Potret Istri yang Cakap: Studi Komparasi antara Gambaran Istri dalam Amsal 31:10-31 dengan Gambaran Perempuan (Istri) Jawa

Vincentius Doni Erlangga Satriawan, Nikolas Kristiyanto
{"title":"Potret Istri yang Cakap: Studi Komparasi antara Gambaran Istri dalam Amsal 31:10-31 dengan Gambaran Perempuan (Istri) Jawa","authors":"Vincentius Doni Erlangga Satriawan, Nikolas Kristiyanto","doi":"10.30648/dun.v7i2.894","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. Patriarchal domination often causes gender bias. In this case, woman is considered to be in a subordinate position to man. This impression can also be seen in Javanese culture, in which woman are often seen as “konco wingking.” Therefore, this paper intends to examine the portrait of woman (wife) in Javanese culture by comparing them with the description of woman in Proverbs 31:10-31. This study is conducted by Martha Nussbaum's feminist interpretation. Through this study, an understanding was obtained that as described by woman in Proverbs 31:10-31, woman's position in Javanese culture does not always have to be interpreted as a limitation, but instead becomes a means of woman’s developing and controlling over her environment as the key to achieving happiness.Abstrak. Dominasi patriarki seringkali menyebabkan adanya bias gender. Dalam hal ini perempuan dianggap dalam posisi subordinat dari laki-laki. Kesan tersebut juga terlihat dalam budaya Jawa, di mana perempuan tidak jarang dianggap sebagai “konco wingking.” Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji potret perempuan (istri) dalam budaya Jawa dengan mengkomparasikan dengan gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31. Studi ini memanfaatkan interpretasi feminis Martha Nussbaum. Melalui kajian ini diperoleh pemahaman bahwa sebagaimana gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31, posisi perempuan dalam budaya Jawa tidak selalu harus dimaknai sebagai pembatasan, namun justru menjadi sarana pengembangan dan kontrol perempuan terhadap lingkungannya sebagai kunci mencapai kebahagiaan.","PeriodicalId":32879,"journal":{"name":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.894","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Abstract. Patriarchal domination often causes gender bias. In this case, woman is considered to be in a subordinate position to man. This impression can also be seen in Javanese culture, in which woman are often seen as “konco wingking.” Therefore, this paper intends to examine the portrait of woman (wife) in Javanese culture by comparing them with the description of woman in Proverbs 31:10-31. This study is conducted by Martha Nussbaum's feminist interpretation. Through this study, an understanding was obtained that as described by woman in Proverbs 31:10-31, woman's position in Javanese culture does not always have to be interpreted as a limitation, but instead becomes a means of woman’s developing and controlling over her environment as the key to achieving happiness.Abstrak. Dominasi patriarki seringkali menyebabkan adanya bias gender. Dalam hal ini perempuan dianggap dalam posisi subordinat dari laki-laki. Kesan tersebut juga terlihat dalam budaya Jawa, di mana perempuan tidak jarang dianggap sebagai “konco wingking.” Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji potret perempuan (istri) dalam budaya Jawa dengan mengkomparasikan dengan gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31. Studi ini memanfaatkan interpretasi feminis Martha Nussbaum. Melalui kajian ini diperoleh pemahaman bahwa sebagaimana gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31, posisi perempuan dalam budaya Jawa tidak selalu harus dimaknai sebagai pembatasan, namun justru menjadi sarana pengembangan dan kontrol perempuan terhadap lingkungannya sebagai kunci mencapai kebahagiaan.
一个能干妻子的肖像:箴言31:10-31中对妻子形象的比较研究和java女人(妻子)的形象
摘要父权统治常常导致性别偏见。在这种情况下,女人被认为处于男人的从属地位。这种印象在爪哇文化中也可以看到,在爪哇文化中,女人经常被视为“konco wingking”。因此,本文拟将爪哇文化中妇女(妻子)的形象与箴言31:10-31中对妇女的描述进行比较,以考察爪哇文化中妇女(妻子)的形象。本研究采用Martha Nussbaum的女权主义解读。通过本研究,我们了解到,正如箴言31:10-31所描述的那样,妇女在爪哇文化中的地位并不总是被解释为一种限制,而是成为妇女发展和控制其环境的手段,是实现幸福的关键。多米尼加的父权制对性别有偏见。Dalam hal ini perempuan dianggap Dalam posisi从属于dari laki-laki。Kesan tersebut juga terlihat dalam budaya java, di mana perempuan tidak jarang dianggap sebagai“konco wingking”。Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji potret perempuan (istri) dalam budaya爪哇dengan mengkomparasikan dengan gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31。玛莎·努斯鲍姆(Martha Nussbaum)对女性的男性特征进行了研究。【中文译文】:我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
55
审稿时长
8 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书