Aris Widyo Nugroho, Sigit Hartanto, M. L. E. Nugroho, Rela Adi Himarosa
{"title":"Pengaruh Sudut Kampuh V Tunggal terhadap Sifat Mekanis Sambungan Las SMAW pada Pipa Baja Karbon API 5L X46","authors":"Aris Widyo Nugroho, Sigit Hartanto, M. L. E. Nugroho, Rela Adi Himarosa","doi":"10.18196/st.v25i2.16896","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian untuk mengetahui pengaruh sudut kampuh V pengelasan SMAW terhadap sifat mekanis sambungan las pada material pipa API 5L X46 telah dilakukan. Proses pengelasan dilakukan dengan sambungan butt-joint kampuh V tunggal menggunakan material pipa API 1104 5L grade X46 dengan tebal pipa 12,7 mm. Sudut kampuh yang digunakan adalah 45º, 50º, 55º, 60º, 65º, 70º, dan 75º. Sambungan lasan kemudian dilakukan beberapa pengujian meliputi inspeksi visual, uji NDT RI, uji metalografi menggunakan standar ASTM E340-15, uji kekerasan menggunakan standar ASTM E92-82, dan uji bending menggunakan standar API 1104. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kampuh las maka heat input dan waktu proses semakin besar. Secara umum kekerasan HAZ dan WM meningkat seiring dengan peningkatan sudut kampuh. Nilai kekerasan sebesar 135,73 VHN pada HAZ, dan 146,19 VHN pada WM diperoleh pada sudut kampuh 75o. Tegangan bending maksimum pada root bend dan side bend test meningkat seiring dengan kenaikan sudut kampuh dan berturut-turut tercapai pada variasi sudut kampuh 60º sebesar 5.685 MPa dan 4.222 MPa, kemudian tegangan lentur menurun bila sudut kampuh membesar. Sudut kampuh 60o merupakan sudut kampuh optimal dari segi sifat mekanis sambungan dan produktifitas proses pengelasan.","PeriodicalId":33667,"journal":{"name":"Semesta Teknika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Semesta Teknika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.18196/st.v25i2.16896","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian untuk mengetahui pengaruh sudut kampuh V pengelasan SMAW terhadap sifat mekanis sambungan las pada material pipa API 5L X46 telah dilakukan. Proses pengelasan dilakukan dengan sambungan butt-joint kampuh V tunggal menggunakan material pipa API 1104 5L grade X46 dengan tebal pipa 12,7 mm. Sudut kampuh yang digunakan adalah 45º, 50º, 55º, 60º, 65º, 70º, dan 75º. Sambungan lasan kemudian dilakukan beberapa pengujian meliputi inspeksi visual, uji NDT RI, uji metalografi menggunakan standar ASTM E340-15, uji kekerasan menggunakan standar ASTM E92-82, dan uji bending menggunakan standar API 1104. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kampuh las maka heat input dan waktu proses semakin besar. Secara umum kekerasan HAZ dan WM meningkat seiring dengan peningkatan sudut kampuh. Nilai kekerasan sebesar 135,73 VHN pada HAZ, dan 146,19 VHN pada WM diperoleh pada sudut kampuh 75o. Tegangan bending maksimum pada root bend dan side bend test meningkat seiring dengan kenaikan sudut kampuh dan berturut-turut tercapai pada variasi sudut kampuh 60º sebesar 5.685 MPa dan 4.222 MPa, kemudian tegangan lentur menurun bila sudut kampuh membesar. Sudut kampuh 60o merupakan sudut kampuh optimal dari segi sifat mekanis sambungan dan produktifitas proses pengelasan.