Konsep Sabat bagi Orang Percaya di Masa Kini: Sebuah Kritik Teks Matius 12:1-8

Periskila Netty Lintang, Yordan Perutu, Eirene Eunike
{"title":"Konsep Sabat bagi Orang Percaya di Masa Kini: Sebuah Kritik Teks Matius 12:1-8","authors":"Periskila Netty Lintang, Yordan Perutu, Eirene Eunike","doi":"10.33991/epigraphe.v6i2.397","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The Sabbath controversy arose because Jesus tried to free people from many legally binding rules. Instead, Jesus wanted to state that religious leaders had interpretations that needed to be directed to the Sabbath that detailed it with so many rules that burdened the people. The legalist attitude towards the concept of the Sabbath in the lives of the people underwent many changes that made them face various challenges. It is necessary to research to consider that time which is a gift from God, is understood to be something of his own personal possessions and pleasures. Attempts to gain an understanding of the concept of the Sabbath are made by exegesis of grammatical analysis based on the structure of Matthew 12:1-8 as a text of choice to be dig which will be unearthed both from the background context and the wording of indicators relating to the Sabbath. The result of this research analysis shows that the main essence of the application of the Sabbath is the mercy of God. Thus believers can apply the Sabbath joyfully to being merciful to themselves by resting to refresh the body, soul, mind, and compassion for those in need.AbstrakKontroversi Sabat muncul karena Yesus mencoba untuk membebaskan orang dari banyak peraturan yang mengikat secara legalis. Sebaliknya, Yesus ingin menyatakan bahwa para pemuka agama memiliki penafsiran yang perlu diarahkan tentang Sabat yang merincikannya dengan begitu banyak aturan yang memberatkan umat. Sikap yang legalis terhadap konsep Sabat dalam kehidupan umat mengalami banyak perubahan yang membuat mereka diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Hal ini perlu diteliti untuk mempertimbangkan bahwa waktu yang adalah anugerah dari Tuhan dipahami menjadi sesuatu milik pribadi dan kesenangannya sendiri. Usaha untuk mendapatkan pemahaman tentang konsep Sabat dilakukan dengan analisis kritik gramatikal berdasarkan berdasarkan struktur Matius 12:1-8 sebagai teks pilihan yang akan digali baik dari konteks latar belakang maupun kata-kata indikator yang berkaitan dengan Sabat. Hasil dari analisis penelitian ini memperlihatkan bahwa esensi utama dari penerapan Sabat yaitu belas kasihan Allah. Dengan demikian orang percaya dapat menerapkan Sabat dengan penuh sukacita karena berbelas kasihan kepada diri sendiri dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh, jiwa, pikiran, dan berbelas kasihan kepada orang-orang yang membutuhkan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"14 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33991/epigraphe.v6i2.397","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

The Sabbath controversy arose because Jesus tried to free people from many legally binding rules. Instead, Jesus wanted to state that religious leaders had interpretations that needed to be directed to the Sabbath that detailed it with so many rules that burdened the people. The legalist attitude towards the concept of the Sabbath in the lives of the people underwent many changes that made them face various challenges. It is necessary to research to consider that time which is a gift from God, is understood to be something of his own personal possessions and pleasures. Attempts to gain an understanding of the concept of the Sabbath are made by exegesis of grammatical analysis based on the structure of Matthew 12:1-8 as a text of choice to be dig which will be unearthed both from the background context and the wording of indicators relating to the Sabbath. The result of this research analysis shows that the main essence of the application of the Sabbath is the mercy of God. Thus believers can apply the Sabbath joyfully to being merciful to themselves by resting to refresh the body, soul, mind, and compassion for those in need.AbstrakKontroversi Sabat muncul karena Yesus mencoba untuk membebaskan orang dari banyak peraturan yang mengikat secara legalis. Sebaliknya, Yesus ingin menyatakan bahwa para pemuka agama memiliki penafsiran yang perlu diarahkan tentang Sabat yang merincikannya dengan begitu banyak aturan yang memberatkan umat. Sikap yang legalis terhadap konsep Sabat dalam kehidupan umat mengalami banyak perubahan yang membuat mereka diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Hal ini perlu diteliti untuk mempertimbangkan bahwa waktu yang adalah anugerah dari Tuhan dipahami menjadi sesuatu milik pribadi dan kesenangannya sendiri. Usaha untuk mendapatkan pemahaman tentang konsep Sabat dilakukan dengan analisis kritik gramatikal berdasarkan berdasarkan struktur Matius 12:1-8 sebagai teks pilihan yang akan digali baik dari konteks latar belakang maupun kata-kata indikator yang berkaitan dengan Sabat. Hasil dari analisis penelitian ini memperlihatkan bahwa esensi utama dari penerapan Sabat yaitu belas kasihan Allah. Dengan demikian orang percaya dapat menerapkan Sabat dengan penuh sukacita karena berbelas kasihan kepada diri sendiri dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh, jiwa, pikiran, dan berbelas kasihan kepada orang-orang yang membutuhkan.
现代信徒安息日的概念:对马太福音12:1-8的批评
关于安息日的争论是因为耶稣试图把人们从许多法律约束的规则中解放出来。相反,耶稣想说的是,宗教领袖对安息日的解释需要直接指导,详细说明了许多给人们带来负担的规则。在人们的生活中,律法主义者对安息日概念的态度经历了许多变化,使他们面临各种挑战。有必要研究一下,把时间看作是上帝的礼物,被理解为他自己的个人财产和快乐。试图理解安息日的概念是通过语法分析的注释,基于马太福音12:1-8的结构,作为一个选择的文本来挖掘,这将从背景上下文和与安息日有关的指示词的措辞中挖掘出来。这一研究分析的结果表明,安息日应用的主要本质是上帝的怜悯。因此,信徒可以喜乐地运用安息日来怜悯自己,通过休息来恢复身体、灵魂和思想,并同情那些需要帮助的人。[摘要][摘要][中文摘要][中文摘要][中文摘要][中文摘要][中文摘要]Sebaliknya, Yesus ingin menyatakan bahwa para pemuka agama memoriliki penafsiran yang perlu diarahkan tentang Sabat yang merincikannya dengan begitu banyak aturan yang memberatkan umat。这是我的祖国,这是我的祖国,这是我的祖国,这是我的祖国。Hal ini perlu diteliti untuk成员pertimbangkan bahwa waktu yang adalah anugerah dari Tuhan dipahami menjadi sessuatu milik pribadi dan kesenangannya sendiri。“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”“”哈西尔达里分析了真主的存在,并对真主的存在进行了分析。当我在这里的时候,当我在这里的时候,当我在这里的时候,当我在这里的时候,当我在这里的时候,当我在这里的时候,当我在这里的时候,我在这里。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
7
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书