KOMODIFIKASI OTORITAS KIAI DALAM KONTESTASI POLITIK (STUDI KOMODIFIKASI OTORITAS KIAI DI KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN)

Hisnuddin Lubis, Nelly Rohmatillah
{"title":"KOMODIFIKASI OTORITAS KIAI DALAM KONTESTASI POLITIK (STUDI KOMODIFIKASI OTORITAS KIAI DI KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN)","authors":"Hisnuddin Lubis, Nelly Rohmatillah","doi":"10.17977/UM021V3I2P57-64","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kiai merupakan gelar kultural dalam masyarakat Madura yang memiliki Otoritas tersendiri termasuk dalam urusan politik. Habitus dan modal kiai berperan penting dalam arena kontestasi Politik di Kabupaten Pamekasan Madura. Otoritas kiai ini seringkali dijadikan komoditas dalam proses kontestasi politik. Komodifikasi ini dapat diidentifikasi dengan adanya pertukaran sumberdaya nilai guna menjadi nilai materiil. Kajian ini menggunakan perspektif Habitus arena dari Bourdieu dan perspektif komodifikasi dalam pandangan postmodernisme. Pendekatan kajian ini menggunakan Studi kasus dalam bingkai metode kualitatif berlokasi di kecamatan Pasean Pamekasan Madura. Temuan : adanya akumulasi Habitus kiai dan tradisi masyarakat dengan modal budaya baik embodied, objectified maupun institutinalized yang membentuk otoritas kiai. Habitus kiai berupa keturunan dan proses pendidikan agama yang panjang. Sementara modal budaya kiai berupa warisan keturunan, lembaga pesantren dan legitimasi institusi atas kapasitas intelektualnya. Sejalan kemudian otoritas kiai digunakan untuk kepentingan kontestasi politik dengan berpartisipasi langsung sebagai kontestan maupun sebagai “political broker” untuk memenangkan kontestan tertentu. Dalam proses ini terdapat pertukaran sumberdaya otoritas dengan imbalan materiil dan non materiil. Proses inilah yang kemudian disebut sebagai komodifikasi otoritas kiai dalam kontestasi politik. Dalam logika commodity fetishism otoritas kiai terus diproduksi sebagai komoditas yang dapat dipertukarkan dengan nilai materiil maupun non metriil untuk memenuhi hasrat “kapitalis politik”.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v3i22018p057","PeriodicalId":33153,"journal":{"name":"Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-05-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.17977/UM021V3I2P57-64","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Kiai merupakan gelar kultural dalam masyarakat Madura yang memiliki Otoritas tersendiri termasuk dalam urusan politik. Habitus dan modal kiai berperan penting dalam arena kontestasi Politik di Kabupaten Pamekasan Madura. Otoritas kiai ini seringkali dijadikan komoditas dalam proses kontestasi politik. Komodifikasi ini dapat diidentifikasi dengan adanya pertukaran sumberdaya nilai guna menjadi nilai materiil. Kajian ini menggunakan perspektif Habitus arena dari Bourdieu dan perspektif komodifikasi dalam pandangan postmodernisme. Pendekatan kajian ini menggunakan Studi kasus dalam bingkai metode kualitatif berlokasi di kecamatan Pasean Pamekasan Madura. Temuan : adanya akumulasi Habitus kiai dan tradisi masyarakat dengan modal budaya baik embodied, objectified maupun institutinalized yang membentuk otoritas kiai. Habitus kiai berupa keturunan dan proses pendidikan agama yang panjang. Sementara modal budaya kiai berupa warisan keturunan, lembaga pesantren dan legitimasi institusi atas kapasitas intelektualnya. Sejalan kemudian otoritas kiai digunakan untuk kepentingan kontestasi politik dengan berpartisipasi langsung sebagai kontestan maupun sebagai “political broker” untuk memenangkan kontestan tertentu. Dalam proses ini terdapat pertukaran sumberdaya otoritas dengan imbalan materiil dan non materiil. Proses inilah yang kemudian disebut sebagai komodifikasi otoritas kiai dalam kontestasi politik. Dalam logika commodity fetishism otoritas kiai terus diproduksi sebagai komoditas yang dapat dipertukarkan dengan nilai materiil maupun non metriil untuk memenuhi hasrat “kapitalis politik”.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v3i22018p057
KIAI在政治选美比赛中受到的打击
Kiai是马都拉社会的一个文化头衔,在政治事务中也有自己的权威。习惯和资本在马杜拉区首府的政治竞争舞台上发挥着重要作用。这种拼写权威经常在政治争议的过程中成为商品。这种编目可以通过将使用的资源价值转换为材料价值来识别。本研究运用了布迪厄的Habitus竞技场视角和后现代主义的商品化视角。该研究方法使用了位于马杜拉紧急供应护照中的定性方法框架内的案例研究。基础:社会习俗和传统的积累,具有具体化、客观化和制度化的文化资本,形成了海关当局。天启习俗是一个漫长的宗教教育过程和后裔。虽然文化资本是从遗产、中心和机构的合法性中继承的,而不是从其智力能力中继承的。在此之前,宗教权威被用于政治竞争的利益,直接作为参赛者或“政治经纪人”参与,以赢得特定的参赛者。在这个过程中,存在着权力资源与物质和非物质奖励的交换。这一过程后来被称为海关当局在政治背景下的编纂。在商品拜物教中,文学权威继续被生产为可以用物质或非度量值复制的商品,以满足“政治资本家”的愿望。http://dx.doi.org/10.17977/um021v3i22018p057
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书