Penerapan Budaya Religius di SD al Mahrusiyah

Wasito Wasito, Moh. Turmudi
{"title":"Penerapan Budaya Religius di SD al Mahrusiyah","authors":"Wasito Wasito, Moh. Turmudi","doi":"10.33367/TRIBAKTI.V29I1.560","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini berusaha mendiskripsikan dan memaknai penerapan budaya religius di SD al Mahrusiyah. Hal ini karena krisis  moral  yang  melanda  bangsa  ini  nampaknya  menjadi  sebuah kegelisahan  bagi  semua  kalangan. Bagaimana  tidak dari  maraknya  kasus  korupsi yang  tidak pernah  surut  bahkan  mengalami  peningkatan  dari  waktu  ke  waktu. Di sisi  lain  krisis  ini menjadi  komplek dengan  berbagai  peristiwa  yang  cukup memilukan  seperti  tawuran  pelajar, penyalahgunaan  obat  terlarang, pergaulan bebas, aborsi, penganiayaan  yang  disertai  pembunuhan. Fenomena  ini sesungguhnya  sangat  berseberangan  dengan  suasana  keagamaan  dan  kepribadian bangsa  Indonesia. Jika  krisis  ini  dibiarkan  begitu  saja  dan  berlarut-larut  apalagi dianggap sesuatu  yang  biasa  maka  segala  kebejatan  moralitas  akan  menjadi budaya.  Sekecil  apapun krisis  moralitas  secara  tidak langung  akan dapat merapuhkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. \nPenelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, yaitu; 1). Bentuk-bentuk budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi belajar baca tulis al-Qur`an dan tadarrus, pemakaian busana muslim, pelaksanaan shalat jamaah di sekolah, kegiatan madin, pembiasaan senyum, sapa dan salam, berperilaku sopan santun kepada semua warga sekolah, dan doa bersama, serta peringatan hari-hari besar agama Islam. 2). Model penerapan budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi 4 (empat) model, yaitu: pertama model struktural (melalui kebijakan dan peraturan), kedua, model formal (menanamkan commitment dan dedikasi untuk menjalankan ajaran agama), ketiga, model mekanik (membangun dan membiasakan berperilaku sopan dan santun terhadap sesame), dan keempat, model organik (melalui internalisasi dan transformasi pengetahuan tentang ajaran agama yang bersumber pada al Quran dan Hadits).","PeriodicalId":34623,"journal":{"name":"Tribakti Jurnal Pemikiran Keislaman","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"4","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Tribakti Jurnal Pemikiran Keislaman","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33367/TRIBAKTI.V29I1.560","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 4

Abstract

Penelitian ini berusaha mendiskripsikan dan memaknai penerapan budaya religius di SD al Mahrusiyah. Hal ini karena krisis  moral  yang  melanda  bangsa  ini  nampaknya  menjadi  sebuah kegelisahan  bagi  semua  kalangan. Bagaimana  tidak dari  maraknya  kasus  korupsi yang  tidak pernah  surut  bahkan  mengalami  peningkatan  dari  waktu  ke  waktu. Di sisi  lain  krisis  ini menjadi  komplek dengan  berbagai  peristiwa  yang  cukup memilukan  seperti  tawuran  pelajar, penyalahgunaan  obat  terlarang, pergaulan bebas, aborsi, penganiayaan  yang  disertai  pembunuhan. Fenomena  ini sesungguhnya  sangat  berseberangan  dengan  suasana  keagamaan  dan  kepribadian bangsa  Indonesia. Jika  krisis  ini  dibiarkan  begitu  saja  dan  berlarut-larut  apalagi dianggap sesuatu  yang  biasa  maka  segala  kebejatan  moralitas  akan  menjadi budaya.  Sekecil  apapun krisis  moralitas  secara  tidak langung  akan dapat merapuhkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, yaitu; 1). Bentuk-bentuk budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi belajar baca tulis al-Qur`an dan tadarrus, pemakaian busana muslim, pelaksanaan shalat jamaah di sekolah, kegiatan madin, pembiasaan senyum, sapa dan salam, berperilaku sopan santun kepada semua warga sekolah, dan doa bersama, serta peringatan hari-hari besar agama Islam. 2). Model penerapan budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi 4 (empat) model, yaitu: pertama model struktural (melalui kebijakan dan peraturan), kedua, model formal (menanamkan commitment dan dedikasi untuk menjalankan ajaran agama), ketiga, model mekanik (membangun dan membiasakan berperilaku sopan dan santun terhadap sesame), dan keempat, model organik (melalui internalisasi dan transformasi pengetahuan tentang ajaran agama yang bersumber pada al Quran dan Hadits).
本研究试图描述和描述宗教文化在SD al-Mahrusiyah的应用。这是因为打击这个国家的道德危机,这似乎是每个人的焦虑。怎么可能不存在从未复活的腐败呢?即使时间增加了,也应该是时间。另一方面,这场危机变得越来越复杂,发生了各种令人尴尬的事件,如学生录取、吸毒、搭便车、堕胎、虐待和谋杀。这一现象确实与印度尼西亚的宗教氛围和个性极为交织。如果这场危机是孤立的,那么它就被视为普通的事情,那么它就是有教养的。无论危机多么小,道德都会破坏悲惨和民族生活的价值观。这项研究得出了两个结论,即:1) 。SD Al-Mahrusiyah的宗教文化形式包括学习阅读《古兰经》和《塔达罗斯》、穿着穆斯林服装、进行高中祈祷、饮食活动、微笑习惯、奶牛和问候、对所有学校公民礼貌、一起祈祷以及提醒伊斯兰教的伟大日子。2) 。Al-Mahrusiyah的SD中的宗教应用模式包括4(四)种模式,即:第一种结构模式(通过政治和规则),第二种形式模式(意味着对宗教教学的承诺和奉献),第三种机械模式(建立和使用礼貌和相互友好的行为),有机模式(通过内化和转化《古兰经》和《圣训》中关于宗教教学的知识)。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
11
审稿时长
4 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书