{"title":"Refresentasi Perempuan Maskulin Dalam Film","authors":"Pandu Satya Yudha, Siti Komsiah","doi":"10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2278","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini membahas tentang representasi perempuan maskulin dalam film Seperti Dendam, rinduharus dibayar tuntas, menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui makna denotasi, konotasi, serta mitos perempuan maskulin dalam film seperti dendam,rindu harus dibayar tuntas. Dalam penelitian ini juga menggunakan teori semiotika konstruksi sosial olehBerger dan Luckma. Lalu beberapa konsep yang terkait dengan penelitian, seperti konsep komunikasi,komunikasi massa, film, perempuan maskulin, dan makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,dengan menggunakan metode semiotik dan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknikpengumpulan data untuk penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan sumber lain. Teknik keabsahandata yang dugunakan adalah triangulasi metode triangulasi teori. Hasil dari kesimpulan penelitian, terdapatmakna denotasi, konotasi, mitos serta representasi perempuan maskulin yang digambarkan melalui karakterIteung, dan Jelita. Yang menunjukan karakter perempuan maskulin dan tidak ada salahnya memiliki sifatmaskulin walaupun ber-gender perempuan. Karena, selama ini perempuan dikonstruksi oleh masyarakatmenjadi sosok yang feminin Secara konstruksi sosial, maka film tersebut dapat membentuk realitas bahwaperempuan tidak harus menjadi atau bersifat feminin, tapi perempuan juga bisa dan mampu untuk menjadiatau bersifat maskulin.","PeriodicalId":30812,"journal":{"name":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2278","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini membahas tentang representasi perempuan maskulin dalam film Seperti Dendam, rinduharus dibayar tuntas, menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui makna denotasi, konotasi, serta mitos perempuan maskulin dalam film seperti dendam,rindu harus dibayar tuntas. Dalam penelitian ini juga menggunakan teori semiotika konstruksi sosial olehBerger dan Luckma. Lalu beberapa konsep yang terkait dengan penelitian, seperti konsep komunikasi,komunikasi massa, film, perempuan maskulin, dan makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,dengan menggunakan metode semiotik dan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknikpengumpulan data untuk penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan sumber lain. Teknik keabsahandata yang dugunakan adalah triangulasi metode triangulasi teori. Hasil dari kesimpulan penelitian, terdapatmakna denotasi, konotasi, mitos serta representasi perempuan maskulin yang digambarkan melalui karakterIteung, dan Jelita. Yang menunjukan karakter perempuan maskulin dan tidak ada salahnya memiliki sifatmaskulin walaupun ber-gender perempuan. Karena, selama ini perempuan dikonstruksi oleh masyarakatmenjadi sosok yang feminin Secara konstruksi sosial, maka film tersebut dapat membentuk realitas bahwaperempuan tidak harus menjadi atau bersifat feminin, tapi perempuan juga bisa dan mampu untuk menjadiatau bersifat maskulin.