Ayu Amelia Aprilia, Aripin Aripin, Ifa Rifatul Mahmudah
{"title":"Pengaruh Model Pembelajaran Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap Kemampuan Kognitif Siswa pada Materi Hukum Newton","authors":"Ayu Amelia Aprilia, Aripin Aripin, Ifa Rifatul Mahmudah","doi":"10.20527/jipf.v6i3.5651","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran fisika yang disebabkan oleh kegiatan pembelajaran kurang maksimal akibat pandemi covid-19 dan pembelajaran masih secara konvensional dengan metode ceramah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap kemampuan kognitif siswa. Metode penelitian merupakan metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dan bentuk desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa kelas X MIPA 4 dan X MIPA 7 sebagai sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda ranah kognitif C1-C4. Uji coba instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t dengan menggunakan rumus independen sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji t pada taraf signifikansi 1%, diperoleh nilai 16thitung≥ttabel\"> 16(4,895 ≥2,385)\"> , maka 16H0\"> ditolak. Ini berarti bahwa Model Pembelajaran VAK berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya. Nilai n-gain siswa kelas eksperimen 0,65 lebih besar dari nilai siswa kelas kontrol dalam katagori sedang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa model VAK mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa. This research is motivated by the low cognitive ability of students in physics learning caused by learning activities that are less than optimal due to the Covid-19 pandemic, and learning is still conventional with lecture methods. This study aims to determine the influence of Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK) learning models on students' cognitive abilities. The research method is quantitative with a quasi-experimental research design and a form of research design nonequivalent control group design. The research sample comprised 72 students of class X OF MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya For the 2021/2022 School Year consisting of 36 students of class X MIPA 1 and X MIPA 6 as experimental classes and 36 students of class X MIPA 4 and X MIPA 7 as control classes. The research instrument used is the C1-C4 cognitive realm multiple-choice test. The instrument trial is a validity and reliability test, while data analysis uses normality tests, homogeneity tests, and t-tests using independent sample t-test formulas. The results of the study showed that the results of the calculation of the t-test at the level of significance of 1%, obtained a value, then rejected. This means that the VAK Learning Model significantly affects the cognitive abilities of students of class X of MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya. The experimental class student's n-gain score of 0.65 is greater than that of the control class student in the medium category. Based on the study's results, the VAK model can improve students' cognitive abilities. ","PeriodicalId":31460,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AlBiruni","volume":"62 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AlBiruni","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20527/jipf.v6i3.5651","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran fisika yang disebabkan oleh kegiatan pembelajaran kurang maksimal akibat pandemi covid-19 dan pembelajaran masih secara konvensional dengan metode ceramah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap kemampuan kognitif siswa. Metode penelitian merupakan metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dan bentuk desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa kelas X MIPA 4 dan X MIPA 7 sebagai sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda ranah kognitif C1-C4. Uji coba instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t dengan menggunakan rumus independen sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji t pada taraf signifikansi 1%, diperoleh nilai 16thitung≥ttabel"> 16(4,895 ≥2,385)"> , maka 16H0"> ditolak. Ini berarti bahwa Model Pembelajaran VAK berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif siswa kelas X MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya. Nilai n-gain siswa kelas eksperimen 0,65 lebih besar dari nilai siswa kelas kontrol dalam katagori sedang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa model VAK mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa. This research is motivated by the low cognitive ability of students in physics learning caused by learning activities that are less than optimal due to the Covid-19 pandemic, and learning is still conventional with lecture methods. This study aims to determine the influence of Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK) learning models on students' cognitive abilities. The research method is quantitative with a quasi-experimental research design and a form of research design nonequivalent control group design. The research sample comprised 72 students of class X OF MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya For the 2021/2022 School Year consisting of 36 students of class X MIPA 1 and X MIPA 6 as experimental classes and 36 students of class X MIPA 4 and X MIPA 7 as control classes. The research instrument used is the C1-C4 cognitive realm multiple-choice test. The instrument trial is a validity and reliability test, while data analysis uses normality tests, homogeneity tests, and t-tests using independent sample t-test formulas. The results of the study showed that the results of the calculation of the t-test at the level of significance of 1%, obtained a value, then rejected. This means that the VAK Learning Model significantly affects the cognitive abilities of students of class X of MIPA SMA Negeri 3 Tasikmalaya. The experimental class student's n-gain score of 0.65 is greater than that of the control class student in the medium category. Based on the study's results, the VAK model can improve students' cognitive abilities.
这项研究为学生在covid-19大流行造成的学习活动所造成的物理学习能力较低的基础奠定了基础,而学习方法仍然是传统的演讲方法。本研究的目的是分析视觉、听觉、动觉学习模式对学生认知能力的影响。研究方法是一种定量方法,具有实验定性研究设计和非equivalent研究设计形式。该研究样本包括72名X MIPA SMA Negeri 3 tasik马来学年2021/2022的学生,包括36名X MIPA 1班和X MIPA 6班的学生,36班MIPA 4班和X MIPA 7班的学生作为一个控制班。所使用的研究工具是C1-C4认知域的双重选择测试。所使用的工具试验是有效性和可靠性测试,而数据分析使用规范测试、同质测试和t测试使用独立的公式t测试。试验研究结果表明,计算结果t上1%的意义,获得价值16thitunga‰¥ttabel a > 16(4,895‰¥2,385)”>,然后16H0 >拒绝。这意味着VAK的学习模式对xmipa SMA Negeri 3塔斯克马来亚的学生的认知能力有着显著的影响。n-增益测试班学生的分数为0.65比中级学生的控制成绩高。基于VAK的模型能够提高学生的认知能力的研究结果。这个研究是由低认知能力的物理学习能力激发的,因为对Covid-19 pandemic来说,学习的能力低于最理想的标准,而学习仍然是遵循lecture的方法。这个研究将确定视觉、听觉和动力的影响。研究方法是用一种实验设计和一种非equiement开发小组的研究材料进行量化。研究comprised 72班的学生样本X》全国高中MIPA三塔斯克马来亚2021/2022学校年鉴》一书consisting of 36 X MIPA 1班的学生和美国X MIPA 6实验课堂,X和X 36班的学生MIPA 4 MIPA 7美国控制课堂。使用的研究工具是一个多选择领域的C1-C4认知测试。工具试验是一种有效和可靠性的测试,而数据分析uses正常性测试、同质测试和t-tests使用的独立式小公式。研究的结果表明,t-test的计算结果在1%的水平上是有价值的,然后是有价值的。这意味着不断学习的有效模型深深地影响了米帕中学三年级学生的认知能力。0.65的学生成绩比中级学生强多了。基于研究的结果,VAK的模型可以培养学生的认知能力。