KRITIK TERHADAP PEMBERLAKUAN TEORI AGENSI DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI SUKU BOTI

Yolinda Yanti Sonbay
{"title":"KRITIK TERHADAP PEMBERLAKUAN TEORI AGENSI DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI SUKU BOTI","authors":"Yolinda Yanti Sonbay","doi":"10.24034/j25485024.y2022.v6.i2.5176","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk memotret pemberlakuan teori agensi di Suku Boti dalam pengelolaan dana desa (hubungan keagenan antara pemerintah dan masyarakat suku boti) dan membandingkannya dengan teori fungsionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi. Teknik pengumpulan data, dilakukan dengan dua cara yakni  observasi dan wawancara etnografis. Alur penelitian menggunakan 9 langkah Spradley yaitu (1) mencari dan menetapkan Informan, (2) mengajukan pertanyaan deskriptif, (3) melakukan analisis wawancara dan domain, (4) mengajukan pertanyaan struktural, (5) Membuat analisis taksonomik, (6) Mengajukan pertanyaan kontras, (7) Membuat analis komponen, (8) Menentukan tema-tema budaya, dan (9) menulis etnografi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan dana desa di Suku Boti teori agensi tidak berlaku. Adapun yang berlaku adalah teori fungsionalsime dimana nilai Budaya Hailaka sebagai budaya dari masyarakat Suku Boti menjadi acuan dan kerangka utama dalam bertindak dibandingkan dengan aturan pemerintah. Masyarakat Suku Boti telah menjadikan nilai Budaya Halaika sebagai pedoman hidup. Budaya Halaika menjadi nilai terpenting dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat termasuk dalam pengelolaan dana desa. Budaya Halaika mengkonstruksi seluruh aspek kehidupan masyarakat Suku Boti.\n ","PeriodicalId":31783,"journal":{"name":"Ekuitas Jurnal Ekonomi dan Keuangan","volume":"267 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Ekuitas Jurnal Ekonomi dan Keuangan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24034/j25485024.y2022.v6.i2.5176","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotret pemberlakuan teori agensi di Suku Boti dalam pengelolaan dana desa (hubungan keagenan antara pemerintah dan masyarakat suku boti) dan membandingkannya dengan teori fungsionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi. Teknik pengumpulan data, dilakukan dengan dua cara yakni  observasi dan wawancara etnografis. Alur penelitian menggunakan 9 langkah Spradley yaitu (1) mencari dan menetapkan Informan, (2) mengajukan pertanyaan deskriptif, (3) melakukan analisis wawancara dan domain, (4) mengajukan pertanyaan struktural, (5) Membuat analisis taksonomik, (6) Mengajukan pertanyaan kontras, (7) Membuat analis komponen, (8) Menentukan tema-tema budaya, dan (9) menulis etnografi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan dana desa di Suku Boti teori agensi tidak berlaku. Adapun yang berlaku adalah teori fungsionalsime dimana nilai Budaya Hailaka sebagai budaya dari masyarakat Suku Boti menjadi acuan dan kerangka utama dalam bertindak dibandingkan dengan aturan pemerintah. Masyarakat Suku Boti telah menjadikan nilai Budaya Halaika sebagai pedoman hidup. Budaya Halaika menjadi nilai terpenting dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat termasuk dalam pengelolaan dana desa. Budaya Halaika mengkonstruksi seluruh aspek kehidupan masyarakat Suku Boti.  
批评机构在博蒂部落的村庄管理中提出的理论
本研究旨在拍摄博蒂部落在管理农村资金(政府和部落社区之间的权能关系)中对该机构理论的应用,并将其与职能理论进行比较。他们使用的研究方法是人种志。数据收集技术,以观察和人种访谈两种方式进行。研究流程使用:(1)找到并指定信息源,(2)问描述性问题,(3)进行访谈和域分析,(4)进行结构分析,(5)进行分析分析,(6)进行分析分析,(7)进行分析分析,(8)确定成分主题,(9)写人种学。数据分析是通过域分析、分类学分析和组件分析三个阶段进行的。研究结果表明,在Boti部落的农村资金管理中,该机构的理论并不适用。至于有效的功能理论,海拉卡文化作为波提部落文化的文化价值成为了与政府统治相比的基线和主要框架。博蒂部落已经把哈拉卡文化作为指导方针。哈拉卡文化在社区生活的各个方面都是最重要的价值,包括管理农村资金。哈拉卡文化塑造了博蒂部落生活的方方面面。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书