Konsep Feminisme Persfektif Amina Wadud

Ubay Harun
{"title":"Konsep Feminisme Persfektif Amina Wadud","authors":"Ubay Harun","doi":"10.24239/RSY.V17I1.706","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Amina Wadud  berpendapat bahwa  al-Quran sebagai teks suci umat Islam  yang selama ini ditafsirkan dengan model penafsiran klasik yang syarat dengan bias patriarki perlu dikontekstualisasikan melalui penafsiran atau interpretasi kembali, dan inilah yang kemudian melatarbelakangi sehingga beliau menulis buku yang berjudul “Qur’an and Woman”. Karya Amina Wadud tersebut sesungguhnya merupakan kegelisahan intelektual yang dialaminya  mengenai ketidak-adilan gender dalam masyarakatnya. Salah satu sebabnya adalah pengaruh idiologi-doktrin penafsiran al-Qur’an yang dianggapnya bias patriarki. Dalam buku tersebut Amina Wadud  mencoba untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap model penafsiran klasik yang syarat dengan bias patriarki tersebut. Amina Wadud adalah seorang tokoh Feminis yang dengan pengalaman dan jenis kelaminnya sebagai perempuan telah mengalami kegelisahan dan kegalauan akan kondisi perempuan yang ter-subordinatkan dari kaum laki-laki pada zamannya. Kegelisahan dan kegalauan ini mendorongnya untuk melakukan studi dan penelitian terhadap Al-Qur’an dengan asumsi bahwa  teks suci itulah yang mungkin menjadi sebab timbulnya pemahaman  yang menempatkan perempuan pada posisi yang ter-subordinatkan dari kaum laki-laki. Hasil dari studi dan penelitiannya menunjukan bahwa ternyata bukanlah Al-Qur’an yang menjadi penyebab ter-subordinatkannya perempuan dari kaum laki-laki, akan tetapi yang menjadi penyebabnya adalah doktrin-theologis yang lahir dari model penafsiran tradisional-klasik oleh ulama-ulama sebelumnya yang bias patriarki.","PeriodicalId":31634,"journal":{"name":"Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24239/RSY.V17I1.706","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Amina Wadud  berpendapat bahwa  al-Quran sebagai teks suci umat Islam  yang selama ini ditafsirkan dengan model penafsiran klasik yang syarat dengan bias patriarki perlu dikontekstualisasikan melalui penafsiran atau interpretasi kembali, dan inilah yang kemudian melatarbelakangi sehingga beliau menulis buku yang berjudul “Qur’an and Woman”. Karya Amina Wadud tersebut sesungguhnya merupakan kegelisahan intelektual yang dialaminya  mengenai ketidak-adilan gender dalam masyarakatnya. Salah satu sebabnya adalah pengaruh idiologi-doktrin penafsiran al-Qur’an yang dianggapnya bias patriarki. Dalam buku tersebut Amina Wadud  mencoba untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap model penafsiran klasik yang syarat dengan bias patriarki tersebut. Amina Wadud adalah seorang tokoh Feminis yang dengan pengalaman dan jenis kelaminnya sebagai perempuan telah mengalami kegelisahan dan kegalauan akan kondisi perempuan yang ter-subordinatkan dari kaum laki-laki pada zamannya. Kegelisahan dan kegalauan ini mendorongnya untuk melakukan studi dan penelitian terhadap Al-Qur’an dengan asumsi bahwa  teks suci itulah yang mungkin menjadi sebab timbulnya pemahaman  yang menempatkan perempuan pada posisi yang ter-subordinatkan dari kaum laki-laki. Hasil dari studi dan penelitiannya menunjukan bahwa ternyata bukanlah Al-Qur’an yang menjadi penyebab ter-subordinatkannya perempuan dari kaum laki-laki, akan tetapi yang menjadi penyebabnya adalah doktrin-theologis yang lahir dari model penafsiran tradisional-klasik oleh ulama-ulama sebelumnya yang bias patriarki.
Amina Wadud认为,《古兰经》是穆斯林的神圣文本,被解释为带有宗法偏见的经典解释模式,需要通过重新解释或解释来建立联系,这是她写了一本名为《古兰经与女人》的书。Amina Wadud的作品实际上是她对自己社会不公正的智力焦虑。其中一个原因是他认为古兰经解释教义有偏见。在书中,Amina Wadud试图对父权制偏见的经典解释模式进行解构和重建。阿米娜·瓦杜(Amina Wadud)是一名女权主义者,她的女性经历和性别让她对自己那个时代的男性所依赖的女性状况感到焦虑和不安。这种不安和不安促使他对古兰经进行了研究和研究,前提是,这可能是一种理解,将女性置于男性的顺从地位。她的研究和研究表明,她的研究表明,与其说古兰经是男性女性的默认因素,不如说她有教义,不如说她有教养。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
2
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书