{"title":"Public Perceptions of Halal Tourism Infrastructure in Pekalongan, Central Java","authors":"K. Ismanto, Happy Sista Devy","doi":"10.22373/share.v11i2.13466","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pekalongan City is known for its creative city and religious people, which can be a competitive advantage in developing halal tourism destinations. However, having that alone is insufficient; infrastructure readiness is also crucial. This paper seeks to describe public perceptions of Pekalongan City’s readiness to become a halal tourism destination in terms of its infrastructure. Primary data was collected through the random distribution of questionnaires. Using the accidental sampling method, a total of 65 people were selected as a sample. Data was also gathered through interviews with key informants, who were selected using a purposive random sampling method. The criterion is that the informants have visited tourist attractions in Pekalongan City. The secondary data was gathered through a review of books, journal articles, research reports, websites, and other sources pertinent to the research topic. This study reveals that the community has a favorable view of Pekalongan City’s tourism infrastructure in terms of attractions, access, environment, and amenities. From this perception, it is concluded that Pekalongan City deserves to be a halal tourism destination. Although a positive impression is made, there is still room for development in areas like worship facilities, public restrooms, tourist attractions’ safety and comfort, and more. This study recommends that the local government invest in infrastructure to improve tourism services. A successful regional halal tourism industry will produce a tourist-attractive halal industry. Thus, establishing a good halal tourism destination begins with ensuring the location has the necessary infrastructure in place.========================================================================================================ABSTRAK – Persepsi tentang Infrastruktur Pariwisata Halal di Pekalongan, Jawa Tengah. Kota Pekalongan dikenal dengan kota kreatif dan masyarakatnya yang agamis yang dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam membangunan destinasi wisata halal. Akan tetapi, tidak cukup hanya itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi bagian yang sangat penting. Tujuan tulisan ini adalah mengeksplorasi persepsi masyarakat tentang kesiapan Kota Pekalongan menjadi destinasi wisata halal, terutama infrastrukturnya. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara acak kepada 65 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Selain itu, data juga diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria pernah berkunjung ke objek wisata di Kota Pekalongan. Data sekunder diperoleh melalui telaah buku, artikel jurnal, laporan penelitian, website, dan sumber lainnya yang mendukung tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap infrastruktur pariwisata Kota Pekalongan, baik pada komponen atraksi, akses, lingkungan, maupun amenitas. Dari persepsi ini diperoleh deskripsi bahwa Kota Pekalongan layak menjadi destinasi pariwisata halal. Meskipun demikian, masih ada ruang perbaikan yang diperlukan, seperti kelayakan fasilitas ibadah, kebersihan toilet, keamanan dan kenyamanan destinasi wisata, dan sebagainya. Kajian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah berinvestasi dalam infrastruktur untuk meningkatkan layanan pariwisata. Industri wisata halal daerah yang berhasil akan menghasilkan industri halal yang menarik bagi wisatawan. Oleh karena itu, pemilihan destinasi wisata halal yang baik harus dimulai dengan memastikan adanya infrastruktur yang memadai di lokasi dimaksud.","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/share.v11i2.13466","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pekalongan City is known for its creative city and religious people, which can be a competitive advantage in developing halal tourism destinations. However, having that alone is insufficient; infrastructure readiness is also crucial. This paper seeks to describe public perceptions of Pekalongan City’s readiness to become a halal tourism destination in terms of its infrastructure. Primary data was collected through the random distribution of questionnaires. Using the accidental sampling method, a total of 65 people were selected as a sample. Data was also gathered through interviews with key informants, who were selected using a purposive random sampling method. The criterion is that the informants have visited tourist attractions in Pekalongan City. The secondary data was gathered through a review of books, journal