Pelatihan Flourishing untuk Meningkatkan Self-Compassion Anggota Ormawa Universitas X Surabaya

Teresa Veronika Siagian, Ocha Ayu Septianeke, Hartanti Hartanti
{"title":"Pelatihan Flourishing untuk Meningkatkan Self-Compassion Anggota Ormawa Universitas X Surabaya","authors":"Teresa Veronika Siagian, Ocha Ayu Septianeke, Hartanti Hartanti","doi":"10.26539/pcr.41888","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tujuan pelaksanaan pelatihan flourishing untuk membantu anggota organisasi meningkatkan self compassion. Mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan diri secara akademis dan secara sosial selama belajar di perguruan tinggi. Usia mahasiswa saat belajar di perguruan tinggi biasanya berada pada masa emerging adulthood. Salah satu karakteristiknya ialah identity exploration yang terdiri dari eksplorasi relasi romantis, eksplorasi pekerjaan dan eksplorasi cara pandang akan dunia. Salah satu cara mahasiswa melakukan eksplorasi pekerjaan dengan mengikuti organisasi. Anggota Organisasi Mahasiswa Universitas X Surabaya juga mengalami hal serupa. Saat masa kepengurusan, sedang terjadi pandemi Covid-19 dan mengharuskan seluruh pelaksanaan kegiatan secara daring. Hal ini menyebabkan persoalan self compassion karena anggota organisasi memilih pasif, mengisolasi diri dan mengkritik diri berlebihan ketika mengalami kesulitan. Metode penelitian menggunakan teknik penelitian quasi experimental, yaitu teknik penelitian dengan menggunakan desain one group pretest posttest design. Pelaksanaan pelatihan selama 2 hari dan 6 sesi melalui aplikasi Zoom Meeting. Hasil analisis uji beda wilcoxon (0.289; p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan self compassion antara sebelum dan setelah pemberian pelatihan flourishing, namun perbedaan yang terjadi tidak signifikan. Hal yang menyebabkan kondisi ini ialah interaksi sosial belum berfungsi secara utuh di dalam organisasi dan adanya faktor tahap perkembangan pada usia mahasiswa, sehingga pelatihan flourishing tidak dapat meningkatkan self compassion secara signifikan.","PeriodicalId":33146,"journal":{"name":"Psychocentrum Review","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-03-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Psychocentrum Review","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.26539/pcr.41888","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Tujuan pelaksanaan pelatihan flourishing untuk membantu anggota organisasi meningkatkan self compassion. Mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan diri secara akademis dan secara sosial selama belajar di perguruan tinggi. Usia mahasiswa saat belajar di perguruan tinggi biasanya berada pada masa emerging adulthood. Salah satu karakteristiknya ialah identity exploration yang terdiri dari eksplorasi relasi romantis, eksplorasi pekerjaan dan eksplorasi cara pandang akan dunia. Salah satu cara mahasiswa melakukan eksplorasi pekerjaan dengan mengikuti organisasi. Anggota Organisasi Mahasiswa Universitas X Surabaya juga mengalami hal serupa. Saat masa kepengurusan, sedang terjadi pandemi Covid-19 dan mengharuskan seluruh pelaksanaan kegiatan secara daring. Hal ini menyebabkan persoalan self compassion karena anggota organisasi memilih pasif, mengisolasi diri dan mengkritik diri berlebihan ketika mengalami kesulitan. Metode penelitian menggunakan teknik penelitian quasi experimental, yaitu teknik penelitian dengan menggunakan desain one group pretest posttest design. Pelaksanaan pelatihan selama 2 hari dan 6 sesi melalui aplikasi Zoom Meeting. Hasil analisis uji beda wilcoxon (0.289; p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan self compassion antara sebelum dan setelah pemberian pelatihan flourishing, namun perbedaan yang terjadi tidak signifikan. Hal yang menyebabkan kondisi ini ialah interaksi sosial belum berfungsi secara utuh di dalam organisasi dan adanya faktor tahap perkembangan pada usia mahasiswa, sehingga pelatihan flourishing tidak dapat meningkatkan self compassion secara signifikan.
Flourishing培训,以增强X泗水大学Ormawa成员的自我同情
繁荣培训的目的是帮助组织成员提高自我同情。学生在大学期间有机会在学术和社会方面得到发展。学生上大学的年龄通常处于成年期。一个特点是身份探索,包括探索浪漫关系、探索工作和探索看待世界的方式。学生进行探索工作的一种方式是跟随组织。泗水X大学学生组织的成员也经历了同样的事情。在困境时期,新冠肺炎大流行正在发生,需要在网上全面开展活动。它导致了自我同情的问题,因为组织成员在经历困难时会被动选择、孤立自己并过度批评自己。[UNK]研究方法使用准实验研究技术,即使用一组前测后测设计的研究技术。[UNK]通过Zoom Meeting应用程序执行为期2天、6节课的培训。Wilcoxon差异检验结果(0.289;p<0.05)表明,在训练繁荣前后存在自我同情差异,但这种差异并不显著。造成这种情况的原因是,组织内部的社会互动尚未完全发挥作用,而且学生年龄存在发展因素,因此,蓬勃发展的培训并不能显著提高自我同情。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
24
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书