Optimization Strategy for Mudharabah Financing in Indonesian Islamic Banking

K. Umam, Farah Khoirunnisa, Imam Kamaluddin, I. Roslan
{"title":"Optimization Strategy for Mudharabah Financing in Indonesian Islamic Banking","authors":"K. Umam, Farah Khoirunnisa, Imam Kamaluddin, I. Roslan","doi":"10.22373/share.v12i1.15158","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Mudharabah financing in Islamic banking plays a crucial role in addressing real-sector capital problems through its profit and loss sharing (PLS) system. However, despite its potential, the PLS system faces several obstacles that make it less attractive to financial institutions. This study aims to identify the issues causing non-optimal mudharabah financing practices in Indonesian Islamic banking, analyze solutions, and provide the optimization strategies. This study employed a qualitative method with the Analytical Network Process (ANP) approach to analyze the priority issues and solutions to mudharabah financing practices in Indonesia. The data were collected through interviews and focus group discussions with industry experts and stakeholders. The findings show that the primary issues are: 1) internal problems such as non-collateral for long-term profit sharing for small financing customers, and 2) external problems including regulatory issues regarding the COVID-19 stimulus. The study identified priority solutions to overcome these issues, including long-term financing with profit-sharing ratios and yield benchmarks, regulatory strategies, community training, and IT and HR investments. Developing the integrated MSME segment and strengthening stakeholder synergy were also identified as crucial. The study recommends that Islamic banks in Indonesia implement the identified priority solutions to increase trust in mudharabah financing and thus become the core product for financing real-sector capital problems in Indonesia. These findings have important implications for the regulatory authorities and policy-makers to facilitate a conducive environment for Islamic banking and to address the challenges faced by Islamic financial institutions.======================================================================================================== ABSTRAK – Strategi Optimisasi Pembiayaan Mudharabah pada Perbankan Syariah di Indonesia. Pembiayaan mudharabah dalam perbankan syariah memainkan peranan penting dalam menangani masalah permodalan sektor riil melalui pola bagi hasilnya. Namun, meskipun memiliki potensi, sistem bagi hasil kurang menarik bagi lembaga keuangan karena beberapa kendala dalam implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan optimalisasi pembiayaan mudharabah, menganalisis solusi, dan memberikan strategi optimisasinya pada perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analytical Network Process (ANP) dimana data-data dikumpulkan melalui wawancara dan FGD dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya. Kajian ini menemukan bahwa penyebab utama permasalahan tersebut adalah: 1) faktor internal, seperti tidak adanya jaminan untuk berbagi keuntungan jangka panjang bagi pelanggan pembiayaan kecil, dan 2) faktor eksternal, seperti regulasi terkait stimulus COVID-19. Solusi prioritas dalam mengatasi masalah ini adalah pembiayaan jangka panjang yang menciptakan rasio bagi hasil dan merancang benchmark imbal hasil; strategi regulasi; pelatihan masyarakat; dan investasi TI dan SDM. Selain itu, pengembangan segmen UMKM terintegrasi dan penguatan sinergi pemangku kepentingan juga diidentifikasi sebagai hal yang uregn dilakukan. Penelitian ini merekomendasikan agar bank syariah di Indonesia dapat menerapkan solusi prioritas tersebut agar meningkatkan kepercayaan dan menjadi produk inti untuk pembiayaan sektor riil di Indonesia. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi otoritas regulasi dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perbankan syariah dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga keuangan syariah.","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/share.v12i1.15158","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Mudharabah financing in Islamic banking plays a crucial role in addressing real-sector capital problems through its profit and loss sharing (PLS) system. However, despite its potential, the PLS system faces several obstacles that make it less attractive to financial institutions. This study aims to identify the issues causing non-optimal mudharabah financing practices in