{"title":"Konstruksi Misi Integral Menurut Matius 9:35-36","authors":"Sensius Amon Karlau","doi":"10.30648/dun.v8i1.959","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. This study aimed to articulate an integral mission for marginalized communities. So far, The Great Commission has mostly been understood as a command to preach the gospel verbally for the purpose of converting other believers. Meanwhile, marginalized communities need a Gospel message that liberates them from all kinds of oppression. Therefore, a new perspective on mission is needed that can answer these needs. This study used a qualitative approach by starting from the text analysis of Matthew 9:35-36. The result of the analysis of the text showed that Jesus' mission was an integral one. The mission originated from a compassioned hearth and intended to answer every aspect of human needs.Abstrak. Kajian ini bertujuan untuk mengartikulasikan misi integral bagi masyarakat marginal. Selama ini Amanat Agung lebih banyak dipahami sebagai perintah untuk melakukan pemberitaan Injil secara verbal demi tujuan konversi pengantut agama lainnya. Sementara itu, masyarakat marginal membutuhkan berita Injil yang membebaskan mereka dari segala macam penindasan. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara pandang baru tentang misi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berangkat dari analisis teks Matius 9:35-36. Hasil dari analisis terhadap teks tersebut menunjukkan bahwa misi yang dilakukan Yesus adalah misi yang bersifat integral. Misi tersebut berangkat dari perasaan belas kasihan dan bermaksud untuk menjawab setiap aspek kebutuhan manusia.","PeriodicalId":32879,"journal":{"name":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v8i1.959","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstract. This study aimed to articulate an integral mission for marginalized communities. So far, The Great Commission has mostly been understood as a command to preach the gospel verbally for the purpose of converting other believers. Meanwhile, marginalized communities need a Gospel message that liberates them from all kinds of oppression. Therefore, a new perspective on mission is needed that can answer these needs. This study used a qualitative approach by starting from the text analysis of Matthew 9:35-36. The result of the analysis of the text showed that Jesus' mission was an integral one. The mission originated from a compassioned hearth and intended to answer every aspect of human needs.Abstrak. Kajian ini bertujuan untuk mengartikulasikan misi integral bagi masyarakat marginal. Selama ini Amanat Agung lebih banyak dipahami sebagai perintah untuk melakukan pemberitaan Injil secara verbal demi tujuan konversi pengantut agama lainnya. Sementara itu, masyarakat marginal membutuhkan berita Injil yang membebaskan mereka dari segala macam penindasan. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara pandang baru tentang misi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berangkat dari analisis teks Matius 9:35-36. Hasil dari analisis terhadap teks tersebut menunjukkan bahwa misi yang dilakukan Yesus adalah misi yang bersifat integral. Misi tersebut berangkat dari perasaan belas kasihan dan bermaksud untuk menjawab setiap aspek kebutuhan manusia.
摘要本研究旨在阐明边缘化社区的整体使命。到目前为止,大使命大多被理解为口头传讲福音的命令,目的是使其他信徒归信。与此同时,被边缘化的群体需要福音的信息,将他们从各种压迫中解放出来。因此,需要一种新的使命观来满足这些需求。本研究采用定性方法,从马太福音9:35-36的文本分析开始。文本分析的结果表明,耶稣的使命是一个整体。这一使命源于一种充满同情心的愿望,旨在满足人类各方面的需求。卡吉尼bertujuan untuk mengartikulasikan misi积分bagi masyarakat边际。Selama ini Amanat Agung lebih banyak dipahami sebagai perintah untuk melakukan pemberitaan Injil secara verbal demi tujuan konversi pengantut agama lainya。Sementara itu, masyarakat边际membutuhkan berita Injil yang成员baskan mereka dari segala macam penindasan。Oleh karena itu, diperlukan suatu cara pandang baru tenang misi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut。Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berangkat dari analysistes马太福音9:35-36。哈士达里分析说,这是一个简单的例子,但menunjukkan bahwa misi yang dilakukan Yesus adalah misi yang bersifat积分。Misi tersebut berangkat dari perasaan belas kasihan dan bermaksud untuk menjawab设置为kebutuhan manusia。