Relasi Kuasa antara Pengelola Tambak dan Pekerja (Studi pada Wisata Pemancingan di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo)

Devi Agus Lestari, S. Harianto
{"title":"Relasi Kuasa antara Pengelola Tambak dan Pekerja (Studi pada Wisata Pemancingan di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo)","authors":"Devi Agus Lestari, S. Harianto","doi":"10.26858/sosialisasi.v1i1.42972","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Artikel ini berawal dari adanya wisata pemancingan yang popular dikalangan masyarakat Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. Kampung iwak dan pusat wisata pemancingan Desa Kalanganyar banyak diperbincangkan hingga dimuat pada berita media online. Seorang pengelola mendirikan bisnis pertambakan dengan sistem sewa lepas dari pemilik lahan dikawasan wisata pemancingan. Kekuasaan muncul dari wacana yang dibangun oleh pengelola dan diwujudkan dalam bentuk aturan tertulis dan non tertulis. Penelitian ini hadir untuk mengungkap fenomena relasi kuasa antara pengelola tambak dan pekerja di lokasi tersebut. Tujuan penelitian diantaranya: (1) mendeskripsikan kondisi objektif sosial ekonomi pengelola dan pekerja, (2) menganalisis bentuk relasi kuasa pengelola terhadap pekerja dan (3) menganalisis sikap pekerja terhadap kuasa pengelola. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Perspektif teori post modern Michel Foucault digunakan sebagai pisau analisis dalam mengkaji fenomena di lapangan. Hasil penelitian menjabarkan kondisi objektif sosial dan ekonomi dari subjek bahwa bidang pertambakan adalah pekerjaan utama sebagai sumber kehidupan. Sebagian besar dari mereka memahami ilmu pengetahuan tentang tambak secara turun-temurun dari keluarga. Namun mereka juga memiliki penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tabungan jangka panjang. Penelitian ini menemukan bentuk pendisiplinan yang berguna untuk kemajuan bisnis wisata pemancingan. Pengelola membuat sanksi yang ditujukan kepada seluruh pelanggar aturan baik itu pekerja atau pengunjung. Panopticon dilakukan melalui CCTV dan peran pengelola secara langsung dalam mengawasi segala aktivitas di lokasi Joyo Samudro. Hal ini memunculkan perlawanan dan kontravensi bagi pekerja dalam menyikapi keadaan tersebut.","PeriodicalId":31631,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan JPFK","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan JPFK","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v1i1.42972","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Artikel ini berawal dari adanya wisata pemancingan yang popular dikalangan masyarakat Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. Kampung iwak dan pusat wisata pemancingan Desa Kalanganyar banyak diperbincangkan hingga dimuat pada berita media online. Seorang pengelola mendirikan bisnis pertambakan dengan sistem sewa lepas dari pemilik lahan dikawasan wisata pemancingan. Kekuasaan muncul dari wacana yang dibangun oleh pengelola dan diwujudkan dalam bentuk aturan tertulis dan non tertulis. Penelitian ini hadir untuk mengungkap fenomena relasi kuasa antara pengelola tambak dan pekerja di lokasi tersebut. Tujuan penelitian diantaranya: (1) mendeskripsikan kondisi objektif sosial ekonomi pengelola dan pekerja, (2) menganalisis bentuk relasi kuasa pengelola terhadap pekerja dan (3) menganalisis sikap pekerja terhadap kuasa pengelola. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Perspektif teori post modern Michel Foucault digunakan sebagai pisau analisis dalam mengkaji fenomena di lapangan. Hasil penelitian menjabarkan kondisi objektif sosial dan ekonomi dari subjek bahwa bidang pertambakan adalah pekerjaan utama sebagai sumber kehidupan. Sebagian besar dari mereka memahami ilmu pengetahuan tentang tambak secara turun-temurun dari keluarga. Namun mereka juga memiliki penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tabungan jangka panjang. Penelitian ini menemukan bentuk pendisiplinan yang berguna untuk kemajuan bisnis wisata pemancingan. Pengelola membuat sanksi yang ditujukan kepada seluruh pelanggar aturan baik itu pekerja atau pengunjung. Panopticon dilakukan melalui CCTV dan peran pengelola secara langsung dalam mengawasi segala aktivitas di lokasi Joyo Samudro. Hal ini memunculkan perlawanan dan kontravensi bagi pekerja dalam menyikapi keadaan tersebut.
这篇文章的开头是西多霍人、泗水等社区普遍接受的观光旅游。iwak村和Kalanganyar村的旅游中心在网上被广泛讨论。一名经营者经营着一家采矿企业,该公司与在旅游胜地的土地所有者的自由租赁系统建立了采矿业务。权力来自于由维护者建立的话语,并以书面和非书面规则的形式表现出来。本研究旨在揭示当地农民和工人之间的权力关系现象。这些研究的目的:(1)描述管理人员和工人的社会经济的客观情况,(2)分析管理人员对雇员的权力关系,(3)分析工人对管理人员的态度。本研究采用一种定性方法,采用观察数据收集和深入采访的技术。米歇尔·福柯(Michel Foucault)的现代后现代理论视角被用作一种刀对实地现象的分析。研究结果描述了这个主题的社会和经济客观条件,即采矿领域是生命的主要职业。他们中的大多数人了解传统家庭养殖的知识。但他们也从副业中获得额外的收入,以满足日常需求和长期储蓄。这项研究发现了一种有用的纪律形式,以改善捕鱼业务的发展。管理人员对所有违反规定的人员或访客进行制裁。Panopticon是通过闭路电视和管理人员直接监督Joyo Samudro现场的所有活动。这使工人在这种情况下感到厌恶和矛盾。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书