Bimo Dwi Nur Romadhon Sukadi, Dewa Ayu Putri Ariska Pinatih, Ni Putu Mirna Sari
{"title":"Penerapan Good Environmental Governance pada Praktik Perdagangan Karbon di Proyek Katingan Mentaya","authors":"Bimo Dwi Nur Romadhon Sukadi, Dewa Ayu Putri Ariska Pinatih, Ni Putu Mirna Sari","doi":"10.24258/jba.v16i3.693","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The implementation of good governance by continuing to prioritize respect for the environment (good environmental governance) is very suitable to be applied during the environmental problems that occur recently. The implementation of good environmental governance in carbon trading practices in the Katingan Mentaya Project ishe collaboration between the government, private sector, and community, which becomes the main focus of this research. The division of power, duties and authority among the stakeholders is analyzed with 3 principles of good environmental governance. This study revealed an academic study related to “the increasing degree of power-sharing between state and market actors”, where the division of roles between the government and market actors in stage of expanding towards an ideal position. The government (KLHK) is still developing its role as a regulator, while market actor (PT. RMU) is still exploring its potential efforts based on the midst of environmental and community empowerment at Katingan Mentaya Project’s area. The existed of a statue or legal product that contains carbon trading mechanisms based on the principle of non-overlapping good environmental governance is very necessary for alleviating problems and obstacles that arise. \nKeywords: Good Environmental Governance, Carbon Trading, Katingan Mentaya Project \nAbstrak \nPenyelenggaraan pemerintahan yang baik dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap lingkungan (good environmental governance) sangat sesuai untuk diterapkan di tengah permasalahan lingkungan yang kerap terjadi belakangan ini. Penerapan good environmental governance dalam praktik perdagangan karbon di Proyek Katingan Mentaya, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Pembagian kekuasaan, tugas, dan wewenang di antara para pelaksana yang terlibat dianalisis dengan tiga prinsip good environmental governance. Penelitian ini mengungkapkan kajian akademik terkait “the increasing degree of power sharing between state and market actors”, yaitu pembagian peran antara pemerintah dan pelaku pasar dalam tahap berkembang (expanding) menuju posisi ideal. Pemerintah (KLHK) masih terus berkembang dalam perannya sebagai regulator dalam menciptakan kebijakan, sedangkan pihak swasta (PT. RMU) masih dalam tahap menggali potensi dengan tetap memperhatikan usaha yang berbasis lingkungan dan upaya pemberdayaan masyarakat di area Proyek Katingan Mentaya. Kehadiran suatu statue atau produk hukum yang memuat tentang mekanisme perdagangan karbon berdasarkan prinsip good environmental governance yang tidak tumpang tindih tentu saja sangat diperlukan, dalam mengentaskan permasalahan dan penghambat yang timbul. \nKata Kunci: Good Environmental Governance, Perdagangan Karbon, Proyek Katingan Mentaya","PeriodicalId":32596,"journal":{"name":"Jurnal Borneo Administrator Media Pengembangan Paradigma dan Gaya Baru Manajemen Pemerintahan Daerah","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Borneo Administrator Media Pengembangan Paradigma dan Gaya Baru Manajemen Pemerintahan Daerah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24258/jba.v16i3.693","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The implementation of good governance by continuing to prioritize respect for the environment (good environmental governance) is very suitable to be applied during the environmental problems that occur recently. The implementation of good environmental governance in carbon trading practices in the Katingan Mentaya Project ishe collaboration between the government, private sector, and community, which becomes the main focus of this research. The division of power, duties and authority among the stakeholders is analyzed with 3 principles of good environmental governance. This study revealed an academic study related to “the increasing degree of power-sharing between state and market actors”, where the division of roles between the government and market actors in stage of expanding towards an ideal position. The government (KLHK) is still developing its role as a regulator, while market actor (PT. RMU) is still exploring its potential efforts based on the midst of environmental and community empowerment at Katingan Mentaya Project’s area. The existed of a statue or legal product that contains carbon trading mechanisms based on the principle of non-overlapping good environmental governance is very necessary for alleviating problems and obstacles that arise.
