{"title":"BID’AH IN CONCEPT OF MASLAHAH MURSALAH AND ISTIHSAN ACCORDING TO IMAM ASY-SYATHIBI","authors":"Yahdi Dinul Haq, Hafizah Muchtia, Zia Alkausar Mukhlis","doi":"10.31958/juris.v20i2.3352","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The problem of fiqh that is always developing demands the realization of the argument that is the background of the legal basis for the act of fiqh. Istihsan and mashlahah mursalah are legal grounds accepted by the jurists, although there are some who reject their use. Asy-syathibi actually provides a unique interpretation by relating it to the term bid’ah which is the benchmark for the limits of the development of Islamic law so that it is always in accordance with the direction of the Shari'a.. The purpose of this paper is to explore the opinion of the Al-Imam asy-Syathibi regarding heresy as well as his opinion on the reasons some people base their bid’ah deeds with mashlahah mursalah and istihsan. So that the Al-Imam asy-Syathibi refused to use mashlahah mursalah and istihsan as the basis for heretical deeds. Abstrak: Masalah fiqh yang selalu berkembang menuntut terwujudnya dalil yang melatarbelakangi landasan hukum perbuatan fiqh. Istihsan dan mashlahah mursalah merupakan dasar hukum yang diterima oleh para fuqaha, meskipun ada sebagian yang menolak penggunaannya. Asy-syathibi justru memberikan tafsir yang unik dengan mengaitkannya dengan istilah bid'ah yang menjadi tolak ukur batasan pengembangan hukum Islam agar selalu sesuai dengan arahan syariat. tulisan ini adalah untuk menggali pendapat Al-Imam asy-Syathibi tentang bid'ah serta pendapatnya tentang alasan sebagian orang mendasarkan perbuatan bid'ahnya dengan mashlahah mursalah dan istihsan. Sehingga Al-Imam asy-Syathibi menolak menggunakan mashlahah mursalah dan istihsan sebagai dasar perbuatan sesat.","PeriodicalId":31912,"journal":{"name":"Juris Jurnal Ilmiah Syariah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Juris Jurnal Ilmiah Syariah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31958/juris.v20i2.3352","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"Q2","JCRName":"Arts and Humanities","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
The problem of fiqh that is always developing demands the realization of the argument that is the background of the legal basis for the act of fiqh. Istihsan and mashlahah mursalah are legal grounds accepted by the jurists, although there are some who reject their use. Asy-syathibi actually provides a unique interpretation by relating it to the term bid’ah which is the benchmark for the limits of the development of Islamic law so that it is always in accordance with the direction of the Shari'a.. The purpose of this paper is to explore the opinion of the Al-Imam asy-Syathibi regarding heresy as well as his opinion on the reasons some people base their bid’ah deeds with mashlahah mursalah and istihsan. So that the Al-Imam asy-Syathibi refused to use mashlahah mursalah and istihsan as the basis for heretical deeds. Abstrak: Masalah fiqh yang selalu berkembang menuntut terwujudnya dalil yang melatarbelakangi landasan hukum perbuatan fiqh. Istihsan dan mashlahah mursalah merupakan dasar hukum yang diterima oleh para fuqaha, meskipun ada sebagian yang menolak penggunaannya. Asy-syathibi justru memberikan tafsir yang unik dengan mengaitkannya dengan istilah bid'ah yang menjadi tolak ukur batasan pengembangan hukum Islam agar selalu sesuai dengan arahan syariat. tulisan ini adalah untuk menggali pendapat Al-Imam asy-Syathibi tentang bid'ah serta pendapatnya tentang alasan sebagian orang mendasarkan perbuatan bid'ahnya dengan mashlahah mursalah dan istihsan. Sehingga Al-Imam asy-Syathibi menolak menggunakan mashlahah mursalah dan istihsan sebagai dasar perbuatan sesat.
不断发展的宗教信仰问题要求宗教信仰行为的法律基础背景的论证得以实现。Istihsan和mashlahah mursalah是法学家接受的法律依据,尽管有些人反对使用它们。Asy-syathibi实际上提供了一种独特的解释,通过将其与bid 'ah一词联系起来,bid 'ah是伊斯兰法律发展限制的基准,因此它总是与伊斯兰教法的方向一致。本文的目的是探讨Al-Imam asy-Syathibi对异端的看法,以及他对一些人以mashlahah mursalah和istihsan作为他们的bid 'ah行为的原因的看法。因此,伊玛目asy-Syathibi拒绝使用mashlahah mursalah和istihsan作为异端行为的基础。摘要:Masalah fiqh yang selalu berkembang menuntut terwujudnya dalil yang melatarbelakangi landasan hukum perbuatan fiqh。Istihsan dan mashlahah mursalah merupakan dasar hukum yang diterima oleh para fuqaha, meskipun ada sebagian yang menolak penggunaannya。马来西亚最高法院法官杨先生说:“我是杨先生。我是杨先生。我是杨先生。我是杨先生。我是杨先生。”设定ini adalah为她menggali pendapat Al-Imam asy-Syathibi tentang投标'ah舒达pendapatnya tentang alasan sebagian猩猩mendasarkan perbuatan投标'ahnya dengan mashlahah mursalah丹istihsan。伊玛目,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西,阿玛西。