Pendidikan Agama Kristen yang Membebaskan: Pedagogis Kritis Paulo Freire dalam Konteks Budaya Suku Boti

R. Pandie, Desi Sianipar, Lamhot Naibaho
{"title":"Pendidikan Agama Kristen yang Membebaskan: Pedagogis Kritis Paulo Freire dalam Konteks Budaya Suku Boti","authors":"R. Pandie, Desi Sianipar, Lamhot Naibaho","doi":"10.30648/dun.v7i2.944","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. This paper aimed to propose a liberating construction of Christian Religious Education (CRE). This study departs from research conducted on the Boti ethnic community in Boti Village, South Central Timor District. The Christians in the Boti community are still treated as adherents of foreign religions, whose existence is considered a threat to local culture. This fact makes Christians there unable to contribute optimally to the development of the local community. The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. Conducted by Paulo Freire's thinking about critical pedagogy, it is obtained a CRE construction that is relevant to the social situation of society. CRE must be contextual, holistic, liberative and transformative by directing all resources and pedagogical efforts to produce a generation that is critical and dialogical; they have sensitivity, solidarity, and ability to analyze social issues.Abstrak. Tujuan tulisan ini adalah mengusulkan konstruksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang membebaskan. Kajian ini berangkat dari penelitian yang dilakukan pada masyarakat Suku Boti di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Umat Kristiani di masyarakat Boti masih diperlakukan sebagai penganut agama asing, yang keberadaannya dianggap mengancam budaya lokal. Kenyataan tersebut membuat umat Kristiani di sana tidak dapat memberikan konstribusi secara maksimal bagi kemajuan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dengan menggunakan bantuan pemikiran Paulo Freira tentang pedagogis kritis, diperoleh hasil suatu konstruksi PAK yang relevan situasi sosial masyarakat. PAK harus bersifat kontekstual, holistik, liberatif dan transformatif dengan mengarahkan segala daya dan upaya pedagogis agar menghasilkan generasi yang kritis, dialogis, memiliki kepekaan dan solidaritas kemanusiaan, dan memiliki kemampuan menganalisis masalah-masalah sosial.","PeriodicalId":32879,"journal":{"name":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.944","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Abstract. This paper aimed to propose a liberating construction of Christian Religious Education (CRE). This study departs from research conducted on the Boti ethnic community in Boti Village, South Central Timor District. The Christians in the Boti community are still treated as adherents of foreign religions, whose existence is considered a threat to local culture. This fact makes Christians there unable to contribute optimally to the development of the local community. The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. Conducted by Paulo Freire's thinking about critical pedagogy, it is obtained a CRE construction that is relevant to the social situation of society. CRE must be contextual, holistic, liberative and transformative by directing all resources and pedagogical efforts to produce a generation that is critical and dialogical; they have sensitivity, solidarity, and ability to analyze social issues.Abstrak. Tujuan tulisan ini adalah mengusulkan konstruksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang membebaskan. Kajian ini berangkat dari penelitian yang dilakukan pada masyarakat Suku Boti di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Umat Kristiani di masyarakat Boti masih diperlakukan sebagai penganut agama asing, yang keberadaannya dianggap mengancam budaya lokal. Kenyataan tersebut membuat umat Kristiani di sana tidak dapat memberikan konstribusi secara maksimal bagi kemajuan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dengan menggunakan bantuan pemikiran Paulo Freira tentang pedagogis kritis, diperoleh hasil suatu konstruksi PAK yang relevan situasi sosial masyarakat. PAK harus bersifat kontekstual, holistik, liberatif dan transformatif dengan mengarahkan segala daya dan upaya pedagogis agar menghasilkan generasi yang kritis, dialogis, memiliki kepekaan dan solidaritas kemanusiaan, dan memiliki kemampuan menganalisis masalah-masalah sosial.
释放基督教宗教教育:世界杯文化语境下的批判教育家保罗·弗雷尔·全球之声
摘要本文旨在提出一种解放性的基督教宗教教育建设。本研究偏离了对帝汶中南部地区博蒂村博蒂族社区的研究。博蒂社区的基督徒仍然被视为外国宗教的信徒,外国宗教的存在被认为是对当地文化的威胁。这一事实使得那里的基督徒无法为当地社区的发展做出最佳贡献。本研究中使用的方法是一种定性方法和人种学方法。在保罗·弗雷尔批判教育学思想的指导下,获得了一种与社会现状相适应的CRE建构。CRE必须具有情境性、整体性、解放性和变革性,通过引导所有资源和教学努力来培养批判性和对话性的一代人;他们具有敏感性、团结性和分析社会问题的能力。摘要本文的目的是提出一种解放的基督教宗教教育(PAK)。本研究基于对东南开普省博蒂村博蒂人的研究。世界上的基督徒仍然被视为外国宗教支持者,他们的存在被认为威胁到当地文化。这一事实使得那里的基督徒无法为当地社会的进步做出最大的贡献。本研究所使用的方法是一种定性方法和人种学方法。借助Paulo Freira关于批判性教育学的思想,得到了一个与社会情境相关的CAP结构。CAP必须是有背景的、全面的、自由的和变革性的,通过指导所有的努力和教学努力来产生关键的世代、对话、拥有人类的焦虑和团结,并有能力分析社会问题。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
55
审稿时长
8 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书