Yanti Novalia, Endah Wahyutri, Nursari Abdul Syukur
{"title":"HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN POLA PEMBERIAN ASI DAN PERTUMBUHAN BAYI PADA IBU PENYINTAS COVID-19 DI RUMAH SAKIT PANGLIMA SEBAYA TAHUN 2022","authors":"Yanti Novalia, Endah Wahyutri, Nursari Abdul Syukur","doi":"10.52299/jks.v14i2.154","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pendahuluan: Kondisi kejiwaan dan emosi yang tenang sangat penting untuk kelancaran produksi ASI. Ibu yang mengalami cemas akan lebih sedikit mengeluarkan ASI dibandingkan ibu yang tidak cemas, virus corona (Covid-19) ini menyebabkan kondisi psikologis ibu menyusui tidak stabil. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Pola Pemberian ASI Dan Pertumbuhan Bayi Pada Ibu Penyintas Covid-19. Metode: Jenis penelitian ini observasional, pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui penyintas Covid-19 yang bersalin dari bulan Juni-Juli 2021 di Rumah Sakit Panglima Sebaya. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 31 orang, teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil: Didapatkan hasil p value = 0,019 < α = 0,05, artinya terdapat hubungan kecemasan ibu penyintas Covid-19 terhadap pola pemberian ASI dan pertumbuhan bayi. Pembahasan: Masa pandemi Covid-19 ibu mengalami kecemasan, ketika ibu berfikir positif dan tetap tenang akan memicu produksi ASI sehingga ASI bisa keluar dengan lancar. Ibu penyintas Covid-19 yang memiliki bayi menyatakan bahwa ibu dan keluarga memiliki rasa ketakutan tersendiri jika membawa bayinya ke posyandu ataupun ke pelayanan kesehatan lainnya. Kesimpulan: Terdapat hubungan kecemasan ibu penyintas Covid-19 terhadap pola pemberian ASI dan pertumbuhan bayi. Saran: Tenaga kesehatan sebaiknya dapat memberikan masukan informasi yang penting terhadap Bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai pengaruh tingkat kecemasan terhadap Pola Pemberian ASI dan Pertumbuhan Bayi pada ibu penyintas Covid-19","PeriodicalId":33460,"journal":{"name":"Jurnal Ners dan Kebidanan","volume":"39 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ners dan Kebidanan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.52299/jks.v14i2.154","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pendahuluan: Kondisi kejiwaan dan emosi yang tenang sangat penting untuk kelancaran produksi ASI. Ibu yang mengalami cemas akan lebih sedikit mengeluarkan ASI dibandingkan ibu yang tidak cemas, virus corona (Covid-19) ini menyebabkan kondisi psikologis ibu menyusui tidak stabil. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Pola Pemberian ASI Dan Pertumbuhan Bayi Pada Ibu Penyintas Covid-19. Metode: Jenis penelitian ini observasional, pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui penyintas Covid-19 yang bersalin dari bulan Juni-Juli 2021 di Rumah Sakit Panglima Sebaya. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 31 orang, teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis data menggunakan uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil: Didapatkan hasil p value = 0,019 < α = 0,05, artinya terdapat hubungan kecemasan ibu penyintas Covid-19 terhadap pola pemberian ASI dan pertumbuhan bayi. Pembahasan: Masa pandemi Covid-19 ibu mengalami kecemasan, ketika ibu berfikir positif dan tetap tenang akan memicu produksi ASI sehingga ASI bisa keluar dengan lancar. Ibu penyintas Covid-19 yang memiliki bayi menyatakan bahwa ibu dan keluarga memiliki rasa ketakutan tersendiri jika membawa bayinya ke posyandu ataupun ke pelayanan kesehatan lainnya. Kesimpulan: Terdapat hubungan kecemasan ibu penyintas Covid-19 terhadap pola pemberian ASI dan pertumbuhan bayi. Saran: Tenaga kesehatan sebaiknya dapat memberikan masukan informasi yang penting terhadap Bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai pengaruh tingkat kecemasan terhadap Pola Pemberian ASI dan Pertumbuhan Bayi pada ibu penyintas Covid-19