LITERASI BACA TULIS DAN INOVASI KURIKULUM BAHASA

Vivi Indriyani, M. Zaim, A. Atmazaki, Syahrul Ramadhan
{"title":"LITERASI BACA TULIS DAN INOVASI KURIKULUM BAHASA","authors":"Vivi Indriyani, M. Zaim, A. Atmazaki, Syahrul Ramadhan","doi":"10.22219/KEMBARA.VOL5.NO1.108-118","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami perubahan pada tahun 2013. Perubahan tersebut merupakan usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pada pembelajaran bahasa Indonesia, kurikulum yang digunakan adalah berbasis teks. Beberapa tahun kemudian, untuk mewujudkan visi dan misi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan diperbarui dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah dan melihat respon siswa setelah dilaksanakan kegiatan literasi. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempertimbangkan literasi sebagai inovasi kurikulum di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik wawancara terstruktur dan teknik pengumpulan angket. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar kuesioner. Wawancara dilakukan dengan tujuh orang guru Bahasa Indonesia di Sumatera Barat dan Angket diisi oleh 30 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, literasi tidak dilaksanakan dengan aturan yang ditetapkan. Tujuan dari literasi tersebut juga tidak tercapai dengan mestinya. Dalam pelaksanaannya, kurikulum dan literasi seolah-olah merupakan dua hal yang berbeda dan pelaksanaan yang tidak sejalan. Padahal, kegiatan pembelajaran yang dilakukan merupakan kegiatan literasi. Khusus pada pembelajaran bahasa, literasi yang dilakukan adalah literasi baca dan tulis.","PeriodicalId":33289,"journal":{"name":"Kembara Jurnal Keilmuan Bahasa Sastra dan Pengajarannya","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-06-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"27","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Kembara Jurnal Keilmuan Bahasa Sastra dan Pengajarannya","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22219/KEMBARA.VOL5.NO1.108-118","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 27

Abstract

Kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami perubahan pada tahun 2013. Perubahan tersebut merupakan usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pada pembelajaran bahasa Indonesia, kurikulum yang digunakan adalah berbasis teks. Beberapa tahun kemudian, untuk mewujudkan visi dan misi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan diperbarui dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah dan melihat respon siswa setelah dilaksanakan kegiatan literasi. Penelitian ini merekomendasikan untuk mempertimbangkan literasi sebagai inovasi kurikulum di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik wawancara terstruktur dan teknik pengumpulan angket. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar kuesioner. Wawancara dilakukan dengan tujuh orang guru Bahasa Indonesia di Sumatera Barat dan Angket diisi oleh 30 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, literasi tidak dilaksanakan dengan aturan yang ditetapkan. Tujuan dari literasi tersebut juga tidak tercapai dengan mestinya. Dalam pelaksanaannya, kurikulum dan literasi seolah-olah merupakan dua hal yang berbeda dan pelaksanaan yang tidak sejalan. Padahal, kegiatan pembelajaran yang dilakukan merupakan kegiatan literasi. Khusus pada pembelajaran bahasa, literasi yang dilakukan adalah literasi baca dan tulis.
2013年,印度尼西亚的教育课程发生了变化。这一变化是为了增加印尼的教育互助。在印尼语学习中,使用的课程是基于文本的。几年后,为了为社会创造适应知识和技术进步的愿景和使命,政府发布了关于学校文学运动的政策,并随着国家文学运动而升级。本研究的目的是了解在学校进行的文学活动,并观察学生在文学活动后的反应。本研究建议将文学视为学校的一项课程创新。本研究采用结构化访谈技术和角度分组技术进行描述性研究。我们使用的工具是访谈恋童癖和衔接表。采访对象是西苏门答腊岛和昂吉岛的七名印尼语教师,共有30名学生。研究结果表明,在其实施过程中,文献并没有按照规定的规则进行应用。文学的目的也不一定达到。在实施过程中,课程和文学似乎是两种不同的东西,也是一种不一致的实施方式。但是所做的学习活动是文学活动。特别是在语言学习中,识字就是读写能力。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
4 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书