{"title":"Household Spending, Social Media Addiction, and Its Impact on Muslim Family Ties","authors":"Hari Candra, Helmalia Helmalia","doi":"10.22373/share.v11i2.15119","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Few are aware that spending more time on social media within the home and allocating domestic work can disrupt the household's economic equilibrium. Currently, the modern way of life has eroded the values of Muslim homes. On the basis of Islamic values, Muslim household ties reflect an attitude that balances the satisfaction of needs with the allocation of time for domestic work. This study examines the relationship between the household's social media addiction, household spending, and its impact on family ties in the West Sumatra Province of Indonesia. This study employs a relational survey model and quota sampling to collect data from 250 households in the ten cities/districts of West Sumatra Province with the most significant internet usage in 2020. Various statistical analysis methods, including descriptive statistics and moderating regression analysis using ordinary least squares (OLS), are utilized for modeling throughout the entire study. The empirical findings indicate that household spending has a significant negative impact on family ties, with a coefficient of 2.00, and that social media addiction among both parents and adolescents has a relatively significant negative impact on family ties, with coefficients of 0.0011 and 0.0082, respectively. In addition, this phenomenon has not occurred across all categories of household spending, nor has marital status moderated the relationship between household spending, social media addiction, and family ties. At the same time, adolescents from divorced homes are susceptible to social media addiction.======================================================================================================== ABSTRAK – Pengeluaran Rumah Tangga, Kecanduan Media Sosial, dan Dampaknya terhadap Ikatan Keluarga Muslim. Tidak banyak yang menyadari bahwa menghabiskan lebih banyak waktu dengan media sosial di dalam rumah tangga dan mengalokasikan pekerjaan rumah tangga dapat mempengaruhi keseimbangan umum dalam ekonomi rumah tangga. Gaya hidup modern saat ini telah mengikis nilai-nilai rumah tangga Muslim. Ikatan rumah tangga Muslim merupakan sikap harmonisasi pemenuhan kebutuhan dan alokasi waktu pekerjaan rumah tangga berdasarkan landasan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kausal kecanduan media sosial rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, dan dampaknya terhadap ikatan keluarga di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan model survei relasional, dengan teknik pengambilan sampel kuota 250 rumah tangga, dari sepuluh wilayah Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, dengan penggunaan internet paling tinggi pada tahun 2020. Berbagai metode analisis statistik digunakan, antara lain statistik deskriptif dan analisis regresi moderasi Ordinary Least Square (OLS), untuk pemodelan selama penelitian. Temuan empiris menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga berpengaruh negatif signifikan terhadap ikatan keluarga, koefisien= 2,00, dan kecanduan media sosial antara orang tua dan remaja memiliki pengaruh negatif signifikan relatif 0,0011 dan 0,0082 terhadap ikatan keluarga. Selain itu, fenomena ini belum terjadi pada semua kategori pengeluaran rumah tangga, dan status perkawinan belum memoderasi pengeluaran rumah tangga dan interaksi kecanduan media sosial pada ikatan keluarga. Pada saat yang sama, remaja di rumah tangga yang bercerai rentan terhadap paparan kecanduan media sosial.","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/share.v11i2.15119","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Few are aware that spending more time on social media within the home and allocating domestic work can disrupt the household's economic equilibrium. Currently, the modern way of life has eroded the values of Muslim homes. On the basis of Islamic values, Muslim household ties reflect an attitude that balances the satisfaction of needs with the allocation of time for domestic work. This study examines the relationship between the household's social media addiction, household spending, and its impact on family ties in the West Sumatra Province of Indonesia. This study employs a relational survey model and quota sampling to collect