Profil Pengelolaan Terapi Hipertensi oleh Pasien Lansia di Wilayah Jawa Timur

Ghina Rosyida, Alvira Titis Sari, Bunga Izzatul Lutfiyah, Ester Adelia Mianing, Dhea Anansya Siammita, Ellen Jelita Dewantari, Na’Ilatul Fikriyah, I. W. Astawa, Anissah Insyirah Idris, Artian Putra Pratama Ramadhan, Gede Aditya Dananjaya Suparta, Liza Pristianty
{"title":"Profil Pengelolaan Terapi Hipertensi oleh Pasien Lansia di Wilayah Jawa Timur","authors":"Ghina Rosyida, Alvira Titis Sari, Bunga Izzatul Lutfiyah, Ester Adelia Mianing, Dhea Anansya Siammita, Ellen Jelita Dewantari, Na’Ilatul Fikriyah, I. W. Astawa, Anissah Insyirah Idris, Artian Putra Pratama Ramadhan, Gede Aditya Dananjaya Suparta, Liza Pristianty","doi":"10.20473/jfk.v9i1.24085","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Hipertensi merupakan penyakit tidak menular terbanyak kedua pada penduduk lansia di Jawa Timur  dan merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Sementara itu, regimen terapi hipertensi bersifat kompleks, seperti frekuensi pemberian yang sering maupun banyaknya obat yang harus diminum. Kepatuhan minum obat menjadi penting demi memperoleh tekanan darah yang terkontrol. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai profil pengelolaan terapi obat hipertensi pada lansia di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini bersifat cross-sectional, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Kriteria inklusi responden adalah lansia yang sedang menjalani terapi hipertensi, berdomisili Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan, Nganjuk, Gresik, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, dan Bojonegoro. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner online. Dari 95 responden penelitian ini, sebanyak 70,5% responden berusia ≥ 60 tahun, 51,6% biaya terapi menggunakan BPJS/Askes, 63,2% menderita hipertensi sejak 5 tahun atau lebih, diabetes merupakan penyakit penyerta terbanyak (48% dari responden dengan komorbid). Didapatkan pula sebanyak 67,4% responden rutin melakukan kontrol ke dokter. Obat hipertensi yang paling banyak diresepkan yaitu amlodipin (54,71%). Lebih dari setengah responden rutin mengonsumsi obat hipertensi sesuai anjuran (77,9 %) dan pengobatan dipantau oleh keluarga (86,4%). Alasan yang paling banyak dari tidak rutin menggunakan obat adalah karena merasa kondisinya sudah baik (18,9%).","PeriodicalId":31942,"journal":{"name":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","volume":"34 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-04-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular terbanyak kedua pada penduduk lansia di Jawa Timur  dan merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Sementara itu, regimen terapi hipertensi bersifat kompleks, seperti frekuensi pemberian yang sering maupun banyaknya obat yang harus diminum. Kepatuhan minum obat menjadi penting demi memperoleh tekanan darah yang terkontrol. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai profil pengelolaan terapi obat hipertensi pada lansia di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini bersifat cross-sectional, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Kriteria inklusi responden adalah lansia yang sedang menjalani terapi hipertensi, berdomisili Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan, Nganjuk, Gresik, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, dan Bojonegoro. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner online. Dari 95 responden penelitian ini, sebanyak 70,5% responden berusia ≥ 60 tahun, 51,6% biaya terapi menggunakan BPJS/Askes, 63,2% menderita hipertensi sejak 5 tahun atau lebih, diabetes merupakan penyakit penyerta terbanyak (48% dari responden dengan komorbid). Didapatkan pula sebanyak 67,4% responden rutin melakukan kontrol ke dokter. Obat hipertensi yang paling banyak diresepkan yaitu amlodipin (54,71%). Lebih dari setengah responden rutin mengonsumsi obat hipertensi sesuai anjuran (77,9 %) dan pengobatan dipantau oleh keluarga (86,4%). Alasan yang paling banyak dari tidak rutin menggunakan obat adalah karena merasa kondisinya sudah baik (18,9%).
简介东爪哇老年患者高血压治疗的管理概况
高血压是东爪哇老年人中第二大的非传染性疾病,是中风和肺结核后的第三大死因。与此同时,高血压疗法的养生方案是复杂的,比如频繁的给予频率和需要服用的大量药物。服用药物的服从对于获得可控的血压是至关重要的。因此,一项针对爪哇东部老年人高血压药物管理管理的概况研究进行了。这项研究是分段的,采样技术是用意外采样技术进行的。受访者中所持的标准是老年人接受高血压治疗、Sidoarjo、贫穷、蒙古包、蒙古包、Gresik、Jombang、Mojokerto、para Bojonegoro等疗法。数据检索方法是通过在线问卷调查进行的。这项研究从95的受访者,多达70,5%受访者≥60岁,但51.6%治疗使用社会服务/医疗保险费用,63,2%患有高血压糖尿病5年或者更长时间,是最常见的疾病penyerta(与komorbid 48%的受访者)。同时,67.4%的受访者定期对医生进行控制。最常用的降压药是淀粉针(54.71%)。超过一半的受访者定期服用适当鼓励的高血压药物(77.9%),药物由家庭监控(86.4%)。不经常服药的主要原因是感觉良好(18.9%)。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
8
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书