{"title":"Bahasa Gaul “Jaksel” Sebagai Eksistensi Di Kalangan Remaja Jakarta","authors":"Haura Asqo Balqis, Sheryl Delvina Aurora Anggoro, Aniek Irawatie","doi":"10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2262","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi antar individu satu sama lain, baik secara lisan maupun tulisan. Alterasiyang menyebabkan bertambahnya jenis bahasa seiring berjalannya waktu dan menimbulkan banyaknya bahasa baru.Seperti sekarang terdapat bahasa yang mendominasi di masyarakat, yaitu bahasa gaul. Bahasa gaul itu sendiri sudahada sejak lama yang dikenal dengan istilah bahasa prokem. Bahasa gaul merupakan bahasa yang tidak baku, bahasaini biasanya sering kali digunakan oleh kalangan remaja pada saat mereka berkomunikasi. Salah satu contoh bahasagaul ini adalah, bahasa gaul \"Jaksel\" yang sangat terkenal di kalangan remaja Jakarta, khususnya remaja JakartaSelatan. Karena penggunaan bahasa gaul \"Jaksel\" ini sangat marak di kalangan remaja Jakarta, oleh sebab itu tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bahasa gaul \"Jaksel\" sebagai eksistensi di kalangan remaja Jakarta. Penelitianini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara yang diajukan kepada narasumber remajaJakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul \"Jaksel dilihat dari eksistensi kalangan remaja Jakartakarena bahasa ini merupakan bahasa yang unik dengan campuran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris sertatersebar luas di kalangan media sosial. Dengan demikian, bahasa gaul \"Jaksel” dianggap sebagai hal yang eksis dikalangan remaja Jakarta karena dampak dari media sosial yang menyebabkan bahasa tersebut menjadi suatu tren","PeriodicalId":30812,"journal":{"name":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Wacana Jurnal Sosial dan Humaniora","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i1.2262","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Abstract
Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi antar individu satu sama lain, baik secara lisan maupun tulisan. Alterasiyang menyebabkan bertambahnya jenis bahasa seiring berjalannya waktu dan menimbulkan banyaknya bahasa baru.Seperti sekarang terdapat bahasa yang mendominasi di masyarakat, yaitu bahasa gaul. Bahasa gaul itu sendiri sudahada sejak lama yang dikenal dengan istilah bahasa prokem. Bahasa gaul merupakan bahasa yang tidak baku, bahasaini biasanya sering kali digunakan oleh kalangan remaja pada saat mereka berkomunikasi. Salah satu contoh bahasagaul ini adalah, bahasa gaul "Jaksel" yang sangat terkenal di kalangan remaja Jakarta, khususnya remaja JakartaSelatan. Karena penggunaan bahasa gaul "Jaksel" ini sangat marak di kalangan remaja Jakarta, oleh sebab itu tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bahasa gaul "Jaksel" sebagai eksistensi di kalangan remaja Jakarta. Penelitianini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara yang diajukan kepada narasumber remajaJakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul "Jaksel dilihat dari eksistensi kalangan remaja Jakartakarena bahasa ini merupakan bahasa yang unik dengan campuran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris sertatersebar luas di kalangan media sosial. Dengan demikian, bahasa gaul "Jaksel” dianggap sebagai hal yang eksis dikalangan remaja Jakarta karena dampak dari media sosial yang menyebabkan bahasa tersebut menjadi suatu tren