{"title":"JEJAK DIASPORA DAN NARASI KEHIDUPAN PICTURE BRIDES DALAM NOVEL THE BUDDHA IN THE ATTIC KARYA JULIE OTSUKA","authors":"Sindhy Sintya Mianani","doi":"10.22146/POETIKA.V7I2.49352","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Amerika Serikat yang dikenal sebagai negeri para imigran telah menarik jutaan imigran yang bermimpi untuk memiliki masa depan cerah ke pesisir negaranya. Sebagai negeri para imigran, pengalaman diaspora para imigran di Amerika sejatinya merupakan topik yang telah banyak dieksplorasi dalam dunia kesusastraan. Akan tetapi, sedikit sekali yang berbicara mengenai diaspora warga Jepang di Amerika. Sebagai sebuah awalan, studi ini menguraikan pengalaman diaspora para perempuan Jepang yang mengadu nasib di daratan Amerika sebagai picture brides dalam novel The Buddha in the Attic karya Julie Otsuka. Tidak hanya berbicara mengenai kehidupan picture brides di Amerika, The Buddha in the Attic juga menceritakan pengalaman imigran Jepang pada masa Perang Dunia II yang berujung pada kamp-kamp konsentrasi. Untuk menguraikan permasalahan tersebut, studi ini menerapkan teori Historical Poetics yang diprakarsai oleh Alan Swingewood untuk memperoleh hasil analisis yang rigid. Dikemas dengan subjek orang pertama jamak (first person plural), Julie Otsuka menciptakan sebuah narasi tentang kehidupan para picture brides dan imigran Jepang secara kolektif. Tindakan yang dilakukan sang penulis ini, disinyalir sebagai bentuk post-memory-nya sebagai generasi ketiga imigran Jepang (sansei) di Amerika. Kata kunci: diaspora, narasi, historical poetics, picture brides, post-memory United States of America which is acknowledged as the land of immigrants has lured millions of those who seek for a bright future to its coast. As the land of immigrants, diaporic phenomenon in America has been explored extensively in literary world. However, a very few number has yet to conduct a study on Japanese diasporic phenomenon in America. To begin with, this study attempts to describe the diaporic phenomenon of Japanese women who came to America as picture brides in Julie Otsuka’s The Buddha in the Attic. Not only narrating the the story of picture brides in America, The Buddha in the Attic also tells the story of Japanese migrants who ended up in concentracion camps during the Word War II period. To solve the problem aforementioned, this study applies Alan Swingewood’s Historical Poetics to get adequate results. As the novel is written in first person plural prounoun, Julie Otsuka is said to create narratives on Japanese picture brides and Japanese migrants collectively. What the author does is assumed as the post-memory of being the third generation of Japanese migrants (sansei) in America. Keywords: diaspora, narratives, historical poetics, picture brides, post-memory","PeriodicalId":31482,"journal":{"name":"Jurnal Poetika","volume":"7 1","pages":"119-135"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Poetika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/POETIKA.V7I2.49352","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Amerika Serikat yang dikenal sebagai negeri para imigran telah menarik jutaan imigran yang bermimpi untuk memiliki masa depan cerah ke pesisir negaranya. Sebagai negeri para imigran, pengalaman diaspora para imigran di Amerika sejatinya merupakan topik yang telah banyak dieksplorasi dalam dunia kesusastraan. Akan tetapi, sedikit sekali yang berbicara mengenai diaspora warga Jepang di Amerika. Sebagai sebuah awalan, studi ini menguraikan pengalaman diaspora para perempuan Jepang yang mengadu nasib di daratan Amerika sebagai picture brides dalam novel The Buddha in the Attic karya Julie Otsuka. Tidak hanya berbicara mengenai kehidupan picture brides di Amerika, The Buddha in the Attic juga menceritakan pengalaman imigran Jepang pada masa Perang Dunia II yang berujung pada kamp-kamp konsentrasi. Untuk menguraikan permasalahan tersebut, studi ini menerapkan teori Historical Poetics yang diprakarsai oleh Alan Swingewood untuk memperoleh hasil analisis yang rigid. Dikemas dengan subjek orang pertama jamak (first person plural), Julie Otsuka menciptakan sebuah narasi tentang kehidupan para picture brides dan imigran Jepang secara kolektif. Tindakan yang dilakukan sang penulis ini, disinyalir sebagai bentuk post-memory-nya sebagai generasi ketiga imigran Jepang (sansei) di Amerika. Kata kunci: diaspora, narasi, historical poetics, picture brides, post-memory United States of America which is acknowledged as the land of immigrants has lured millions of those who seek for a bright future to its coast. As the land of immigrants, diaporic phenomenon in America has been explored extensively in literary world. However, a very few number has yet to conduct a study on Japanese diasporic phenomenon in America. To begin with, this study attempts to describe the diaporic phenomenon of Japanese women who came to America as picture brides in Julie Otsuka’s The Buddha in the Attic. Not only narrating the the story of picture brides in America, The Buddha in the Attic also tells the story of Japanese migrants who ended up in concentracion camps during the Word War II period. To solve the problem aforementioned, this study applies Alan Swingewood’s Historical Poetics to get adequate results. As the novel is written in first person plural prounoun, Julie Otsuka is said to create narratives on Japanese picture brides and Japanese migrants collectively. What the author does is assumed as the post-memory of being the third generation of Japanese migrants (sansei) in America. Keywords: diaspora, narratives, historical poetics, picture brides, post-memory
美国被称为移民国家,吸引了数百万梦想在自己的海岸拥有光明未来的移民。作为一个移民国家,移民在真正的美洲被驱逐出境的经历是一个在灾难世界中被广泛探讨的话题。然而,很少有人提到散居美国的日本人。首先,本研究揭示了朱莉·大冢的小说《阁楼上的佛》中在美国土地上遭遇命运的日本女性作为图画新娘的经历。我们谈论的不仅是照片新娘在美国的生活,《阁楼上的佛陀》还告诉了二战期间日本移民的经历,这些经历可以追溯到集中营。为了解决这一问题,本研究运用斯温格伍德所描述的历史诗学理论进行了刚性分析。Julie Otsuka以第一人称复数为主题,创作了一个关于摄影师新娘和日本移民集体生活的叙事。这位作家的行为,作为他在美国的第三代日本移民(三濑)的后记忆形式。[UNK]关键词:散居国外、纳拉西、历史诗学、图片新娘、后记忆美利坚合众国被公认为移民之地,吸引了数百万寻求光明未来的人来到美国海岸。美国作为移民之地,其滞育现象在文学界得到了广泛的探讨。然而,很少有人对日本在美国的流散现象进行研究。首先,本研究试图描述朱莉·大冢(Julie Otsuka)的《阁楼上的佛》(the Buddha in the Attic)中作为图画新娘来到美国的日本女性的和谐现象。《阁楼上的佛祖》不仅讲述了美国画像新娘的故事,还告诉了二战时期日本移民在集中营的故事。为了解决上述问题,本研究运用了斯温格伍德的《历史诗学》,取得了较好的效果。由于这部小说是用第一人称复数prognon写成的,据说Julie Otsuka创作了关于日本新娘和日本移民的集体叙事。作者所做的一切被认为是作为美国第三代日本移民(三成)的后记忆。关键词:散居、叙事、历史诗学、图片新娘、后记忆