{"title":"THE ALIGNMENT AND MISALIGNMENT OF THE ISLAMIC ECONOMICS CURRICULUM WITH THE INDONESIAN GOVERNMENT POLICY","authors":"S. Hidayat, Sudarmawan Samidi, Arbi Haza Nasution","doi":"10.22373/SHARE.V10I1.9394","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The purpose of this paper is to explore the equivalency of curriculum content of universities. It examines how this equivalency can benefit the universities that offer Islamic economics programs in implementing the new policy of the Indonesian Education and Culture Minister, especially for point No. 4, known as \"Merdeka Belajar: Kampus Merdeka\" (Independent learning policy or Liberating policy). This study also evaluates whether or not the guidelines on implementing Islamic economic community involvement projects developed by the National Committee of Islamic Economic and Finance (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah - KNEKS) and other stakeholders can support the new policy, especially for point No. 4. This study uses content analysis from the curriculum of the ten selected universities in Indonesia that participated in developing the framework on minimum standardization across Islamic economics undergraduate programs led by KNEKS. The results of the study reveal that the ten universities are ready to implement the new policy of the Indonesian Education and Culture Minister, especially for point No. 4 known as \"Merdeka Belajar: Kampus Merdeka\" (Independent learning policy or Liberating policy) since a significant number of course equivalents were found across the ten universities. In addition, the guidelines on the implementation of Islamic economic community involvement projects developed by KNEKS are aligned with the new policy's guidelines on community involvement projects. The paper is expected to benefit several stakeholders, such as universities that offer Islamic economics programs, by providing them with guidelines on implementing the new policy. The student can use this study as a reference for them in conducting community involvement projects, internships, and student exchange programs. ========================================================================================================ABSTRAK – Keselarasan dan Ketidakselarasan Kurikulum Ekonomi Islam dengan Kebijakan Pemerintah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi ekuivalensi dari isi kurikulum universitas dan melihat bagaimana ekuivalensi ini dapat memberikan bermanfaat bagi universitas yang menawarkan program ekonomi Islam dalam menerapkan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia khususnya untuk poin No. 4 yang dikenal sebagai \"Merdeka\" Belajar: Kampus Merdeka” (Kebijakan belajar mandiri atau Kebijakan Pembebasan). Studi ini juga mengevaluasi apakah Panduan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekonomi Syariah yang dikembangkan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung kebijakan baru terutama untuk poin No. 4 atau tidak. Penelitian ini menggunakan analisis isi dari kurikulum sepuluh universitas terpilih di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam mengembangkan Kerangka Acuan Akademik Program Studi S1 Ekonomi Syariah yang dipimpin oleh KNEKS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 10 universitas siap untuk menerapkan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia khususnya untuk poin No. 4 yang dikenal sebagai \"Merdeka Belajar: Kampus Merdeka\" (kebijakan belajar mandiri atau kebijakan Pembebasan) karena ditemukan banyak mata kuliah yang memiliki ekuivalensi diantara 10 universitas. Selain itu, Panduan Pelaksanaan KKN Tematik Ekonomi Syariah yang dikembangkan oleh KNEKS ditemukan selaras dengan panduan kebijakan baru terkait program membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Artikel ini diharapkan bermanfaat bagi beberapa pemangku kepentingan seperti universitas yang menawarkan program ekonomi syariah dengan memberi mereka pedoman tentang bagaimana menerapkan kebijakan baru. Mahasiswa dapat menggunakan studi ini sebagai referensi bagi mereka dalam melakukan proyek pembangunan desa, magang, dan program pertukaran pelajar.","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/SHARE.V10I1.9394","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Abstract