Indonesian Islamic banking, analyze solutions, and provide the optimization strategies. This study employed a qualitative method with the Analytical Network Process (ANP) approach to analyze the priority issues and solutions to mudharabah financing practices in Indonesia. The data were collected through interviews and focus group discussions with industry experts and stakeholders. The findings show that the primary issues are: 1) internal problems such as non-collateral for long-term profit sharing for small financing customers, and 2) external problems including regulatory issues regarding the COVID-19 stimulus. The study identified priority solutions to overcome these issues, including long-term financing with profit-sharing ratios and yield benchmarks, regulatory strategies, community training, and IT and HR investments. Developing the integrated MSME segment and strengthening stakeholder synergy were also identified as crucial. The study recommends that Islamic banks in Indonesia implement the identified priority solutions to increase trust in mudharabah financing and thus become the core product for financing real-sector capital problems in Indonesia. These findings have important implications for the regulatory authorities and policy-makers to facilitate a conducive environment for Islamic banking and to address the challenges faced by Islamic financial institutions.======================================================================================================== ABSTRAK – Strategi Optimisasi Pembiayaan Mudharabah pada Perbankan Syariah di Indonesia. Pembiayaan mudharabah dalam perbankan syariah memainkan peranan penting dalam menangani masalah permodalan sektor riil melalui pola bagi hasilnya. Namun, meskipun memiliki potensi, sistem bagi hasil kurang menarik bagi lembaga keuangan karena beberapa kendala dalam implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan optimalisasi pembiayaan mudharabah, menganalisis solusi, dan memberikan strategi optimisasinya pada perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analytical Network Process (ANP) dimana data-data dikumpulkan melalui wawancara dan FGD dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya. Kajian ini menemukan bahwa penyebab utama permasalahan tersebut adalah: 1) faktor internal, seperti tidak adanya jaminan untuk berbagi keuntungan jangka panjang bagi pelanggan pembiayaan kecil, dan 2) faktor eksternal, seperti regulasi terkait stimulus COVID-19. Solusi prioritas dalam mengatasi masalah ini adalah pembiayaan jangka panjang yang menciptakan rasio bagi hasil dan merancang benchmark imbal hasil; strategi regulasi; pelatihan masyarakat; dan investasi TI dan SDM. Selain itu, pengembangan segmen UMKM terintegrasi dan penguatan sinergi pemangku kepentingan juga diidentifikasi sebagai hal yang uregn dilakukan. Penelitian ini merekomendasikan agar bank syariah di Indonesia dapat menerapkan solusi prioritas tersebut agar meningkatkan kepercayaan dan menjadi produk inti untuk pembiayaan sektor riil di Indonesia. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi otoritas regulasi dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perbankan syariah dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga keuangan syariah.
印尼伊斯兰银行Mudharabah融资的优化策略
伊斯兰银行业的Mudharabah融资通过其损益共享(PLS)系统在解决实体部门资本问题方面发挥着至关重要的作用。然而,尽管PLS系统具有潜力,但它面临着一些障碍,使其对金融机构的吸引力降低。本研究旨在找出导致印尼伊斯兰银行业mudharabah融资实践非最优的问题,分析解决方案,并提供优化策略。本研究采用定性方法和分析网络过程(ANP)方法来分析印尼mudharabah融资实践的优先问题和解决方案。数据是通过与行业专家和利益相关者的访谈和焦点小组讨论收集的。研究结果表明,主要问题是:1)内部问题,如小融资客户的长期利润分成不一致;2)外部问题,包括新冠肺炎刺激计划的监管问题。该研究确定了克服这些问题的优先解决方案,包括具有利润分享比率和收益基准的长期融资、监管战略、社区培训以及IT和人力资源投资。发展中小微企业综合部门和加强利益攸关方的协同作用也被认为至关重要。该研究建议印尼的伊斯兰银行实施已确定的优先解决方案,以增加对穆哈拉巴融资的信任,从而成为印尼实体部门资本问题融资的核心产品。这些发现对监管机构和决策者有重要意义,有助于为伊斯兰银行业创造有利的环境,并应对伊斯兰金融机构面临的挑战=======================================================================================================================================================================[UNK]ABSTRAK–印度尼西亚Syariah银行优化移动收费的策略。企业银行的抵押贷款成本通过其结果模式在解决金融部门抵押贷款问题方面发挥着重要作用。然而,尽管它有潜力,但由于在实施过程中的一些控制,该系统对金融机构的吸引力较小。本研究旨在确定抵押贷款融资优化的问题,分析解决方案,并为印度尼西亚的企业银行提供优化策略。本研究采用定性方法和分析网络过程(ANP)方法,通过与行业和其他利益相关者的访谈和FGD收集数据。研究发现,问题的主要原因是:1)内部因素,如无法保证小融资客户分享长期利润;2)外部因素,如新冠肺炎刺激措施的监管。解决这一问题的优先办法是长期供资,建立成果比率并设计成果基准监管策略;公共培训;以及IT和SDM投资。此外,综合UMKM细分市场的开发和我的开发兴趣的协同负载也被认为是不规则的。这项研究建议印尼公司银行能够实施这些优先事项,以增强信心,成为印尼里尔行业发展的核心产品。这一发现对监管机构和政策制定者为企业银行创造有利环境和应对企业融资面临的挑战具有重要意义。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
13
审稿时长
10 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书