Peran WTO dalam Menjembatani Benturan Kepentingan Antara Uni Eropa dan Indonesia dalam Perdagangan Biodiesel

Anggi Mariatulkubtia
{"title":"Peran WTO dalam Menjembatani Benturan Kepentingan Antara Uni Eropa dan Indonesia dalam Perdagangan Biodiesel","authors":"Anggi Mariatulkubtia","doi":"10.25077/ajis.9.1.16-33.2020","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Indonesia's success at the World Trade Organization (WTO) in demanding the European Union (EU) to drop its biodiesel anti-dumping policy in 2018, as well as EU’s compliance with the decision, is a unique case when faced with the perception that international institutions tend to be inclined towards developed countries and disadvantaging developing countries. Utilizing Robert O. Keohane's liberal institutional functionalism theory, this paper describes how the WTO acted as a facilitator in resolving biodiesel disputes between the two parties. This paper argues that the WTO not only provides a dispute settlement mechanism and helps balance information biases, but also raises the cost of reputation and credibility that EU must pay if it chooses to defect the ruling. This research is not intended to show that the WTO, or international institutions and regimes in general, is an antidote for any disputes between developed and developing countries, or that it can always successfully mediate disputes between countries in general. Instead, this paper shows that international institutions can provide a platform for developing countries when facing developed countries, as long as the said actor acts rationally and makes careful calculations about its bargaining position and possible steps to be taken by its opponent.Keywords: WTO, European Union, Indonesia, anti dumping, liberal institutions, international regime, biodiesel. Kemenangan Indonesia di World Trade Organization (WTO) terhadap tuntutan penghapusan bea masuk anti dumping biodiesel Uni Eropa pada tahun 2018, serta kepatuhan Uni Eropa pada keputusan WTO tersebut, dapat dikatakan sebagai sebuah anomali ketika dihadapkan pada persepsi bahwa institusi internasional cenderung condong kepada negara maju dan merugikan negara berkembang. Tulisan ini menjabarkan bagaimana WTO berperan sebagai fasilitator dalam upaya penyelesaian sengketa biodiesel di antara kedua pihak, dengan menggunakan teori fungsionalisme institusi liberal Robert O. Keohane. WTO tidak hanya memberikan platform dan menyeimbangkan bias informasi lewat mekanisme penyelesaian sengketanya, namun juga menaikkan biaya reputasi dan kredibilitas yang harus dibayarkan Uni Eropa jika ia mengabaikan putusan institusi perdagangan internasional tersebut. Penelitian ini tidaklah ditujukan untuk menunjukkan bahwa WTO, atau institusi dan rezim internasional secara umum, dapat menjadi penawar bagi tiap-tiap pertikaian antara negara maju dan negara berkembang, atau menengahi pertikaian antar negara secara umum. Tulisan ini menunjukkan bahwa institusi internasional dapat memberikan wadah bagi negara berkembang ketika dihadapkan dengan negara maju, selama aktor bertindak rasional dan membuat perhitungan yang matang mengenai posisi tawarnya serta langkah-langkah yang akan ditempuh oleh lawannya.Keyword: WTO, Uni Eropa, Indonesia, anti dumping, institusi liberal, rezim internasional, biodiesel.","PeriodicalId":33327,"journal":{"name":"Andalas Journal of International Studies","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Andalas Journal of International Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25077/ajis.9.1.16-33.2020","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Indonesia's success at the World Trade Organization (WTO) in demanding the European Union (EU) to drop its biodiesel anti-dumping policy in 2018, as well as EU’s compliance with the decision, is a unique case when faced with the perception that international institutions tend to be inclined towards developed countries and disadvantaging developing countries. Utilizing Robert O. Keohane's liberal institutional functionalism theory, this paper describes how the WTO acted as a facilitator in resolving biodiesel disputes between the two parties. This paper argues that the WTO not only provides a dispute settlement mechanism and helps balance information biases, but also raises the cost of reputation and credibility that EU must pay if it chooses to defect the ruling. This research is not intended to show that the WTO, or international institutions and regimes in general, is an antidote for any disputes between developed and developing countries, or that it can always successfully mediate disputes between countries in general. Instead, this paper shows that international institutions can provide a platform for developing countries when facing developed countries, as long as the said actor acts rationally and makes careful calculations about its bargaining position and possible steps to be taken by its opponent.Keywords: WTO, European Union, Indonesia, anti dumping, liberal institutions, international regime, biodiesel. Kemenangan Indonesia di World Trade Organization (WTO) terhadap tuntutan penghapusan bea masuk anti dumping biodiesel Uni Eropa pada tahun 2018, serta kepatuhan Uni Eropa pada keputusan WTO tersebut, dapat dikatakan sebagai sebuah anomali ketika dihadapkan pada persepsi bahwa institusi internasional cenderung condong kepada negara maju dan merugikan negara berkembang. Tulisan ini menjabarkan bagaimana WTO berperan sebagai fasilitator dalam upaya penyelesaian sengketa biodiesel di antara kedua pihak, dengan menggunakan teori fungsionalisme institusi liberal Robert O. Keohane. WTO tidak hanya memberikan platform dan menyeimbangkan bias informasi lewat mekanisme penyelesaian sengketanya, namun juga menaikkan biaya reputasi dan kredibilitas yang harus dibayarkan Uni Eropa jika ia mengabaikan putusan institusi perdagangan internasional tersebut. Penelitian ini tidaklah ditujukan untuk menunjukkan bahwa WTO, atau institusi dan rezim internasional secara umum, dapat menjadi penawar bagi tiap-tiap pertikaian antara negara maju dan negara berkembang, atau menengahi pertikaian antar negara secara umum. Tulisan ini menunjukkan bahwa institusi internasional dapat memberikan wadah bagi negara berkembang ketika dihadapkan dengan negara maju, selama aktor bertindak rasional dan membuat perhitungan yang matang mengenai posisi tawarnya serta langkah-langkah yang akan ditempuh oleh lawannya.Keyword: WTO, Uni Eropa, Indonesia, anti dumping, institusi liberal, rezim internasional, biodiesel.
世贸组织在弥合欧盟-印尼生物柴油贸易中的作用
印尼在世界贸易组织(WTO)成功要求欧盟(EU)在2018年撤销其生物柴油反倾销政策,以及欧盟遵守该决定,这是一个独特的案例,因为人们认为国际机构往往倾向于发达国家,而对发展中国家不利。本文运用Robert O.Keohane的自由制度功能主义理论,描述了WTO如何在解决双方生物柴油争端中发挥促进者的作用。本文认为,世贸组织不仅提供了一种争端解决机制,有助于平衡信息偏见,而且还增加了欧盟如果选择推翻裁决,必须支付的声誉和信誉成本。这项研究并不是为了表明世贸组织或一般的国际机构和制度是发达国家和发展中国家之间任何争端的解药,也不是为了表明它总能成功地调解各国之间的争端。相反,本文表明,国际机构可以在面对发达国家时为发展中国家提供一个平台,只要上述行为者理性行事,并仔细考虑其谈判立场和对手可能采取的措施。关键词:世贸组织,欧盟,印度尼西亚,反倾销,自由制度,国际制度,生物柴油。2018年,印尼在世界贸易组织(WTO)战胜了取消从欧盟进口生物柴油的反倾销梁的要求,以及欧盟未能遵守WTO的决定,可以说是一种反常现象,因为人们认为国际机构倾向于偏袒发展中国家,损害发展中国家。它解释了世贸组织如何利用自由主义机构Robert O.Keohane的功能主义理论,在解决双方生物柴油争端的努力中发挥促进者的作用。世贸组织不仅通过其申诉解决机制提供了一个平台,平衡了有偏见的信息,而且提高了欧盟在无视国际贸易机构决定的情况下必须付出的声誉和信誉。这项研究并不是要表明,世贸组织或整个国际机构和制度可以作为发达国家和发展中国家之间任何关系的补救措施,也不是在国家之间的关系中。这表明,国际机构在面对发达国家时,只要行为人理性行事,成熟地计算出自己的投标立场和对手将采取的步骤,就可以给予发展中国家信任。关键词:WTO,欧盟,印度尼西亚,反倾销,自由制度,国际制度,生物柴油。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书