{"title":"Afirmasi Agama dan Negasi atas Ateisme dalam Pemikiran Kant tentang Moralitas","authors":"Iventus Ivos Kocu, R. B. Viktorahadi","doi":"10.30648/dun.v7i2.695","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. Believing in God and not is a human attitude in facing the ontological big reality, including his existence. Various arguments have proven the existence of God whether through ontological, cosmological, or teleological evidence in the context of philosophy and theology. This paper presents Kant's thinking which rejected all these arguments. Using Wittgenstein's method of philosophical investigation, this paper showed that for Kant, such evidence was a futile effort because human reason is limited. Kant argued that through morality, humans can find God and religion. Through morality too, Kant rejected atheism. This study can contribute to the deepening of the discussion on the existence of religion, which has always been the subject of awareness of human existence; as well as being material that can be presented in public discussions to maintain social harmonization.Abstrak. Mempercayai Tuhan dan tidak adalah sikap manusia dalam menghadapi realitas besar ontologis, termasuk keberadaan dirinya. Berbagai argumen telah berupaya untuk membuktikan keberadaan Tuhan melalui bukti ontologis, kosmologis, dan teleologis dalam konteks filsafat dan teologi. Tulisan ini menghadirkan pemikiran Kant yang menolak semua argumentasi itu. Dengan metode investigasi filosofis ala Wittgenstein, tulisan ini menunjukkan bahwa bagi Kant, pembuktian-pembuktian adanya Tuhan tersebut merupakan upaya kesia-siaan lantaran akal budi manusia itu terbatas. Kant mengetengahkan bahwa melalui moralitas, manusia bisa menemukan Tuhan dan agama. Melalui moralitas pula, Kant menolak ateisme. Kajian ini dapat memberikan kontribusi pada pendalaman diskusi tentang eksistensi agama, yang selalu menjadi bahan kesadaran eksistensi manusia; sekaligus menjadi bahan yang dapat dihadirkan pada diskusi-diskusi publik untuk menjaga harmonisasi sosial.","PeriodicalId":32879,"journal":{"name":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.695","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstract. Believing in God and not is a human attitude in facing the ontological big reality, including his existence. Various arguments have proven the existence of God whether through ontological, cosmological, or teleological evidence in the context of philosophy and theology. This paper presents Kant's thinking which rejected all these arguments. Using Wittgenstein's method of philosophical investigation, this paper showed that for Kant, such evidence was a futile effort because human reason is limited. Kant argued that through morality, humans can find God and religion. Through morality too, Kant rejected atheism. This study can contribute to the deepening of the discussion on the existence of religion, which has always been the subject of awareness of human existence; as well as being material that can be presented in public discussions to maintain social harmonization.Abstrak. Mempercayai Tuhan dan tidak adalah sikap manusia dalam menghadapi realitas besar ontologis, termasuk keberadaan dirinya. Berbagai argumen telah berupaya untuk membuktikan keberadaan Tuhan melalui bukti ontologis, kosmologis, dan teleologis dalam konteks filsafat dan teologi. Tulisan ini menghadirkan pemikiran Kant yang menolak semua argumentasi itu. Dengan metode investigasi filosofis ala Wittgenstein, tulisan ini menunjukkan bahwa bagi Kant, pembuktian-pembuktian adanya Tuhan tersebut merupakan upaya kesia-siaan lantaran akal budi manusia itu terbatas. Kant mengetengahkan bahwa melalui moralitas, manusia bisa menemukan Tuhan dan agama. Melalui moralitas pula, Kant menolak ateisme. Kajian ini dapat memberikan kontribusi pada pendalaman diskusi tentang eksistensi agama, yang selalu menjadi bahan kesadaran eksistensi manusia; sekaligus menjadi bahan yang dapat dihadirkan pada diskusi-diskusi publik untuk menjaga harmonisasi sosial.
摘要信神与不信神是人类面对本体论的大实在,包括他的存在的一种态度。各种各样的争论已经证明了上帝的存在,无论是通过本体论,宇宙论,或目的论的证据在哲学和神学的背景下。本文介绍了康德的思想,驳斥了所有这些论点。本文运用维特根斯坦的哲学研究方法表明,对于康德来说,这样的证据是徒劳的,因为人类的理性是有限的。康德认为,通过道德,人类可以找到上帝和宗教。通过道德,康德也拒绝了无神论。本文的研究有助于深化对宗教存在问题的讨论,这一问题一直是人类存在意识的主题;也可以作为公共讨论的素材,维护社会和谐。成员:图汉,丹达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克·阿达达克。Berbagai论点telah berupaya untuk memktikan keberadaan Tuhan melalui bukti本体论,宇宙学,和目的论dalam konteks filsafat和地质学。图里桑尼·孟哈迪尔坎·康德·杨·梅诺拉克研讨会。邓根方法的研究是维特根斯坦的哲学研究,康德的哲学研究是康德的哲学研究,康德的哲学研究是康德的哲学研究。康德孟格登加罕罕的道德理论,康德孟格登加罕的道德理论,康德孟格登加罕的伦理学。道德至上,康德为道德至上。Kajian ini dapat memberikkan kontribusi padpendalaman diskusi tentang eksistensi agama, yang selalu menjadi bahan kesadaran eksistensi manusia;Sekaligus menjadi bahan Yang dapat dihadirkan pada diskusi-diskusi publick untuk menjaga harmonisasi social。