Teodise dan Covid-19

Mateus Mali
{"title":"Teodise dan Covid-19","authors":"Mateus Mali","doi":"10.30648/dun.v7i2.830","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. The Covid-19 pandemic has created human’s suffering. Human suffering itself has evoked many questions about God's omniscience and omnipotence, which are often known as theodicy problem. This paper is an attempt to account for God's ways of human suffering. The method used in this study was a literature study by conducting a reflective analysis of several philosophers and theologians' thoughts. The results of this study showed that faith in Jesus Christ enables people to accept suffering positively. Suffering can bring to awareness of human limitations, awareness that suffering can be turned into strength, raise a sense of optimism for a better future, and awaken solidarity.Abstrak. Pandemi Covid-19 telah membuat manusia menderita. Penderitaan manusia itu sendiri telah mengundang banyak pertanyaan terhadap kemahatahuan dan kemahakuasaan Allah, yang sering dikenal dengan persoalan teodise. Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk mempertanggungjawabkan jalan-jalan Tuhan atas penderitaan manusia. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan melakukan analisis reflektif dari beberapa pemikiran filsuf dan teolog. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa iman kepada Yesus Kristus membuat orang dapat menerima penderitaan secara positif. Penderitaan dapat mengajarkan kesadaran akan keterbatasan manusiawi, kesadaran bahwa penderitaan dapat diubah menjadi kekuatan, bangkitnya rasa optimis akan masa depan yang lebih baik, dan bangkitnya solidaritas.","PeriodicalId":32879,"journal":{"name":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.830","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic has created human’s suffering. Human suffering itself has evoked many questions about God's omniscience and omnipotence, which are often known as theodicy problem. This paper is an attempt to account for God's ways of human suffering. The method used in this study was a literature study by conducting a reflective analysis of several philosophers and theologians' thoughts. The results of this study showed that faith in Jesus Christ enables people to accept suffering positively. Suffering can bring to awareness of human limitations, awareness that suffering can be turned into strength, raise a sense of optimism for a better future, and awaken solidarity.Abstrak. Pandemi Covid-19 telah membuat manusia menderita. Penderitaan manusia itu sendiri telah mengundang banyak pertanyaan terhadap kemahatahuan dan kemahakuasaan Allah, yang sering dikenal dengan persoalan teodise. Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk mempertanggungjawabkan jalan-jalan Tuhan atas penderitaan manusia. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan melakukan analisis reflektif dari beberapa pemikiran filsuf dan teolog. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa iman kepada Yesus Kristus membuat orang dapat menerima penderitaan secara positif. Penderitaan dapat mengajarkan kesadaran akan keterbatasan manusiawi, kesadaran bahwa penderitaan dapat diubah menjadi kekuatan, bangkitnya rasa optimis akan masa depan yang lebih baik, dan bangkitnya solidaritas.
狄奥多斯与新冠肺炎
摘要新冠肺炎大流行给人类带来了痛苦。人类的苦难本身引发了许多关于上帝的全能性和全能性的问题,这些问题通常被称为神论问题。这篇论文试图解释上帝对待人类苦难的方式。本研究采用的方法是文献研究,对几位哲学家和神学家的思想进行反思性分析。这项研究的结果表明,对耶稣基督的信仰使人们能够积极地接受苦难。苦难可以让人们意识到人类的局限性,意识到苦难可以转化为力量,提高对更美好未来的乐观情绪,唤醒团结。摘要新冠肺炎大流行使人类遭受苦难。人类自身的苦难提出了许多关于上帝的智慧和力量的问题,这是神学所知道的。这篇文章试图走上上帝的道路,为人类的苦难承担责任。本研究采用的方法是通过对一些哲学和神学思想进行反思性分析来研究文学。这项研究的结果表明,对耶稣基督的信仰使人们能够积极地接受苦难。痛苦可以教会人们意识到人类的局限性,意识到痛苦可以转化为力量,唤起对更美好未来的乐观情绪,并唤起团结。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
55
审稿时长
8 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书