MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENJADI PEMICU DARI SINDROM DISPEPSIA

D. Pramardika, Lilis Khusnul Fatimah, Meityn Disye Kasaluhe
{"title":"MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENJADI PEMICU DARI SINDROM DISPEPSIA","authors":"D. Pramardika, Lilis Khusnul Fatimah, Meityn Disye Kasaluhe","doi":"10.26753/jikk.v18i2.907","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Faktor makanan sering disebutkan menjadi pemicu dari sindrom dispepsia. Sementara makanan seperti apakah yang dapat memicu sindrom tersebut masih sedikit yang membahas terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh orang Indonesia. Sementara angka prevalensi dispepsia di Indonesia sebesar 49.75%. Kemudian di Indonesia juga banyak memiliki jenis makanan dan minuman yang beragam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis makanan dan minuman yang dapat menjadi pemicu sindrom dispepsia terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun makanan dan minuman yang menjadi variabel dalam penelitian ini seperti makanan pedas, makanan asam, cokelat, teh, kopi, minuman bersoda, gorengan, susu dan daging. Metode yang digunakan dengan pendekatan explanatory yang dilakukan pada 136 responden dengan teknik total sampling. Data jenis makanan dikumpulkan melalui survey konsumsi makanan sementara data dispepsia melalui rekam medik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil peneltian ini yaitu sebesar 69,1% mengalami sindrom dispepsia. Jenis makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda merupakan pemicu dari sindrom dispepsia. Kemudian minuman bersoda merupakan faktor dominan pemicu sindrom dispepsia. Dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pengaturan jenis makanan dan minuman terutama dalam mengurangi dan membatasi jumlah konsumsi dari makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda.","PeriodicalId":17699,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26753/jikk.v18i2.907","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Faktor makanan sering disebutkan menjadi pemicu dari sindrom dispepsia. Sementara makanan seperti apakah yang dapat memicu sindrom tersebut masih sedikit yang membahas terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh orang Indonesia. Sementara angka prevalensi dispepsia di Indonesia sebesar 49.75%. Kemudian di Indonesia juga banyak memiliki jenis makanan dan minuman yang beragam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis makanan dan minuman yang dapat menjadi pemicu sindrom dispepsia terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun makanan dan minuman yang menjadi variabel dalam penelitian ini seperti makanan pedas, makanan asam, cokelat, teh, kopi, minuman bersoda, gorengan, susu dan daging. Metode yang digunakan dengan pendekatan explanatory yang dilakukan pada 136 responden dengan teknik total sampling. Data jenis makanan dikumpulkan melalui survey konsumsi makanan sementara data dispepsia melalui rekam medik. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil peneltian ini yaitu sebesar 69,1% mengalami sindrom dispepsia. Jenis makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda merupakan pemicu dari sindrom dispepsia. Kemudian minuman bersoda merupakan faktor dominan pemicu sindrom dispepsia. Dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pengaturan jenis makanan dan minuman terutama dalam mengurangi dan membatasi jumlah konsumsi dari makanan gorengan, cokelat dan minuman bersoda.
食物因素常被认为是消化不良综合症的诱因。虽然诸如此类的食物可能会引发这种综合症,但主要涉及的是印尼人的饮食。而在印度尼西亚,dipsia的流行率是49.75%。然后在印尼也有很多不同种类的食物和饮料。基于此,本研究旨在解释食品和饮料的种类,这些食物和饮料可能会引发多发性硬化症,尤其是在国庆县。至于食物和饮料,它们在这项研究中是可变的,如辛辣、酸、巧克力、茶、咖啡、软饮料、油炸食品、牛奶和肉。采用在136名受访者中采用的排样技术的explanatory方法。食品种类数据是通过食品摄入量调查收集的,通过医疗记录对消化数据进行分类。然后使用Chi-Square测试和多种物流回归来分析这些数据。我们对69.1%的人进行了诊断,发现自己患有多发性硬化症。油炸食品、巧克力和碳酸饮料的种类引发了消化不良综合症。然后软饮料是dispepsia综合症的一个主要因素。这可能会得出结论,在减少和限制油炸食品、巧克力和软饮料的消费量方面,有必要调整食物和饮料的种类。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书