EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): GAP OF INDICATORS FOR ENVIRONMENTAL LITERACY ACHIEVEMENT IN THE MIDDLE SCHOOL CURRICULUM

EDUSAINS Pub Date : 2019-01-03 DOI:10.15408/ES.V10I2.9041
Widy Anggraini, P. Karyanto, S. Sarwanto
{"title":"EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): GAP OF INDICATORS FOR ENVIRONMENTAL LITERACY ACHIEVEMENT IN THE MIDDLE SCHOOL CURRICULUM","authors":"Widy Anggraini, P. Karyanto, S. Sarwanto","doi":"10.15408/ES.V10I2.9041","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): KESENJANGAN INDIKATOR UNTUK PENCAPAIAN LITERASI LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMAAbstractEnvironmental education is one way to empower the environment where literacy can support sustainable development programs known as Education for Sustainable Development (EfSD). This study aimed to analyze the environmental literacy indicators in the curriculum of middle schools. The lesson plan in the middle school became the main subject for document analysis. This research is evaluation research. The data were collected with non-test techniques in the form of interviews and documentation. Qualitative analysis in the form of a matrix became the instrument used to analyze the gap of the indicators of the ideal knowledge and those of the aktual knowledge. The results indicated that out of 20 aktual indicators, there were 10 irrelevant indicators with the ideal indicators according to the New Ecological Paradigm (NEP) and the ecological concept according to Lewinsohn. The gap between indicators of achieving environmental literacy can be overcome by substituting the overall ecological concept in the lesson plan for the environment-related material. The existence of a strong ecological concept is expected to be the initial provision for students to empower environmental literacy.AbstrakPendidikan lingkungan menjadi salah satu cara untuk memberdayakan literasi lingkungan sehingga dapat mendukung program pembangunan berkelanjutan atau dikenal sebagai Education for Sustainable Development (EfSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan indikator pencapaian literasi lingkungan dalam kurikulum sekolah menengah pertama (SMP). Rencana perangkat pembelajaran di SMP menjadi subjek utama dokumen yang dianalisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi (evaluation research). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-tes berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis kualitatif dalam bentuk matriks menjadi alat yang digunakan dalam menganalisis kesenjangan indikator pengetahuan ideal dengan indikator aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 indikator aktual terdapat 10 indikator yang tidak relevan dengan indikator ideal menurut New Ecological Paradigm (NEP) dan konsep ekologi menurut Lewinsohn. Kesenjangan antara indikator pencapaian literasi lingkungan dapat diatasi dengan mensubstitusi konsep ekologi secara utuh kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran untuk materi yang berhubungan dengan lingkungan. Adanya konsep ekologi yang kuat diharapkan dapat menjadi bekal sejak dini bagi siswa untuk memberdayakan literasi lingkungan.","PeriodicalId":31079,"journal":{"name":"EDUSAINS","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-01-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"EDUSAINS","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.15408/ES.V10I2.9041","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EfSD): KESENJANGAN INDIKATOR UNTUK PENCAPAIAN LITERASI LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMAAbstractEnvironmental education is one way to empower the environment where literacy can support sustainable development programs known as Education for Sustainable Development (EfSD). This study aimed to analyze the environmental literacy indicators in the curriculum of middle schools. The lesson plan in the middle school became the main subject for document analysis. This research is evaluation research. The data were collected with non-test techniques in the form of interviews and documentation. Qualitative analysis in the form of a matrix became the instrument used to analyze the gap of the indicators of the ideal knowledge and those of the aktual knowledge. The results indicated that out of 20 aktual indicators, there were 10 irrelevant indicators with the ideal indicators according to the New Ecological Paradigm (NEP) and the ecological concept according to Lewinsohn. The gap between indicators of achieving environmental literacy can be overcome by substituting the overall ecological concept in the lesson plan for the environment-related material. The existence of a strong ecological concept is expected to be the initial provision for students to empower environmental literacy.AbstrakPendidikan lingkungan menjadi salah satu cara untuk memberdayakan literasi lingkungan sehingga dapat mendukung program pembangunan berkelanjutan atau dikenal sebagai Education for Sustainable Development (EfSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan indikator pencapaian literasi lingkungan dalam kurikulum sekolah menengah pertama (SMP). Rencana perangkat pembelajaran di SMP menjadi subjek utama dokumen yang dianalisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi (evaluation research). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-tes berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis kualitatif dalam bentuk matriks menjadi alat yang digunakan dalam menganalisis kesenjangan indikator pengetahuan ideal dengan indikator aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 indikator aktual terdapat 10 indikator yang tidak relevan dengan indikator ideal menurut New Ecological Paradigm (NEP) dan konsep ekologi menurut Lewinsohn. Kesenjangan antara indikator pencapaian literasi lingkungan dapat diatasi dengan mensubstitusi konsep ekologi secara utuh kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran untuk materi yang berhubungan dengan lingkungan. Adanya konsep ekologi yang kuat diharapkan dapat menjadi bekal sejak dini bagi siswa untuk memberdayakan literasi lingkungan.
可持续发展教育:中学课程中环境素养成就指标的差距
可持续发展教育(EfSD): KESENJANGAN指标UNTUK PENCAPAIAN LITERASI LINGKUNGAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH pertamah摘要环境教育是赋予环境权能的一种方式,其中扫盲可以支持被称为可持续发展教育(EfSD)的可持续发展计划。本研究旨在分析中学课程中的环境素养指标。初中教案成为文献分析的主要对象。本研究属于评价研究。数据收集采用非测试技术,以访谈和文件的形式。矩阵形式的定性分析成为分析理想知识指标与实际知识指标差距的工具。结果表明,在20个实际指标中,有10个指标与新生态范式(NEP)的理想指标和Lewinsohn的生态概念不相关。实现环境素养的指标之间的差距可以通过在教案中以整体生态概念代替与环境有关的材料来克服。强烈的生态观念的存在有望成为赋予学生环境素养的初始条件。摘要/ abstract摘要:pendidikan lingkungan menjadi salah satu cara untuk成员,akan literasi lingkungan seingga dapat mendukung项目,pembangunan berkelanjutan atau dikenal sebagai可持续发展教育(EfSD)Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kesenjangan指标;;;;;;;;我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi(评价研究)彭普兰的数据,是一项具有前瞻性和前瞻性的研究。分析质量指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数指数。新生态范式(NEP)与自然生态学(Lewinsohn)之间的关系。Kesenjangan antara指标,penapan literature, lingkungan, dapat diatasi, dengan, men替代,konsep, ekologi, secara,与kedalam, rencana, pelaksanaan, penbelajaran, untuk,材料,yang berhubangan, dengan lingkungan。Adanya konsep ekologi yang kuat diharapkan dapat menjadi bekal sejak dini bagi siswa untuk成员yakan literasi lingkungan。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书