ANALISIS AKURASI PEMETAAN MENGGUNAKAN DIRECT GEOREFERENCING

Danang Budi Susetyo, Herjuno Gularso
{"title":"ANALISIS AKURASI PEMETAAN MENGGUNAKAN DIRECT GEOREFERENCING","authors":"Danang Budi Susetyo, Herjuno Gularso","doi":"10.24895/JIG.2018.24-1.826","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Banyak tantangan yang harus dihadapi ketika melaksanakan survei Ground Control Point (GCP). Salah satu upaya meminimalisir jumlah titik kontrol adalah melakukan pengukuran posisi dan orientasi foto udara tanpa GCP, atau disebut direct georeferencing . Penelitian ini menguji metode direct georeferenci ng terhadap data yang ada di Indonesia, sehingga nantinya dapat mengurangi jumlah penggunaan GCP. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto udara Palu yang diakuisisi dengan kamera RCD30, parameter Exterior Orientation (EO), dan titik Independen t Check Point (ICP). Jumlah ICP yang digunakan sebanyak 8 titik. Pengukuran langsung posisi dan orientasi sensor kamera kemudian dilakukan dengan data-data tersebut tanpa menggunakan GCP. Analisis dilakukan dari dua aspek, yaitu ketelitian hasil foto udara dan perbandingan nilai X, Y, Z antar model. Hasil statistik perataan menunjukkan nilai sigma naught = 2,7 mikron, sehingga masih masuk dalam toleransi 1 piksel. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai 1,9 m untuk ketelitian horizontal (CE90) dan 3,6 m untuk ketelitian vertikal (LE90), sehingga ketelitian horizontal masuk pada skala 1:5.000 kelas 3 atau skala 1:10.000 kelas 1, dan ketelitian vertikal masuk pada skala 1:10.000 kelas 3 atau skala 1:25.000 kelas 1. Dilihat dari sisi konsistensi antar model stereo, rata-rata perbedaan koordinat dan elevasi pada setiap model stereo berada di bawah 0,5 m, di mana rata-rata ΔX = 0,1173 m, ΔY = 0,2167 m, dan ΔZ = 0,2793 m. Artinya, meski penggunaan metode direct georeferencing dapat mengurangi akurasi absolut, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap konsistensi antar model stereonya.","PeriodicalId":32556,"journal":{"name":"Geomatika","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Geomatika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24895/JIG.2018.24-1.826","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Banyak tantangan yang harus dihadapi ketika melaksanakan survei Ground Control Point (GCP). Salah satu upaya meminimalisir jumlah titik kontrol adalah melakukan pengukuran posisi dan orientasi foto udara tanpa GCP, atau disebut direct georeferencing . Penelitian ini menguji metode direct georeferenci ng terhadap data yang ada di Indonesia, sehingga nantinya dapat mengurangi jumlah penggunaan GCP. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto udara Palu yang diakuisisi dengan kamera RCD30, parameter Exterior Orientation (EO), dan titik Independen t Check Point (ICP). Jumlah ICP yang digunakan sebanyak 8 titik. Pengukuran langsung posisi dan orientasi sensor kamera kemudian dilakukan dengan data-data tersebut tanpa menggunakan GCP. Analisis dilakukan dari dua aspek, yaitu ketelitian hasil foto udara dan perbandingan nilai X, Y, Z antar model. Hasil statistik perataan menunjukkan nilai sigma naught = 2,7 mikron, sehingga masih masuk dalam toleransi 1 piksel. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai 1,9 m untuk ketelitian horizontal (CE90) dan 3,6 m untuk ketelitian vertikal (LE90), sehingga ketelitian horizontal masuk pada skala 1:5.000 kelas 3 atau skala 1:10.000 kelas 1, dan ketelitian vertikal masuk pada skala 1:10.000 kelas 3 atau skala 1:25.000 kelas 1. Dilihat dari sisi konsistensi antar model stereo, rata-rata perbedaan koordinat dan elevasi pada setiap model stereo berada di bawah 0,5 m, di mana rata-rata ΔX = 0,1173 m, ΔY = 0,2167 m, dan ΔZ = 0,2793 m. Artinya, meski penggunaan metode direct georeferencing dapat mengurangi akurasi absolut, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap konsistensi antar model stereonya.
使用DIRECT映射精度分析
进行地面控制点调查将面临许多挑战。将控制点数量最小化的努力之一是在没有GCP的情况下进行空气照片的位置和方向测量,也就是直接格调。该研究测试了直接georeferenci方法与印尼的数据,从而减少了GCP的使用。本研究使用的数据是用RCD30、外部方向参数(EO)和独立t检查点(ICP)捕获的锤拍空气照片。用于ICP的总金额为8点。直接测量相机传感器的位置和方向,然后使用这些数据而不使用GCP。分析从两个方面进行:对空气照片的精确度和模型X Y Z值的比较。对齐统计结果显示sigma naught值= 2.7微米,所以它仍然在1像素公差中。准确性测试结果显示水平精度为1.9米(CE90),垂直精度为3.6米(LE90),水平精度为5.3级或1级不等,垂直精度为1:10万3级或1:2万1级。立体模型之间的一致性的一面来看,平均每立体模型不同坐标和高程在低于0.5 m,平均ΔX = 0.1173在哪,ΔY = 0.2167,ΔZ = 0.2793 m。这意味着,尽管直流微分方法的使用可能会降低绝对准确性,但它不影响立体声模型之间的一致性。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
20 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书