Isolasi dan Uji Aflatoksin Cendawan Pengkontaminasi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Kabupaten Timor Tengah Utara

Ria S Mauresi, Gergonius Fallo, Ite Morina Yostianti Tnunay
{"title":"Isolasi dan Uji Aflatoksin Cendawan Pengkontaminasi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Kabupaten Timor Tengah Utara","authors":"Ria S Mauresi, Gergonius Fallo, Ite Morina Yostianti Tnunay","doi":"10.32938/jsb/vol4i1pp30-36","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang seringkali terkontaminasi cendawan dan mengakibatkan pembusukan hingga memproduksi aflatoksin. Tujuan penelitian yaitu mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui kandungan aflatoksin cendawan pengkontaminasi kacang merah. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel kacang merah di Desa Suanae dan Desa Noepesu secara random sebanyak 1 kg dengan lamanya penyimpanan 3-4 bulan. Kacang merah yang bergejala ditumbuhkan pada media PDA dengan metode penanaman langsung. Cendawan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji aflatoksin menggunakan metode TLC. Hasil isolasi didapatkan dua isolat cendawan yaitu isolat SBP dan isolat NK. Isolat SBP memiliki karakter makroskopis yaitu warna koloni hijau, permukaan cokelat kehijauan dengan diameter pertumbuhan koloni 5,1-7,0 mm, sedangkan isolat NK warna miselium hijau muda dengan diameter koloni 1,1-1,5 mm. Kedua isolat secara mikroskopis memiliki bentuk spora oval, warna spora hitam kecoklatan dan hitam, memiliki konidia berbentuk bulat serta konidiafor tegak. Kedua isolat diduga Aspergillus sp. Hasil uji aflatoksin total yaitu B1 : <3.01 µg/Kg, B2 : <3.50 µg/Kg, G1 : <0.54 µg/Kg, dan G2 : <1.0 µg/Kg. Kadar aflatoksin total hasilnya di bawah batas regulasi Standar Nasional Indonesia (<5 µg/Kg).","PeriodicalId":31680,"journal":{"name":"International Journal of Biodiversity Science Ecosystem Services Management","volume":"96 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"International Journal of Biodiversity Science Ecosystem Services Management","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.32938/jsb/vol4i1pp30-36","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang seringkali terkontaminasi cendawan dan mengakibatkan pembusukan hingga memproduksi aflatoksin. Tujuan penelitian yaitu mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui kandungan aflatoksin cendawan pengkontaminasi kacang merah. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel kacang merah di Desa Suanae dan Desa Noepesu secara random sebanyak 1 kg dengan lamanya penyimpanan 3-4 bulan. Kacang merah yang bergejala ditumbuhkan pada media PDA dengan metode penanaman langsung. Cendawan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji aflatoksin menggunakan metode TLC. Hasil isolasi didapatkan dua isolat cendawan yaitu isolat SBP dan isolat NK. Isolat SBP memiliki karakter makroskopis yaitu warna koloni hijau, permukaan cokelat kehijauan dengan diameter pertumbuhan koloni 5,1-7,0 mm, sedangkan isolat NK warna miselium hijau muda dengan diameter koloni 1,1-1,5 mm. Kedua isolat secara mikroskopis memiliki bentuk spora oval, warna spora hitam kecoklatan dan hitam, memiliki konidia berbentuk bulat serta konidiafor tegak. Kedua isolat diduga Aspergillus sp. Hasil uji aflatoksin total yaitu B1 : <3.01 µg/Kg, B2 : <3.50 µg/Kg, G1 : <0.54 µg/Kg, dan G2 : <1.0 µg/Kg. Kadar aflatoksin total hasilnya di bawah batas regulasi Standar Nasional Indonesia (<5 µg/Kg).
红豆(fseolus vulline L)是东帝汶中北部地区最重要的农业产品之一,经常受到真菌的污染,并导致腐败,产生黄曲霉毒素。这项研究的目的是分离、识别和确定红豆中含有的黄曲霉毒素。这项研究首先从Suanae村和Noepesu村的红豆样本中提取了一磅,储存时间为3-4个月。通过直接种植方法对媒体进行了红豆生长。真菌是用宏观和微观来识别的,而黄体毒素测试采用的是TLC方法。分离产生两种真菌分离素,即SBP和unlat SBP。Isolat SBP的宏观特征是绿色菌落的颜色,黄褐色表面的生长直径为5.1 - 7.0毫米,而浅绿色的素素菌落直径为11 - 1.5毫米。这两种异构体都有椭圆形孢子的形状,呈黑褐色和黑色孢子的颜色,有圆形的针状和直立的针状。第二完全隔离疑似曲霉sp黄曲霉毒素的结果就是B1: < 3。01µg / Kg, B2: < 3。50µg / Kg, G1: < 0。54µg / Kg, G2: < 1.0µg / Kg。黄曲霉毒素含量结果完全在印尼国家标准监管限制下(< 5µg / Kg)。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
46 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书