FAKTOR YANG MENGHAMBAT KESIAPAN UMKM DI KOTA SEMARANG DALAM MENERAPKAN SAK-ETAP

Sri Dewi Wahyundaru
{"title":"FAKTOR YANG MENGHAMBAT KESIAPAN UMKM DI KOTA SEMARANG DALAM MENERAPKAN SAK-ETAP","authors":"Sri Dewi Wahyundaru","doi":"10.26460/AD.V4I1.6000","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun. Pengembangan UMKM merupakan salah satu langkah strategis untuk memerangi kemiskinan dan ketergantungan masyarakat pada sektor ekonomi. Di samping keunggulan-keunggulan yang melekat pada UMKM, ia pun memiliki beberapa kendala yang sangat klasik, seperti kesulitan dalam akses modal sehingga sulit berkembang, kesulitaan akses pemasaran, pemahaman managerial yang rendah. Adapun kewajiban penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil sebenarnya telah tersirat dalam Undang-undang Usaha Kecil nomor 9 Tahun 1995 dalam Undang-undang Perpajakan Pemerintah. Sejauh ini masih banyak UMKM yang belum menyelenggarakan pencatatan atas laporan keuangan usahanya menggunakan SAK-ETAP. Hal ini sedikit banyak berdampak pada sulitnya untuk mendapatkan kredit lunak dari lembaga keuangan. Terlepas dari itu semua, perlunya penyusunan laporan keuangan bagi UKM sebenarnya bukan hanya untuk kemudahan memperoleh kredit dari kreditur, tetapi untuk pengendalian aset, kewajiban dan modal serta perencanaan pendapatan dan efisiensi biaya-biaya yang terjadi yang pada akhirnya sebagai alat untuk pengambilan keputusan perusahaan. Hal ini juga terjadi pada UMKM di Kotamadya Semarang. Selama ini UMKM belum menyusun laporan keuangan karena belum memahami implementasi SAK-ETAP yang sudah diberlakukan. Akibatnya UMKM mengalami kesulitan dalam pengajuan kredit modal usaha kepada lembaga perbankan dan belum dapat mengetahui besarnya omzet harian. SAK-ETAP memberi banyak kemudahan dibanding dengan PSAK konvensional. Pertanggungjawaban laporan keuangan yang mengacu pada SAK-ETAP diharap mampu mendorong UMKM untuk berusaha secara efisien dalam memenuhi kebutuhan usahanya sehingga dapat meningkatkan partisipasi karyawannya. Penerapan SAK-ETAP sangat diperlukan dalam penyelenggaraan UMKM yang efektif dan efisien. Banyak faktor yang mempengaruhi dan menghambat UMKM dalam menerapkan SAK-ETAP yang akan diungkap, dibahas, dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasilnya, teridentifikasi 4 tema besar, yaitu: pemahaman UMKM tentang penerapan SAK-ETAP dalam pembuatan laporan keuangan, persepsi UMKM terhadap kemudahan penggunaan dan kegunaan penggunaan SAK-ETAP, faktor yang menghambat penerapan SAK-ETAP dalam pembuatan laporan keuangan, dan kesiapan UMKM dalam menerapkan SAK-ETAP.","PeriodicalId":32035,"journal":{"name":"Akuntansi Dewantara","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Akuntansi Dewantara","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26460/AD.V4I1.6000","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun. Pengembangan UMKM merupakan salah satu langkah strategis untuk memerangi kemiskinan dan ketergantungan masyarakat pada sektor ekonomi. Di samping keunggulan-keunggulan yang melekat pada UMKM, ia pun memiliki beberapa kendala yang sangat klasik, seperti kesulitan dalam akses modal sehingga sulit berkembang, kesulitaan akses pemasaran, pemahaman managerial yang rendah. Adapun kewajiban penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil sebenarnya telah tersirat dalam Undang-undang Usaha Kecil nomor 9 Tahun 1995 dalam Undang-undang Perpajakan Pemerintah. Sejauh ini masih banyak UMKM yang belum menyelenggarakan pencatatan atas laporan keuangan usahanya menggunakan SAK-ETAP. Hal ini sedikit banyak berdampak pada sulitnya untuk mendapatkan kredit lunak dari lembaga keuangan. Terlepas dari itu semua, perlunya penyusunan laporan keuangan bagi UKM sebenarnya bukan hanya untuk kemudahan memperoleh kredit dari kreditur, tetapi untuk pengendalian aset, kewajiban dan modal serta perencanaan pendapatan dan efisiensi biaya-biaya yang terjadi yang pada akhirnya sebagai alat untuk pengambilan keputusan perusahaan. Hal ini juga terjadi pada UMKM di Kotamadya Semarang. Selama ini UMKM belum menyusun laporan keuangan karena belum memahami implementasi SAK-ETAP yang sudah diberlakukan. Akibatnya UMKM mengalami kesulitan dalam pengajuan kredit modal usaha kepada lembaga perbankan dan belum dapat mengetahui besarnya omzet harian. SAK-ETAP memberi banyak kemudahan dibanding dengan PSAK konvensional. Pertanggungjawaban laporan keuangan yang mengacu pada SAK-ETAP diharap mampu mendorong UMKM untuk berusaha secara efisien dalam memenuhi kebutuhan usahanya sehingga dapat meningkatkan partisipasi karyawannya. Penerapan SAK-ETAP sangat diperlukan dalam penyelenggaraan UMKM yang efektif dan efisien. Banyak faktor yang mempengaruhi dan menghambat UMKM dalam menerapkan SAK-ETAP yang akan diungkap, dibahas, dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasilnya, teridentifikasi 4 tema besar, yaitu: pemahaman UMKM tentang penerapan SAK-ETAP dalam pembuatan laporan keuangan, persepsi UMKM terhadap kemudahan penggunaan dan kegunaan penggunaan SAK-ETAP, faktor yang menghambat penerapan SAK-ETAP dalam pembuatan laporan keuangan, dan kesiapan UMKM dalam menerapkan SAK-ETAP.
阻碍三宝垄UMKM在推进自身发展的因素
中小微企业年复一年的发展表明年复一年的快速发展。UMKM的发展是对抗贫困和社会对经济部门依赖的战略步骤之一。除了嵌入UMKM的优势之外,它还存在一些非常经典的障碍,比如资本获取的困难,使其难以发展,营销访问性,管理理解较低。至于小企业的会计责任,1995年《政府税法》第9号小企业就隐含了这一点。到目前为止,许多UMKM尚未对其企业使用印刷术的财务报表进行记录。这在一定程度上导致了从金融机构获得软信贷的困难。尽管如此,为中小企业起草一份财务报告的必要性,不仅是为了容易获得债权人的信贷,而且是为了控制资产、负债和资本,以及最终作为企业决策工具的收入和成本规划。这也发生在三宝垄的UMKM市。UMKM目前还没有编写财务报表,因为他们还没有了解现行的限制实施。因此,UMKM在向银行贷款申请中遇到了困难,却无法确定每天营业额的营业额。与传统的PSAK相比,配音更容易。经审查的财务报表责任将鼓励UMKM有效地满足企业的需求,从而提高员工的参与度。在有效和有效的UMKM安排中,排版应用是必不可少的。在本研究中,对UMKM实施的许多影响和抑制的因素将被披露、讨论和分析。因此,确定了4个主要主题:UMKM理解如何应用于财务报表,UMKM对使用的可行性和使用的可行性,阻碍在财务报表构建中应用的因素,以及UMKM准备推进推进。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
4 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信