事,那么他就会有行善的倾向,直到他长大或变老。这是因为善良的价值观已经渗透到她的内心,成为一种心态、态度和行为模式。如果儿童能履行其发展的职责,那么这就意味着能够发挥其在身体和精神上的潜力。该研究是一种深入、仔细、研究和识别已经存在的事物的研究。本研究是描述性的,即系统地、事实地、准确地描述一个现有的对象或对象。pascalahir Persepektif认为伊斯兰教是时代给孩子教育和祝贺出生的喜讯,附和azan在左耳右耳和iqomah,然后mentahnik(涂枣子或蜂蜜到刚出生的婴儿嘴里),给予鼓励的好名字,包扎头巾、哺乳了整整两年,在为mengkhitan syariatkan很胖。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书