Analisis Sentimen Pendapat Masyarakat Mengenai Vaksin Covid-19 Pada Media Sosial Twitter dengan Robustly Optimized BERT Pretraining Approach

Muhammad Mahrus Zain, Rizky Nathamael Simbolon, Harlem Sulung, Zaidan Anwar
{"title":"Analisis Sentimen Pendapat Masyarakat Mengenai Vaksin Covid-19 Pada Media Sosial Twitter dengan Robustly Optimized BERT Pretraining Approach","authors":"Muhammad Mahrus Zain, Rizky Nathamael Simbolon, Harlem Sulung, Zaidan Anwar","doi":"10.35143/jkt.v7i2.4782","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pada tanggal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran virus ini sudah ada pada tahun 2019 lalu di kota Wuhan, China. Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease. Rencana kegiatan vaksinasi tersebut juga haruslah mempertimbangkan berbagai masukan, di antaranya adalah dengan melihat bagaimana respon dan opini masyarakat terhadap wacana vaksinasi tersebut. Dengan memanfaatkan data dari media sosial twitter, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap wacana vaksinasi dengan cara mengklasifikasikan respon tersebut ke dalam respon positif dan negatif. Selanjutnya juga akan dilakukan pengelompokkan opini masyarakat menggunakan model pre-trained Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk mengetahui sentimen dari topik vaksinasi Covid-19 yang dibahas oleh masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak memberikan respon negatif terhadap wacana tersebut (24,7%) dibandingkan dengan respon positifnya (5,7%) dengan sisa respon netral (69,6%). Kata-kata bersentimen yang paling sering muncul juga mengindikasikan lebih banyak kata yang bersentimen negatif dibandingkan dengan kata yang bersentimen positif. Rata-rata hasil akurasi prediksi penerapan model pre-trainer pada label positif adalah 84%, Netral 97% dan Negatif 93%.","PeriodicalId":31786,"journal":{"name":"Jurnal Komputer Terapan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Komputer Terapan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35143/jkt.v7i2.4782","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Pada tanggal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran virus ini sudah ada pada tahun 2019 lalu di kota Wuhan, China. Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease. Rencana kegiatan vaksinasi tersebut juga haruslah mempertimbangkan berbagai masukan, di antaranya adalah dengan melihat bagaimana respon dan opini masyarakat terhadap wacana vaksinasi tersebut. Dengan memanfaatkan data dari media sosial twitter, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap wacana vaksinasi dengan cara mengklasifikasikan respon tersebut ke dalam respon positif dan negatif. Selanjutnya juga akan dilakukan pengelompokkan opini masyarakat menggunakan model pre-trained Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk mengetahui sentimen dari topik vaksinasi Covid-19 yang dibahas oleh masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak memberikan respon negatif terhadap wacana tersebut (24,7%) dibandingkan dengan respon positifnya (5,7%) dengan sisa respon netral (69,6%). Kata-kata bersentimen yang paling sering muncul juga mengindikasikan lebih banyak kata yang bersentimen negatif dibandingkan dengan kata yang bersentimen positif. Rata-rata hasil akurasi prediksi penerapan model pre-trainer pada label positif adalah 84%, Netral 97% dan Negatif 93%.
基于鲁棒优化BERT预训练方法的社会对社交媒体推特上新冠肺炎疫苗发现的情绪分析
2020年3月11日,世界卫生组织(世界卫生组织)正式将新冠肺炎定为全球大流行。这种病毒于2019年在中国武汉传播。官方政府在冠状病毒大流行疾病支持网络中制定了总统的疫苗接种和疫苗接种实施规则。疫苗接种行动计划还应考虑各种条目,包括研究公众对疫苗的反应和看法。利用社交媒体推特的数据,这项研究旨在通过将公众对疫苗的反应分为积极反应和消极反应来分析公众对疫苗。它还将是一个公众意见分组,使用预先训练的印尼RoBERTa基础情绪分类器模型,从公众讨论的新冠肺炎疫苗接种主题中学习情绪。分析显示,与阳性反应(5.7%)和中性反应(69.6%)相比,更多的人对患者做出了负面反应(24.7%)。最常出现的刺激词也表明消极刺激词比积极刺激词多。在阳性标签上预测预训练器模型应用的平均准确率为84%,Netral为97%,阴性为93%。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
32
审稿时长
6 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书