PENGARUH FERMENTASI TERHADAP TOTAL FENOLIK, AKTIVITAS PENGHAMBATAN RADIKAL DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK TEPUNG BIJI TERATAI (Effect of Fermentation on Total Phenolic, Radical Scavenging and Antibacterial Activity of Waterlily (Nymphaea pubescens Willd.)

N. Rahmi, Nadra Khairiah, Rufida Rufida, S. Hidayati, A. Muis
{"title":"PENGARUH FERMENTASI TERHADAP TOTAL FENOLIK, AKTIVITAS PENGHAMBATAN RADIKAL DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK TEPUNG BIJI TERATAI (Effect of Fermentation on Total Phenolic, Radical Scavenging and Antibacterial Activity of Waterlily (Nymphaea pubescens Willd.)","authors":"N. Rahmi, Nadra Khairiah, Rufida Rufida, S. Hidayati, A. Muis","doi":"10.36974/jbi.v11i1.5553","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Waterlily seed flour is made from mature grinded waterlily seed. T he flour is commonly used as cake and local food ingredient of South Borneo. Waterlily seed s have antidiarrheal and other functional properties. This study aimed to determine the effect of fermentation on total phenolic , antiradical and antibacterial activity in waterlily seed flour. Seeds were grinded , sifted through 60 mesh screen and fermented using L. p lantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF and spontaneous fermentation for 48 hours respectively. The fermented products were drained , dried and extracted using ethyl acetate and water solution with 70:30 ratio . The extract obtained was evaporated and determined its total phenolic by the Folin-ciocalteu method, antiradical activity using 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and antibacterial by agar diffusion method . Furthermore, they were compared with the unfermented one . The results showed the increasing of total phenolic from 70.52±0.53 to 99.82±0.60 mg/g GAE, antiradical activity from 80.37±0.89 to 87.64±0.68% and antibacterial activity which indicate by the inhibition of E. coli, Salmonella and S. aureus. F ermentation in waterlily flour increased the total phenolic content and its biological activity, so it has the potential to be used as functional food. Keywords: antibacterial, DPPH, fermentation, total phenolic, waterlily seed ABSTRAK Tepung biji teratai dibuat dari biji teratai matang yang dihaluskan. Tepung ini biasa digunakan sebagai bahan kue dan makanan lokal khas Kalimantan Selatan. Biji teratai mempunyai khasiat antidiare dan memiliki beberapa sifat fungsional lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap total fenolik, aktivitas antiradikal dan antibakteri pada tepung biji teratai. Biji teratai dihaluskan, diayak dengan ayakan 60 mesh dan difermentasi menggunakan L. plantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF dan fermentasi spontan, masing-masing selama 48 jam. Hasil fermentasi ditiriskan, dikeringkan dan diekstrak menggunakan pelarut etil asetat dan air dengan perbandingan 70:30. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dan ditentukan total fenolik dengan metode Folin-ciocalteu, aktivitas penghambatan radikal menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan antibakteri dengan metode difusi agar. Selanjutnya, hasil ini dibandingkan dengan perlakuan tanpa fermentasi. Hasil pengujian menunjukkan terjadi peningkatan kandungan total fenolik 70,52±0,53 menjadi 99,82±0,60 mg/g GAE, aktivitas penghambatan radikal 80,37±0,89 menjadi 87,64±0,68% dan aktivitas antibakteri yang ditunjukkan oleh penghambatan terhadap bakteri E. coli, Salmonella dan S. aureus. Fermentasi mampu meningkatkan kandungan total fenolik dan aktivitas biologis pada tepung teratai, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pangan fungsional. Kata kunci: antibakteri, biji teratai, DPPH, fermentasi, total fenolik","PeriodicalId":8988,"journal":{"name":"Biopropal Industri","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Biopropal Industri","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.36974/jbi.v11i1.5553","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2