articles, research reports, websites, and other sources pertinent to the research topic. This study reveals that the community has a favorable view of Pekalongan City’s tourism infrastructure in terms of attractions, access, environment, and amenities. From this perception, it is concluded that Pekalongan City deserves to be a halal tourism destination. Although a positive impression is made, there is still room for development in areas like worship facilities, public restrooms, tourist attractions’ safety and comfort, and more. This study recommends that the local government invest in infrastructure to improve tourism services. A successful regional halal tourism industry will produce a tourist-attractive halal industry. Thus, establishing a good halal tourism destination begins with ensuring the location has the necessary infrastructure in place.========================================================================================================ABSTRAK – Persepsi tentang Infrastruktur Pariwisata Halal di Pekalongan, Jawa Tengah. Kota Pekalongan dikenal dengan kota kreatif dan masyarakatnya yang agamis yang dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam membangunan destinasi wisata halal. Akan tetapi, tidak cukup hanya itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi bagian yang sangat penting. Tujuan tulisan ini adalah mengeksplorasi persepsi masyarakat tentang kesiapan Kota Pekalongan menjadi destinasi wisata halal, terutama infrastrukturnya. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara acak kepada 65 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Selain itu, data juga diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria pernah berkunjung ke objek wisata di Kota Pekalongan. Data sekunder diperoleh melalui telaah buku, artikel jurnal, laporan penelitian, website, dan sumber lainnya yang mendukung tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap infrastruktur pariwisata Kota Pekalongan, baik pada komponen atraksi, akses, lingkungan, maupun amenitas. Dari persepsi ini diperoleh deskripsi bahwa Kota Pekalongan layak menjadi destinasi pariwisata halal. Meskipun demikian, masih ada ruang perbaikan yang diperlukan, seperti kelayakan fasilitas ibadah, kebersihan toilet, keamanan dan kenyamanan destinasi wisata, dan sebagainya. Kajian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah berinvestasi dalam infrastruktur untuk meningkatkan layanan pariwisata. Industri wisata halal daerah yang berhasil akan menghasilkan industri halal yang menarik bagi wisatawan. Oleh karena itu, pemilihan destinasi wisata halal yang baik harus dimulai dengan memastikan adanya infrastruktur yang memadai di lokasi dimaksud.
北加隆岸市以其创意城市和宗教人士而闻名,这可以成为发展清真旅游目的地的竞争优势。然而,仅有这些是不够的;基础设施的准备也至关重要。本文旨在描述公众对佩加隆岸市在基础设施方面准备成为清真旅游目的地的看法。通过随机发放调查问卷收集初步资料。采用偶然抽样法,共选取65人作为样本。数据还通过与关键线人的访谈收集,这些人是用有目的的随机抽样方法选择的。标准是举报人去过北加隆岸市的旅游景点。次要数据是通过对与研究主题相关的书籍、期刊文章、研究报告、网站和其他来源的审查收集的。这项研究显示,社区对北加隆岸市的旅游基础设施在吸引力、通道、环境和便利设施方面都有良好的看法。由此得出结论,北加隆岸市应该成为一个清真旅游目的地。虽然给人留下了良好的印象,但在宗教设施、公共厕所、旅游景点的安全性和舒适性等方面仍有发展空间。本研究建议地方政府投资基础设施以改善旅游服务。一个成功的区域清真旅游产业将产生一个吸引游客的清真产业。因此,建立一个良好的清真旅游目的地首先要确保该地点拥有必要的基础设施。======================================================================================================== ABSTRAK——Persepsi tentang Infrastruktur Pariwisata清真di北加浪岸Jawa Tengah。哥打北加隆岸dikenal dengan哥打北加隆岸katif dan masyarakatnya yang agamis yang dapat menjadi keungulan竞争的dalam membangunan目的地是清真的。Akan tetapi, tidak cuup hanya itu, kesijapan基础设施juga menjadi bagian yang sangat penting。土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王土王。数据primer diperololet melalalet penebarand kuesoner secalak kepada 65响应杨diperolet denket技术偶然抽样。Selain itu, data juga diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasnumber yang ditentukan secara有目的采样dengan标准pernah berkunjung ke object wisata di Kota Pekalongan。数据检索:diperoleh melalui telaah buku,文章期刊,laporan penelitian,网站,dan number lainnya yang mendukung tema penelitian。Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap基础设施pariwiata Kota Pekalongan, baik paada komponen atraksi, akses, lingkungan, maupun amenitas。Dari persepsi ini diperoleh deskripsi bahwa Kota Pekalongan layak menjadi destinaspariwisata清真。Meskipun demikian, masih ada ruang perbaikan yang diperlukan, seperti kelayakan fasilitas ibadah, kebersihan toilet, keamanan dan kenyamanan destinasi wisata, dan sebagainya。Kajian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah berinvestasi dalam基础设施untuk meningkatkan layanan pariwisata。工业清真,daerah, yang berhasil akan, menghasilkan,工业清真,yang menarik, bagi wisatawan。Oleh karena itu, pemilihan目的地wisata清真yang baik harus dimulai dengan mastikan adanya基础设施yang memadai di lokasi dimaksud。