Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka

Hariri Kurniawan, Titin Nurngaini, Zidan Mubarok, Afrina Afrina
{"title":"Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka","authors":"Hariri Kurniawan, Titin Nurngaini, Zidan Mubarok, Afrina Afrina","doi":"10.58561/jkpi.v1i2.33","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka (Studi atas Tafsir Al-Azhar). Hamka adalah salah seorang mufasir Indonesia yang berkiprah penting dalam bidang keilmuan baik itu dari segi sastra, sejarah, tasawuf dan Agama. Karya Hamka dalam bidang Agama yang sampai saat ini terus berkembang hingga kitapun juga bisa merasakannya salah satunya adalah tafsir karya beliau yaitu tafsir Al-Azhar, yang mana tafsir ini merupakan rujukan primer dari penelitian ini. Keluarga merupakan hal yang penting di kehidupan manusia, dimana keluarga merupakan tempat pertama kali manusia mendapatkan pelajaran dan pendidikan untuk meneruskan hidup mereka. Kemudian dari sebuah keluarga itulah akan terbentuk ummat, dan dalam ummat itulah akan tegak masyarakat Islam. Adanya kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi yang baik antara suami istri, dapat menimbulkan ketidak harmonisan dalam sebuah hubungan keluarga bahkan bias saja terjadinya perceraian. Maka dari itu perlu adanya konsep untuk membangun sebuah keharmonisan dalam suatu keluarga, sehingga terciptalah keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Konsep keluarga sakinah menurut Hamka inilah yang perlu dimunculkan sebagai usaha untuk mewujudkan keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat yang berhubungan dengan konsep keluarga sakinah Hamka mengkaitkannya dengan hadis-hadis Nabi dan dengan pemikiran tokoh-tokoh serta para mufasir lainnya, Hamka juga terkesan analitis dalam penafsirannya karena Hamka menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan panjang lebar dan mencakup berbagai aspek yang terkandung di dalam ayat sesuai dengan keahlian dan keilmuannya.Sedangkan konsep dalam keriteria keluarga sakinah menurut Hamka dibagi menjadi empat, yaitu; Beriman, Tanggungjawab, Ketenangan, dan Mu’asyârah bi al-ma’rûf.","PeriodicalId":31644,"journal":{"name":"Mudarrisa Jurnal Kajian Pendidikan Islam","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Mudarrisa Jurnal Kajian Pendidikan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.58561/jkpi.v1i2.33","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka (Studi atas Tafsir Al-Azhar). Hamka adalah salah seorang mufasir Indonesia yang berkiprah penting dalam bidang keilmuan baik itu dari segi sastra, sejarah, tasawuf dan Agama. Karya Hamka dalam bidang Agama yang sampai saat ini terus berkembang hingga kitapun juga bisa merasakannya salah satunya adalah tafsir karya beliau yaitu tafsir Al-Azhar, yang mana tafsir ini merupakan rujukan primer dari penelitian ini. Keluarga merupakan hal yang penting di kehidupan manusia, dimana keluarga merupakan tempat pertama kali manusia mendapatkan pelajaran dan pendidikan untuk meneruskan hidup mereka. Kemudian dari sebuah keluarga itulah akan terbentuk ummat, dan dalam ummat itulah akan tegak masyarakat Islam. Adanya kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi yang baik antara suami istri, dapat menimbulkan ketidak harmonisan dalam sebuah hubungan keluarga bahkan bias saja terjadinya perceraian. Maka dari itu perlu adanya konsep untuk membangun sebuah keharmonisan dalam suatu keluarga, sehingga terciptalah keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Konsep keluarga sakinah menurut Hamka inilah yang perlu dimunculkan sebagai usaha untuk mewujudkan keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat yang berhubungan dengan konsep keluarga sakinah Hamka mengkaitkannya dengan hadis-hadis Nabi dan dengan pemikiran tokoh-tokoh serta para mufasir lainnya, Hamka juga terkesan analitis dalam penafsirannya karena Hamka menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan panjang lebar dan mencakup berbagai aspek yang terkandung di dalam ayat sesuai dengan keahlian dan keilmuannya.Sedangkan konsep dalam keriteria keluarga sakinah menurut Hamka dibagi menjadi empat, yaitu; Beriman, Tanggungjawab, Ketenangan, dan Mu’asyârah bi al-ma’rûf.
Hamka认为Sakinah家庭的概念
Hamka的Sakinah家庭概念(研究Al-Azhar Tafsir)。Hamka是印尼mufasir之一,在文学、历史、tasawuf和宗教方面都很重要。Hamka在宗教领域的工作,至今仍在发展,直到我们能够感觉到它,其中之一是他的工作的解释,即Al-Azhar tafsir,这是该研究的主要转述。家庭是人类生活中很重要的一部分,是人类第一次获得教育和教育来继续他们的生活的地方。然后从一个家庭中产生一个ummah,在这个ummah中建立一个伊斯兰社会。夫妻之间的误解和缺乏良好沟通可能会导致家庭关系的不和谐,甚至存在离婚的偏见。因此,建立一个家庭的和谐需要一个概念,从而产生一个“Sakinah mawaddah wa rahmah”的家庭。sakinah家庭的概念认为,Hamka认为,这是一个需要被引入的努力,以建立一个“sakinah mawaddah wa rahmah”的家庭。这些研究结果证明在解释sakinah Hamka调和家庭的概念有关的经文hadis-hadis先知人物的思想和分析其他mufasir, Hamka也印象深刻的讲解中,因为Hamka解释伊斯兰教经文'an冗长和包括在节中所包含的各个方面符合技能和keilmuannya。而萨卡家庭克尔蒂勒的概念被分为四部分,即:信念,责任,和平
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书