Abstract

Waterlily seed flour is made from mature grinded waterlily seed. T he flour is commonly used as cake and local food ingredient of South Borneo. Waterlily seed s have antidiarrheal and other functional properties. This study aimed to determine the effect of fermentation on total phenolic , antiradical and antibacterial activity in waterlily seed flour. Seeds were grinded , sifted through 60 mesh screen and fermented using L. p lantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF and spontaneous fermentation for 48 hours respectively. The fermented products were drained , dried and extracted using ethyl acetate and water solution with 70:30 ratio . The extract obtained was evaporated and determined its total phenolic by the Folin-ciocalteu method, antiradical activity using 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and antibacterial by agar diffusion method . Furthermore, they were compared with the unfermented one . The results showed the increasing of total phenolic from 70.52±0.53 to 99.82±0.60 mg/g GAE, antiradical activity from 80.37±0.89 to 87.64±0.68% and antibacterial activity which indicate by the inhibition of E. coli, Salmonella and S. aureus. F ermentation in waterlily flour increased the total phenolic content and its biological activity, so it has the potential to be used as functional food. Keywords: antibacterial, DPPH, fermentation, total phenolic, waterlily seed ABSTRAK Tepung biji teratai dibuat dari biji teratai matang yang dihaluskan. Tepung ini biasa digunakan sebagai bahan kue dan makanan lokal khas Kalimantan Selatan. Biji teratai mempunyai khasiat antidiare dan memiliki beberapa sifat fungsional lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap total fenolik, aktivitas antiradikal dan antibakteri pada tepung biji teratai. Biji teratai dihaluskan, diayak dengan ayakan 60 mesh dan difermentasi menggunakan L. plantarum JBSxH.6.4, BIMO-CF dan fermentasi spontan, masing-masing selama 48 jam. Hasil fermentasi ditiriskan, dikeringkan dan diekstrak menggunakan pelarut etil asetat dan air dengan perbandingan 70:30. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dan ditentukan total fenolik dengan metode Folin-ciocalteu, aktivitas penghambatan radikal menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan antibakteri dengan metode difusi agar. Selanjutnya, hasil ini dibandingkan dengan perlakuan tanpa fermentasi. Hasil pengujian menunjukkan terjadi peningkatan kandungan total fenolik 70,52±0,53 menjadi 99,82±0,60 mg/g GAE, aktivitas penghambatan radikal 80,37±0,89 menjadi 87,64±0,68% dan aktivitas antibakteri yang ditunjukkan oleh penghambatan terhadap bakteri E. coli, Salmonella dan S. aureus. Fermentasi mampu meningkatkan kandungan total fenolik dan aktivitas biologis pada tepung teratai, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pangan fungsional. Kata kunci: antibakteri, biji teratai, DPPH, fermentasi, total fenolik
睡莲籽粉是由成熟的睡莲籽磨成的。这种面粉通常被用作蛋糕和南婆罗洲的当地食品原料。睡莲籽有止泻和其他功能特性。本研究旨在研究发酵对睡莲籽粉中总酚、抗自由基和抗菌活性的影响。将种子磨碎,60目筛分,分别用l.p lantarum JBSxH.6.4、BIMO-CF和自然发酵发酵48小时。发酵产物用乙酸乙酯和水溶液按70:30的比例抽干、干燥、提取。提取液经蒸发后,用Folin-ciocalteu法测定其总酚含量,用DPPH法测定其抗自由基活性,用琼脂扩散法测定其抑菌活性。并与未发酵的酵母进行了比较。结果表明:总酚含量由70.52±0.53 mg/g GAE提高到99.82±0.60 mg/g GAE,抗自由基活性由80.37±0.89提高到87.64±0.68%,抑菌活性明显增强,对大肠杆菌、沙门氏菌和金黄色葡萄球菌均有抑制作用。睡莲粉经发酵后总酚含量和生物活性均有所提高,具有开发功能性食品的潜力。关键词:抗菌,DPPH,发酵,总酚,睡莲种子Tepung ini biasa digunakan sebagai bahan kue dan makanan Kalimantan Selatan。Biji teratai mempunyai khasiat antididian memiliki bebera是一种真菌。Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhahadap total fenoliks,活性抗自由基和抗细菌paada tepung biji teratai。Biji teratai dihaluskan, diayak dengan ayakan 60目丹差异,menggunakan L. plantarum JBSxH.6.4, bimoc - cf丹发酵,masing-masing selama 48 jam。Hasil fermentasi ditiriskan, dikeringkan dan diekstrak menggunakan pelarut直到asetat dan air dengan perbandingan 70:30。研究结果表明:2,2-二苯基-1-吡啶酰肼(DPPH)是一种抗细菌的拮抗细菌。Selanjutnya, hasil ini dibandingkan dengan perlakuan tanpa fermentasi。Hasil企鹅menunjukkan terjadi peningkatan kandungan总fenolik 70,52±0,53 menjadi 99,82±0,60 mg/g GAE, aktivitas penghambatan radikal 80,37±0,89 menjadi 87,64±0,68% dan aktivitas antibakteri yang ditunjukkan oleh penghambatan terhadap bakteri大肠杆菌,沙门氏菌和金黄色葡萄球菌。酵母菌(Fermentasi mampu meningkatkan kandunitas)是一种真菌。Kata kunci:抗细菌,biji teratai, DPPH,发酵,总酚
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
4
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书