Tongue Structure of Rhinolophus pusillus and Miniopterus schreibersii

A. Nuriliani, Retno Wulandari, L. Nurhidayat
{"title":"Tongue Structure of Rhinolophus pusillus and Miniopterus schreibersii","authors":"A. Nuriliani, Retno Wulandari, L. Nurhidayat","doi":"10.29244/avi.10.3.211-219","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kelelawar memiliki berbagai peran penting baik secara ekologis maupun ekonomis yaitu dalam pengendalian hama, siklus nutrien, pollinator, dan penghasil guano. Namun, kelelawar mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena kerusakan lingkungan maupun perburuan liar, sehingga upaya konservasi sangatlah penting. Upaya ini dapat dilakukan melalui pendekatan studi struktur histologis lidah untuk memahami kesukaan pakan binatang tersebut. Di Yogyakarta, Indonesia, terdapat dua spesies kelelawar, Rhinolophus pusillus dan Miniopterus schreibersii yang hidup di habitat sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii. Tiga ekor kelelawar pada masing-masing spesies ditangkap menggunakan sweep net dan mist net, selanjutnya kelelawar dianastesi menggunakan kloroform dan dikorbankan. Lidah dikoleksi dan difiksasi dalam neutral buffered formalin 10%. Preparasi histologis dilakukan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin dan tebal irisan 6 µm. Data histologis dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii serupa. Secara histologis, lidah kelelawar tersebut tersusun atas 3 lapis yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, dan tunika muskularis. Pada bagian lapisan epitel pipih berlapis berkeratin terdapat tonjolan papila filiformis, fungiformis, dan sirkumvalata. Tunika muskularis tersusun dalam 3 orientasi. Pada lidah kedua spesies tersebut juga terdapat kelenjar ludah dengan sel-sel penghasil kelenjar serosa dan mukosa. Kelenjar ludah R. pusillus terdapat di bagian sublingual dan anterior lidah, sedangkan kelenjar ludah M. schreibersii terdapat di bagian antero-inferior dan posterior lidah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua spesies kelelawar memiliki struktur lidah yang serupa sehingga dapat mengembangkan pola adaptasi yang serupa terhadap pakan.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Acta Veterinaria Indonesiana","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29244/avi.10.3.211-219","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Kelelawar memiliki berbagai peran penting baik secara ekologis maupun ekonomis yaitu dalam pengendalian hama, siklus nutrien, pollinator, dan penghasil guano. Namun, kelelawar mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena kerusakan lingkungan maupun perburuan liar, sehingga upaya konservasi sangatlah penting. Upaya ini dapat dilakukan melalui pendekatan studi struktur histologis lidah untuk memahami kesukaan pakan binatang tersebut. Di Yogyakarta, Indonesia, terdapat dua spesies kelelawar, Rhinolophus pusillus dan Miniopterus schreibersii yang hidup di habitat sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii. Tiga ekor kelelawar pada masing-masing spesies ditangkap menggunakan sweep net dan mist net, selanjutnya kelelawar dianastesi menggunakan kloroform dan dikorbankan. Lidah dikoleksi dan difiksasi dalam neutral buffered formalin 10%. Preparasi histologis dilakukan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin dan tebal irisan 6 µm. Data histologis dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa struktur histologis lidah R. pusillus dan M. schreibersii serupa. Secara histologis, lidah kelelawar tersebut tersusun atas 3 lapis yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, dan tunika muskularis. Pada bagian lapisan epitel pipih berlapis berkeratin terdapat tonjolan papila filiformis, fungiformis, dan sirkumvalata. Tunika muskularis tersusun dalam 3 orientasi. Pada lidah kedua spesies tersebut juga terdapat kelenjar ludah dengan sel-sel penghasil kelenjar serosa dan mukosa. Kelenjar ludah R. pusillus terdapat di bagian sublingual dan anterior lidah, sedangkan kelenjar ludah M. schreibersii terdapat di bagian antero-inferior dan posterior lidah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua spesies kelelawar memiliki struktur lidah yang serupa sehingga dapat mengembangkan pola adaptasi yang serupa terhadap pakan.
pusillus rhinophus和schreiberius的舌部结构
蝙蝠在生态和经济上都扮演着重要的角色,比如控制害虫、营养循环、pollinator和鸟粪生产者。然而,由于环境破坏和非法狩猎,蝙蝠面临灭绝的威胁,这使得保护工作至关重要。这种努力可以通过研究舌头组织结构来了解动物对食物的偏好。在印度尼西亚的日惹,有两种蝙蝠,一种是双目蝙蝠,一种是双目蝙蝠,另一种是生活在同一栖息地的侏儒蝙蝠。本研究旨在研究R. pusillus和M. schreicii的语言组织结构。每一种物种的三只蝙蝠使用瑞典网和雾网被捕获,然后用氯仿被麻醉并牺牲。收集舌头并固定在neutral buffered 10%的福尔马林。用石蜡方法编制histologis做染色Hematoxylin Eosin,厚片6µm。直观分析组织学数据。结果表明,R. pusillus的舌头组织结构和M. schreicii是相似的。从结构上讲,蝙蝠的舌头由三层黏膜、软黏膜和肌肉状苔藓组成。角蛋白平的上皮上皮有突起的菲律宾纸莎草、真菌状和环状肌。肌肉束有三个方向。这两种动物的舌头上都有唾液,唾液中含有分泌粘液和腺体的细胞。pusillus的唾液存在于亚语文系和前舌部,而schreiciary的唾液腺存在于会厌下部和舌后部。根据这些结果,可以得出结论,这两种蝙蝠的舌头结构相似,因此可以发展出类似于饲料的适应模式。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
22
审稿时长
18 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书