CRITICAL ANALYSIS OF THE ZIHĀR CONCEPT IN THE QUR'AN AND ITS CONTEXTUALIZATION IN THE CONTEMPORARY ERA

Q2 Arts and Humanities
A. Saiin
{"title":"CRITICAL ANALYSIS OF THE ZIHĀR CONCEPT IN THE QUR'AN AND ITS CONTEXTUALIZATION IN THE CONTEMPORARY ERA","authors":"A. Saiin","doi":"10.31958/juris.v20i1.2960","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui konsep zihār yang sudah ada sebelum Islam datang. Kemudian ingin mengetahui bagaimana al-Qur’an memperbaiki terhadap konsep zihār tersebut. Setelah al-Qur’an memberikan petunjuk terkait konsep zihār yang sebenarnya, kemudian dikontekstualisasikan pada zaman sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, penulisannya bersifat kualitatif dengan perspektif ke dalam dan interpretatif. Dari penelitian yang dilakukan, dapat dipahami bahwa penjelasan tentang zihār dipaparkan secara jelas di dalam al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 1 sampai 4. Zihār adalah ucapan seorang suami kepada isterinya bahwa punggungnya sama dengan punggung ibunya. Asbābun Nuzūl ayat ini adalah karena Khaulah binti Tsa’labah telah dizihār oleh suaminya yang bernama ‘Aus bin Tṡāmit. Kemudian Khaulah melaporkannya kepada Nabi Muhammad. Nabi menjawab bahwa suaminya sudah haram menggauli Khaulah untuk selama-lamanya. Kemudian ayat ini turun untuk membenarkan hukum bagi orang yang menzihār isterinya. Adapun zihār yang sering terjadi pada masa kontemporer sekarang ini sebenarnya tidak dilakukan sebagai bentuk ucapan suami untuk menyamakan istrinya dengan mahramnya, akan tetapi pada dasarnya tidak ada unsur kesengajaan untuk melakukan zihār, karena ucapan yang dilakukan suami yaitu perumpamaan atau penyamaan untuk menyatakan keindahan, kecantikan dan lain sebagainya, bukan untuk menghina atau menyamakan isterinya dengan mahramnya.","PeriodicalId":31912,"journal":{"name":"Juris Jurnal Ilmiah Syariah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Juris Jurnal Ilmiah Syariah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31958/juris.v20i1.2960","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"Q2","JCRName":"Arts and Humanities","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui konsep zihār yang sudah ada sebelum Islam datang. Kemudian ingin mengetahui bagaimana al-Qur’an memperbaiki terhadap konsep zihār tersebut. Setelah al-Qur’an memberikan petunjuk terkait konsep zihār yang sebenarnya, kemudian dikontekstualisasikan pada zaman sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, penulisannya bersifat kualitatif dengan perspektif ke dalam dan interpretatif. Dari penelitian yang dilakukan, dapat dipahami bahwa penjelasan tentang zihār dipaparkan secara jelas di dalam al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 1 sampai 4. Zihār adalah ucapan seorang suami kepada isterinya bahwa punggungnya sama dengan punggung ibunya. Asbābun Nuzūl ayat ini adalah karena Khaulah binti Tsa’labah telah dizihār oleh suaminya yang bernama ‘Aus bin Tṡāmit. Kemudian Khaulah melaporkannya kepada Nabi Muhammad. Nabi menjawab bahwa suaminya sudah haram menggauli Khaulah untuk selama-lamanya. Kemudian ayat ini turun untuk membenarkan hukum bagi orang yang menzihār isterinya. Adapun zihār yang sering terjadi pada masa kontemporer sekarang ini sebenarnya tidak dilakukan sebagai bentuk ucapan suami untuk menyamakan istrinya dengan mahramnya, akan tetapi pada dasarnya tidak ada unsur kesengajaan untuk melakukan zihār, karena ucapan yang dilakukan suami yaitu perumpamaan atau penyamaan untuk menyatakan keindahan, kecantikan dan lain sebagainya, bukan untuk menghina atau menyamakan isterinya dengan mahramnya.
《古兰经》中的ZIHĀR概念及其当代语境的批判性分析
本文旨在探讨写作概念zihār的伊斯兰教来之前就有了。对zih概念然后想知道如何让伊斯兰教'an修理这些ār。伊斯兰教后'an指导相关概念zihār现在时代的真相,然后dikontekstualisasikan。研究方法是文学研究,其写作具有深刻的视角和解释性。做研究的,可以理解的解释zihār中伊斯兰教明确概述在'an Al-Mujadalah第1至4节的信。Zihār是丈夫对妻子说:与母亲的背背。AsbāNuz bunūl这节经文是因Khaulah bint Tsa 'labah dizih Tār的丈夫叫“磨损binṡā麻省理工学院。然后Khaulah向先知Muhammad报告。先知回答说,她丈夫不洁净,必永远骚扰哈法拉。然后这节经文来证明法律的人来说,menzihār的妻子。至于zihār当代时期经常发生的现在实际上不做作为问候语用mahramnya比作妻子的丈夫,然而基本上没有故意的成分进行zihār,因为做丈夫的话语就是比喻或刷新表达美,美丽和其他等等,而不是侮辱或妻子比作mahramnya。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
CiteScore
2.60
自引率
0.00%
发文量
13
审稿时长
8 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书