Keywords: Good Environmental Governance, Carbon Trading, Katingan Mentaya Project
Abstrak
Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap lingkungan (good environmental governance) sangat sesuai untuk diterapkan di tengah permasalahan lingkungan yang kerap terjadi belakangan ini. Penerapan good environmental governance dalam praktik perdagangan karbon di Proyek Katingan Mentaya, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Pembagian kekuasaan, tugas, dan wewenang di antara para pelaksana yang terlibat dianalisis dengan tiga prinsip good environmental governance. Penelitian ini mengungkapkan kajian akademik terkait “the increasing degree of power sharing between state and market actors”, yaitu pembagian peran antara pemerintah dan pelaku pasar dalam tahap berkembang (expanding) menuju posisi ideal. Pemerintah (KLHK) masih terus berkembang dalam perannya sebagai regulator dalam menciptakan kebijakan, sedangkan pihak swasta (PT. RMU) masih dalam tahap menggali potensi dengan tetap memperhatikan usaha yang berbasis lingkungan dan upaya pemberdayaan masyarakat di area Proyek Katingan Mentaya. Kehadiran suatu statue atau produk hukum yang memuat tentang mekanisme perdagangan karbon berdasarkan prinsip good environmental governance yang tidak tumpang tindih tentu saja sangat diperlukan, dalam mengentaskan permasalahan dan penghambat yang timbul.
Kata Kunci: Good Environmental Governance, Perdagangan Karbon, Proyek Katingan Mentaya
通过继续优先考虑对环境的尊重(良好的环境治理)来实施善治非常适合在最近发生的环境问题中应用。在Katingan Mentaya项目中,在碳交易实践中实施良好的环境治理是政府、私营部门和社区之间的合作,这是本研究的主要焦点。根据良好环境治理的3个原则,分析了利益相关者之间的权力、责任和权威划分。本研究揭示了一项关于“国家与市场行为者权力分享程度的增加”的学术研究,其中政府与市场行为者在向理想位置扩张阶段的角色划分。政府(KLHK)仍在发挥其监管者的作用,而市场参与者(PT. RMU)仍在探索其潜在的努力,其基础是在Katingan Mentaya项目所在地区的环境和社区赋权。存在一个包含基于非重叠良好环境治理原则的碳交易机制的法规或法律产品,对于缓解由此产生的问题和障碍是非常必要的。关键词:良好环境治理,碳交易,加丁安门塔亚项目摘要:良好环境治理(Penyelenggaraan peremintahan yang baik dengan tetap menggedepankan penghormatan terhadap lingkungan) sangat sesuai diterapkan di tengah permasalahan lingkungan yang kerap terjadi belakangan ini。新加坡良好的环境治理dalam praktik perdagangan karbon di Proyek Katingan Mentaya, yang merupakan kolaborasi antara penelintah, swasta, dan masyarakat menjadi fokus utama dalam penelitian ini。彭巴gian kekuasaan, tugas, dan wewenang, diantara, para pelaksana, yang terlibat,分析了良好的环境治理原则。Penelitian ini mengungkapkan kajian akademik terkakak认为“国家和市场参与者之间的权力分享程度越来越高”,这是一种理想的可能性。马来西亚(KLHK),马来西亚(KLHK),马来西亚(KLHK),马来西亚(KLHK),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU),马来西亚(PT. RMU)Kehadiran suatu雕像atau产品hukum yang纪念馆tentanmekanisme perdagangan碳berdasarkan原则良好的环境治理yang tidak tumpang tindih tentusaja sangat diperlukan, dalam mengentaskan permasalahan danpenghambat yang timbul。Kata Kunci:良好的环境治理,Perdagangan Karbon, Proyek Katingan Mentaya