{"title":"ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN","authors":"Zulfah Lis Syafawati, Nasiwan Nasiwan","doi":"10.21154/kodifikasia.v16i1.3484","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis islamisasi ilmu pengetahuan dan relevansinya dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dari berbagai referensi yang terkait untuk menganalisis konten. Hasil penelitian ilmu pengetahuan barat menunjukkan adanya dampak negatif yang bersifat materialis dan sekular. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam sehingga dilakukan proses islamisasi ilmu pengetahuan, yakni melihat kebenaran ilmu berdasarkan akal dan Al Qur’an Hadits. Prinsip mengutamakan tauhid dalam mengembangkan ilmu pengetahuan memiliki relevansi terhadap Pancasila terutama sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa sebagai dasar pedoman pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Penerapan sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima dapat menjadi jawaban dari perkembangan ilmu pengetahuan dari barat yang bersifat materialis dan sekular. Adapun relevansi tujuan islamisasi ilmu pengetahuan dengan pendidikan kewarganegaraan adalah pembentukan karakter pertama dan utama ialah karakter religius yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Penguatan karakter religius bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan kewarganegaraan untuk menjalani dan menjaga hubungan kehidupannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia di lingkungan masyarakat dan bernegara. Penelitian ini dapat mengisi kekosongan ruang penelitian relevansi islamisasi ilmu pengetahuan dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran yang diberikan kepada siswa agar memahami konteks ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai sila pertama Pancasila dan mewujudkan kompetensi inti satu yang tercantum pada kurikulum 2013, yaitu sikap spiritual. [This study aims to analyze the Islamization of science and its relevance to Pancasila and Citizenship Education. This study uses a qualitative approach by means of literature study as a technique of collecting data from various related references to analyze content. The results of western scientific research have negative impacts that are materialist and secular. This is contrary to the principles of Islam so that the process of Islamization of science is carried out to see the truth of science based on reason and the Qur'an Hadith. The principle of prioritizing monotheism in developing science has relevance to Pancasila, especially the first principle of Belief in the one and only God as the basic guideline for the development of science in Indonesia. The application of the second, third, fourth, and the fifth can be the answer to the development of science from the west which is materialist and secular. The relevance of the goal of Islamization of science with civic education is that the formation of the first and foremost character is a religious character that reflects faith and piety to God Almighty. Strengthening religious character for the Indonesian people through civic education to live and maintain life relationships with God and with fellow human beings in society and the state. This research can fill the void of research spacethe relevance of the Islamization of science with Pancasila and Citizenship Education as subjects given to students in order to understand the context of science based on the values of the first precepts of Pancasila and realize one core competency listed in the 2013 curriculum, namely spiritual attitudes.] ","PeriodicalId":55755,"journal":{"name":"Kodifikasia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Kodifikasia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v16i1.3484","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis islamisasi ilmu pengetahuan dan relevansinya dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data dari berbagai referensi yang terkait untuk menganalisis konten. Hasil penelitian ilmu pengetahuan barat menunjukkan adanya dampak negatif yang bersifat materialis dan sekular. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam sehingga dilakukan proses islamisasi ilmu pengetahuan, yakni melihat kebenaran ilmu berdasarkan akal dan Al Qur’an Hadits. Prinsip mengutamakan tauhid dalam mengembangkan ilmu pengetahuan memiliki relevansi terhadap Pancasila terutama sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa sebagai dasar pedoman pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Penerapan sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima dapat menjadi jawaban dari perkembangan ilmu pengetahuan dari barat yang bersifat materialis dan sekular. Adapun relevansi tujuan islamisasi ilmu pengetahuan dengan pendidikan kewarganegaraan adalah pembentukan karakter pertama dan utama ialah karakter religius yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Penguatan karakter religius bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan kewarganegaraan untuk menjalani dan menjaga hubungan kehidupannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia di lingkungan masyarakat dan bernegara. Penelitian ini dapat mengisi kekosongan ruang penelitian relevansi islamisasi ilmu pengetahuan dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran yang diberikan kepada siswa agar memahami konteks ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai sila pertama Pancasila dan mewujudkan kompetensi inti satu yang tercantum pada kurikulum 2013, yaitu sikap spiritual. [This study aims to analyze the Islamization of science and its relevance to Pancasila and Citizenship Education. This study uses a qualitative approach by means of literature study as a technique of collecting data from various related references to analyze content. The results of western scientific research have negative impacts that are materialist and secular. This is contrary to the principles of Islam so that the process of Islamization of science is carried out to see the truth of science based on reason and the Qur'an Hadith. The principle of prioritizing monotheism in developing science has relevance to Pancasila, especially the first principle of Belief in the one and only God as the basic guideline for the development of science in Indonesia. The application of the second, third, fourth, and the fifth can be the answer to the development of science from the west which is materialist and secular. The relevance of the goal of Islamization of science with civic education is that the formation of the first and foremost character is a religious character that reflects faith and piety to God Almighty. Strengthening religious character for the Indonesian people through civic education to live and maintain life relationships with God and with fellow human beings in society and the state. This research can fill the void of research spacethe relevance of the Islamization of science with Pancasila and Citizenship Education as subjects given to students in order to understand the context of science based on the values of the first precepts of Pancasila and realize one core competency listed in the 2013 curriculum, namely spiritual attitudes.]