ANALISIS KESTABILAN MODEL PENYEBARAN TUBERKULOSIS DENGAN MDR-TB DAN PENGARUH VAKSINASI

Anggun Sulistiyowati, Abadi Abadi
{"title":"ANALISIS KESTABILAN MODEL PENYEBARAN TUBERKULOSIS DENGAN MDR-TB DAN PENGARUH VAKSINASI","authors":"Anggun Sulistiyowati, Abadi Abadi","doi":"10.26740/mathunesa.v11n2.p156-163","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang pada umumnya  menyerang paru-paru namun juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, kelenjar, dan lain-lain. Pencegahan TB dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi BCG pada individu saat masih bayi. Individu yang terinfeksi TB harus melakukan pengobatan secara rutin dan tuntas dalam jangka waktu yang ditentukan oleh tenaga medis untuk membunuh bakteri dan terjadinya resistensi antibiotik. Apabila pengobatan tidak tuntas, ditunda, atau gagal, TB dapat berkembang menjadi MDR (Multi Drug Resistant)-TB, yang mana ini adalah kondisi TB resisten terhadap pengobatan lini pertama yang sangat efektif untuk TB. Pada penelitian ini akan dikonstruksikan model matematika penyebaran TB dengan MDR-TB dan pengaruh vaksinasi dengan membagi individu menjadi enam populasi yakni individu rentan (S), individu yang tervaksinasi (V), individu yang terpapar (E), individu terinfeksi (I), individu resisten terhadap pengobatan (Res) dan individu yang sembuh (R). Model ini ditentukan titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik lalu dilanjutkan menganalisis kestabilannya dengan nilai eigen dan Routh-Hurwitz serta didekati dengan menggunakan R0 (bilangan reproduksi dasar). Jika nilai R0 < 1, maka titik kesetimbangan bebas penyakit bersifat stabil asimtotik lokal. Sebaliknya, jika nilai R0 > 1, maka titik kesetimbangan endemiknya yang bersifat stabil asimtotik lokal. Selain itu dilakukan simulasi dengan software Matlab Online R2023a dengan nilai awal dan parameter dari jurnal rujukan dan didapatkan kesimpulan bahwa parameter yang paling berpengaruh adalah parameter angka kelahiran dan laju pengobatan. \nKata Kunci: Tuberkulosis, MDR-TB, BCG, Bilangan Reproduksi Dasar.","PeriodicalId":31823,"journal":{"name":"Mathunesa Jurnal Ilmiah Matematika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Mathunesa Jurnal Ilmiah Matematika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26740/mathunesa.v11n2.p156-163","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang pada umumnya  menyerang paru-paru namun juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, ginjal, kelenjar, dan lain-lain. Pencegahan TB dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi BCG pada individu saat masih bayi. Individu yang terinfeksi TB harus melakukan pengobatan secara rutin dan tuntas dalam jangka waktu yang ditentukan oleh tenaga medis untuk membunuh bakteri dan terjadinya resistensi antibiotik. Apabila pengobatan tidak tuntas, ditunda, atau gagal, TB dapat berkembang menjadi MDR (Multi Drug Resistant)-TB, yang mana ini adalah kondisi TB resisten terhadap pengobatan lini pertama yang sangat efektif untuk TB. Pada penelitian ini akan dikonstruksikan model matematika penyebaran TB dengan MDR-TB dan pengaruh vaksinasi dengan membagi individu menjadi enam populasi yakni individu rentan (S), individu yang tervaksinasi (V), individu yang terpapar (E), individu terinfeksi (I), individu resisten terhadap pengobatan (Res) dan individu yang sembuh (R). Model ini ditentukan titik kesetimbangan bebas penyakit dan titik kesetimbangan endemik lalu dilanjutkan menganalisis kestabilannya dengan nilai eigen dan Routh-Hurwitz serta didekati dengan menggunakan R0 (bilangan reproduksi dasar). Jika nilai R0 < 1, maka titik kesetimbangan bebas penyakit bersifat stabil asimtotik lokal. Sebaliknya, jika nilai R0 > 1, maka titik kesetimbangan endemiknya yang bersifat stabil asimtotik lokal. Selain itu dilakukan simulasi dengan software Matlab Online R2023a dengan nilai awal dan parameter dari jurnal rujukan dan didapatkan kesimpulan bahwa parameter yang paling berpengaruh adalah parameter angka kelahiran dan laju pengobatan. Kata Kunci: Tuberkulosis, MDR-TB, BCG, Bilangan Reproduksi Dasar.
结核病是一种由细菌引起的传染病,这些细菌通常攻击肺部,但也会攻击其他器官,如骨骼、肾脏、腺体和其他器官。可以通过在婴儿时期给个体接种BCG疫苗来预防结核病。感染结核病的人必须在卫生保健工作者确定的时间内进行常规和完全的治疗,以杀死细菌和抗生素耐药性。如果治疗不完全、延迟或失败,结核病可能会发展成MDR(多药耐药),这是结核病第一次有效的临床耐药症状。本研究将建立耐多药结核病传播和疫苗影响的数学模型,将个人分为六类:易受感染的人(S)、接种疫苗的人(V)、受感染的人(E)、受感染的人(I)、该模型确定了无疾病平衡点和平衡点,然后继续用价值eigen和routhhurwitz来分析稳定,并使用R0(基本生殖数)接近。如果R0 < 1的价值,那么无疾病平衡点是稳定的地方症状。另一方面,如果R0 > 1的值,那么水合平衡是稳定的局部丙烯酸。除了将Matlab的在线软件R2023a进行模拟,该软件具有参考日志的初始值和参数,并得出结论,最有效的参数是出生率和治疗率的参数。关键词:结核病,MDR-TB, BCG,基本生殖数。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书