Pemilihan Produk Anti Acne di Media Sosial pada Remaja di Beberapa Kota/Kabupaten di Indonesia

Salsabila Aprilia Rizqi, Anak Agung Istri Yuliandani, Wikal Rizky Yudheansyah, Emirsyalnuary Emirsyalnuary, K. Andini, Trisiyana Sholika Sari, Anak Agung Freda Suksma Carira, Ade Dwiki Lusiana, Rizka Aulia Rahma, Davin Mahendra Duwiri, Liza Pristianty
{"title":"Pemilihan Produk Anti Acne di Media Sosial pada Remaja di Beberapa Kota/Kabupaten di Indonesia","authors":"Salsabila Aprilia Rizqi, Anak Agung Istri Yuliandani, Wikal Rizky Yudheansyah, Emirsyalnuary Emirsyalnuary, K. Andini, Trisiyana Sholika Sari, Anak Agung Freda Suksma Carira, Ade Dwiki Lusiana, Rizka Aulia Rahma, Davin Mahendra Duwiri, Liza Pristianty","doi":"10.20473/jfk.v9i1.24121","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Acne vulgaris adalah penyakit kulit kronis multifaktorial yang ditandai adanya peradangan dan banyak terjadi pada remaja. Munculnya konten-konten di media sosial mengenai produk anti acne dapat menimbulkan kesalahan dalam pemilihan produk anti acne. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan produk anti acne di media sosial pada remaja di beberapa kota/kabupaten di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang disebar secara online melalui google form. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Survei diikuti oleh 259 responden dengan rentang usia 12-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 91,9% responden pernah menjumpai konten anti acne di media sosial, 33,6% responden cukup terpengaruh konten media sosial dalam pemilihan produk anti acne, 43,6% responden ingin membeli produk anti acne setelah melihat konten media sosial, dan 60,6% responden beralasan membeli produk anti acne setelah melihat review produk yang bagus. Sebagian besar remaja pernah menjumpai konten produk anti acne dan memiliki keinginan membeli produk setelah melihat konten produk anti acne di media sosial. Promosi kesehatan serta edukasi mengenai anti acne perlu dilakukan agar masyarakat khususnya remaja dapat memilih dan menggunakan anti acne dengan tepat.","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"73 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-04-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24121","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Acne vulgaris adalah penyakit kulit kronis multifaktorial yang ditandai adanya peradangan dan banyak terjadi pada remaja. Munculnya konten-konten di media sosial mengenai produk anti acne dapat menimbulkan kesalahan dalam pemilihan produk anti acne. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan produk anti acne di media sosial pada remaja di beberapa kota/kabupaten di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang disebar secara online melalui google form. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Survei diikuti oleh 259 responden dengan rentang usia 12-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 91,9% responden pernah menjumpai konten anti acne di media sosial, 33,6% responden cukup terpengaruh konten media sosial dalam pemilihan produk anti acne, 43,6% responden ingin membeli produk anti acne setelah melihat konten media sosial, dan 60,6% responden beralasan membeli produk anti acne setelah melihat review produk yang bagus. Sebagian besar remaja pernah menjumpai konten produk anti acne dan memiliki keinginan membeli produk setelah melihat konten produk anti acne di media sosial. Promosi kesehatan serta edukasi mengenai anti acne perlu dilakukan agar masyarakat khususnya remaja dapat memilih dan menggunakan anti acne dengan tepat.
Acne vulgaris是一种多因素慢性皮肤病,其特征是炎症,在青少年中很常见。社交媒体上关于反ac产品的内容的出现可能导致反ac产品的选择出错。本研究旨在了解印尼几个城市青少年在社交媒体上对反阿康产品的选择。本研究是通过谷歌形式在网上传播的问卷调查工具的分段研究。采样技术是通过意外采样进行的。调查对象是259名年龄为12-20岁的受访者。研究结果显示高达91,9%受访者遇到抗粉刺在社交媒体上的内容,内容33,6%受访者足够影响社交媒体在选举中抗粉刺,事实上受访者43.6%想买产品抗粉刺后看到社交媒体内容,合理60,6%受访者购买产品后抗粉刺看到评论的好产品。大多数青少年在社交媒体上看到反ac产品内容后,都希望购买产品。必须进行健康促进和教育,使特别是青少年能够正确选择和使用反ac。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
8
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书