data from 250 households in the ten cities/districts of West Sumatra Province with the most significant internet usage in 2020. Various statistical analysis methods, including descriptive statistics and moderating regression analysis using ordinary least squares (OLS), are utilized for modeling throughout the entire study. The empirical findings indicate that household spending has a significant negative impact on family ties, with a coefficient of 2.00, and that social media addiction among both parents and adolescents has a relatively significant negative impact on family ties, with coefficients of 0.0011 and 0.0082, respectively. In addition, this phenomenon has not occurred across all categories of household spending, nor has marital status moderated the relationship between household spending, social media addiction, and family ties. At the same time, adolescents from divorced homes are susceptible to social media addiction.======================================================================================================== ABSTRAK – Pengeluaran Rumah Tangga, Kecanduan Media Sosial, dan Dampaknya terhadap Ikatan Keluarga Muslim. Tidak banyak yang menyadari bahwa menghabiskan lebih banyak waktu dengan media sosial di dalam rumah tangga dan mengalokasikan pekerjaan rumah tangga dapat mempengaruhi keseimbangan umum dalam ekonomi rumah tangga. Gaya hidup modern saat ini telah mengikis nilai-nilai rumah tangga Muslim. Ikatan rumah tangga Muslim merupakan sikap harmonisasi pemenuhan kebutuhan dan alokasi waktu pekerjaan rumah tangga berdasarkan landasan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kausal kecanduan media sosial rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, dan dampaknya terhadap ikatan keluarga di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan model survei relasional, dengan teknik pengambilan sampel kuota 250 rumah tangga, dari sepuluh wilayah Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, dengan penggunaan internet paling tinggi pada tahun 2020. Berbagai metode analisis statistik digunakan, antara lain statistik deskriptif dan analisis regresi moderasi Ordinary Least Square (OLS), untuk pemodelan selama penelitian. Temuan empiris menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga berpengaruh negatif signifikan terhadap ikatan keluarga, koefisien= 2,00, dan kecanduan media sosial antara orang tua dan remaja memiliki pengaruh negatif signifikan relatif 0,0011 dan 0,0082 terhadap ikatan keluarga. Selain itu, fenomena ini belum terjadi pada semua kategori pengeluaran rumah tangga, dan status perkawinan belum memoderasi pengeluaran rumah tangga dan interaksi kecanduan media sosial pada ikatan keluarga. Pada saat yang sama, remaja di rumah tangga yang bercerai rentan terhadap paparan kecanduan media sosial.
很少有人意识到,在家里花更多时间在社交媒体上和分配家务会破坏家庭的经济平衡。目前,现代生活方式已经侵蚀了穆斯林家庭的价值。在伊斯兰价值观的基础上,穆斯林家庭关系反映了一种平衡需求满足与分配家务时间的态度。本研究考察了印度尼西亚西苏门答腊省家庭社交媒体成瘾、家庭支出及其对家庭关系的影响之间的关系。本研究采用关系调查模型和配额抽样,收集了西苏门答腊省2020年互联网使用率最高的10个城市/地区的250个家庭的数据。在整个研究过程中,使用了各种统计分析方法,包括描述性统计和使用普通最小二乘(OLS)的调节回归分析。实证结果表明,家庭支出对家庭关系具有显著的负向影响,其系数为2.00;父母和青少年的社交媒体成瘾对家庭关系具有相对显著的负向影响,其系数分别为0.0011和0.0082。此外,这种现象并非发生在所有类别的家庭支出中,婚姻状况也没有调节家庭支出、社交媒体成瘾和家庭关系之间的关系。与此同时,来自离异家庭的青少年也容易对社交媒体上瘾。======================================================================================================== ABSTRAK——Pengeluaran大Tangga Kecanduan媒体Sosial丹Dampaknya terhadap Ikatan Keluarga穆斯林。我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿Gaya hidup现代saat ini telah mengikis nilai-nilai rumah tangga穆斯林。我是穆斯林,我是穆斯林,我是穆斯林,我是穆斯林,我是穆斯林。Penelitian ini mengeksplorasi现象kaal kecanduan媒体社会rumah tangga, peneluaran rumah tangga, dan danpaknya terhadap, katan keluarga省苏门答腊岛,印度尼西亚。Penelitian ini menggunakan模型测量关系,dengan teknik pengambilan sampel kuota 250 rumah tangga, dari sepuluh wilayah Kota/Kabupaten di Provinsi sumatra, dengan penggunaan internet paling tinggi paada tahun 2020。Berbagai方法分析统计数据digunakan, antara lain统计数据描述,普通最小二乘回归分析(OLS), untuk pemodelan和selama penelitian。Temuan experiis menunjukkan bahwa peneluaran rumah tanga berpengaruh负显著性= 2000,dan kecanduan media social . antara orang tua remaja memiliki pengaruh负显著性相对于0 . 11,0 . 0082 terhadap ikanuarga。Selain itu,现象在比利时的terjadi pada semua kategori peneluaran rumah tangga, danstatus perkawinan belan memoderasi peneluaran rumah tangga, daninteraksi kemandan media social pada idakan keluarga。帕达萨特·杨萨玛,雷马贾·迪·鲁玛·唐加·杨berceri·任丹,狗仔队,坎坎顿媒体社交。