The purpose of this paper is to explore the equivalency of curriculum content of universities. It examines how this equivalency can benefit the universities that offer Islamic economics programs in implementing the new policy of the Indonesian Education and Culture Minister, especially for point No. 4, known as "Merdeka Belajar: Kampus Merdeka" (Independent learning policy or Liberating policy). This study also evaluates whether or not the guidelines on implementing Islamic economic community involvement projects developed by the National Committee of Islamic Economic and Finance (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah - KNEKS) and other stakeholders can support the new policy, especially for point No. 4. This study uses content analysis from the curriculum of the ten selected universities in Indonesia that participated in developing the framework on minimum standardization across Islamic economics undergraduate programs led by KNEKS. The results of the study reveal that the ten universities are ready to implement the new policy of the Indonesian Education and Culture Minister, especially for point No. 4 known as "Merdeka Belajar: Kampus Merdeka" (Independent learning policy or Liberating policy) since a significant number of course equivalents were found across the ten universities. In addition, the guidelines on the implementation of Islamic economic community involvement projects developed by KNEKS are aligned with the new policy's guidelines on community involvement projects. The paper is expected to benefit several stakeholders, such as universities that offer Islamic economics programs, by providing them with guidelines on implementing the new policy. The student can use this study as a reference for them in conducting community involvement projects, internships, and student exchange programs. ========================================================================================================ABSTRAK – Keselarasan dan Ketidakselarasan Kurikulum Ekonomi Islam dengan Kebijakan Pemerintah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi ekuivalensi dari isi kurikulum universitas dan melihat bagaimana ekuivalensi ini dapat memberikan bermanfaat bagi universitas yang menawarkan program ekonomi Islam dalam menerapkan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia khususnya untuk poin No. 4 yang dikenal sebagai "Merdeka" Belajar: Kampus Merdeka” (Kebijakan belajar mandiri atau Kebijakan Pembebasan). Studi ini juga mengevaluasi apakah Panduan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekonomi Syariah yang dikembangkan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendukung kebijakan baru terutama untuk poin No. 4 atau tidak. Penelitian ini menggunakan analisis isi dari kurikulum sepuluh universitas terpilih di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam mengembangkan Kerangka Acuan Akademik Program Studi S1 Ekonomi Syariah yang dipimpin oleh KNEKS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 10 universitas siap untuk menerapkan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia khususnya untuk poin No. 4 yang dikenal sebagai "Merdeka Belajar: Kampus Merdeka" (kebijakan belajar mandiri atau kebijakan Pembebasan) karena ditemukan banyak mata kuliah yang memiliki ekuivalensi diantara 10 universitas. Selain itu, Panduan Pelaksanaan KKN Tematik Ekonomi Syariah yang dikembangkan oleh KNEKS ditemukan selaras dengan panduan kebijakan baru terkait program membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. Artikel ini diharapkan bermanfaat bagi beberapa pemangku kepentingan seperti universitas yang menawarkan program ekonomi syariah dengan memberi mereka pedoman tentang bagaimana menerapkan kebijakan baru. Mahasiswa dapat menggunakan studi ini sebagai referensi bagi mereka dalam melakukan proyek pembangunan desa, magang, dan program pertukaran pelajar.
本文旨在探讨高校课程内容的对等性问题。它研究了这种对等关系如何使提供伊斯兰经济课程的大学在实施印度尼西亚教育和文化部长的新政策时受益,特别是第4点,即“Merdeka Belajar:Kampus Merdeka”(独立学习政策或解放政策)。本研究还评估了伊斯兰经济和金融全国委员会(Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah-KNEKS)和其他利益相关者制定的关于实施伊斯兰经济社区参与项目的指导方针是否可以支持新政策,特别是第4点。本研究使用了印度尼西亚十所选定大学的课程内容分析,这些大学参与了由KNEKS领导的伊斯兰经济学本科生项目最低标准化框架的制定。研究结果表明,这十所大学已准备好实施印尼教育和文化部长的新政策,特别是第4点,即“Merdeka Belajar:Kampus Merdeka”(独立学习政策或解放政策),因为在这十所学校中发现了大量的同等课程。此外,KNEKS制定的伊斯兰经济社区参与项目实施指南与新政策的社区参与项目指南一致。该论文预计将为一些利益相关者,如提供伊斯兰经济学课程的大学,提供实施新政策的指导方针,从而使他们受益。学生可以将这项研究作为他们进行社区参与项目、实习和学生交流项目的参考。===========================================================================ABSTRAK-[UNK]对伊斯兰经济与印尼政府政策的理解和影响。本研究的目的是探索大学课程内容的等效性,并了解这种等效性如何使提供伊斯兰经济项目的大学在应用印尼教育和文化部长的新政策时受益,特别是在被称为“科学”研究的第4点:科学校园(自学或自由政策)。这项研究还评估了由国家经济和货币委员会(JRC)和我的其他利益相关者制定的《房地产职业培训(JRC)社会主题经济实施指南》是否可以支持新政策,尤其是第4点。本研究对印度尼西亚选定的十所大学的内容进行了分析,这些大学参与了KNEKS领导的多个学术研究项目S1科学经济的开发。研究表明,10所大学准备执行印度尼西亚教育和文化部长的新政策,特别是关于“科学:科学校园”(自主学习或解放政策)的第4点,因为已经发现许多大学的眼光在10所大学之间是对等的。此外,KNEKS制定的《JRC社会经济学实施指南》符合与乡村/真实主题工程学院项目建设相关的新政策指南。这篇文章旨在让我的一些开发人员了解如何应用新政策,从而使他们受益,这些开发人员与提供企业经济学课程的大学一样重要。学生们可以将这项研究作为他们进行乡村发展项目、实习和学生交流项目的参考。