Islamic Accounting on Local Wisdom: Interpreting the Payable Concept in the Bhubuwan Tradition

Merlina Maulida, Driana Leniwati, T. W. Oktavendi
{"title":"Islamic Accounting on Local Wisdom: Interpreting the Payable Concept in the Bhubuwan Tradition","authors":"Merlina Maulida, Driana Leniwati, T. W. Oktavendi","doi":"10.22373/share.v11i2.14829","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Bhubuwan is the money-giving tradition during a celebration within the Bangkalan community of Madura, East Java. The funds were deemed payable and must be returned at future events of a similar nature. This study aims to delve into the meaning of ‘payable’ in the Bhubuwan tradition in light of Islamic values such as friendship, brotherhood, trust, generosity, and sincerity. Data is gathered through observation, interviews, and documentation review. The informants are members of the local community who have participated in and comprehended the significance of the Bhubuwan tradition. The data is analyzed qualitatively using Miles and Huberman's four stages. The findings show that the term payable is interpreted in a broader context, not just as an obligation, as the existing accounting concept implies, but also as a family relationship and a measure of mutual tolerance and trust. There is also no additional nominal repayment obligation. The value of trust between communities in debt and credit transactions also supports the fact that this tradition has adopted the concept of sharia accounting over the years and has become a part of the local culture. It is expected that the concept of payable in the Bhubuwan tradition will change how humans view accounting concepts in general, particularly those related to payable.========================================================================================================ABSTRAK - Bhubuwan adalah tradisi pemberian uang dalam suatu acara hajatan pada masyarakat Bangkalan Madura, Jawa Timur. Pemberian tersebut dianggap sebagai ‘hutang’ dan akan dikembalikan pada kejadian serupa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna hutang dalam tradisi Bhubuwan yang dihubungkan dengan nilai-nilai Islam seperti persahabatan, persaudaraan, kepercayaan, kedermawanan, dan ketulusan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Informan adalah anggota masyarakat setempat yang telah berpartisipasi dan memahami tradisi Bhubuwan. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan empat tahapan metode Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa istilah hutang dalam tradisi ini ditafsirkan dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya sebagai kewajiban seperti dalam konsep akuntansi, tetapi juga dimaknai sebagai hubungan keluarga, dan sebagai toleransi dan saling percaya. Selain itu, tidak ada penambahan nominal dalam pelunasan hutang. Nilai kepercayaan antar masyarakat dalam transaksi hutang dan kredit juga mendukung fakta bahwa tradisi ini telah mengadopsi konsep akuntansi syariah selama bertahun-tahun dan telah menjadi bagian dari budaya lokal. Konsep hutang dalam tradisi Bhubuwan diharapkan akan mengubah cara pandang manusia terhadap konsep akuntansi secara umum, khususnya yang berkaitan dengan hutang. ","PeriodicalId":31746,"journal":{"name":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22373/share.v11i2.14829","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Bhubuwan is the money-giving tradition during a celebration within the Bangkalan community of Madura, East Java. The funds were deemed payable and must be returned at future events of a similar nature. This study aims to delve into the meaning of ‘payable’ in the Bhubuwan tradition in light of Islamic values such as friendship, brotherhood, trust, generosity, and sincerity. Data is gathered through observation, interviews, and documentation review. The informants are members of the local community who have participated in and comprehended the significance of the Bhubuwan tradition. The data is analyzed qualitatively using Miles and Huberman's four stages. The findings show that the term payable is interpreted in a broader context, not just as an obligation, as the existing accounting concept implies, but also as a family relationship and a measure of mutual tolerance and trust. There is also no additional nominal repayment obligation. The value of trust between communities in debt and credit transactions also supports the fact that this tradition has adopted the concept of sharia accounting over the years and has become a part of the local culture. It is expected that the concept of payable in the Bhubuwan tradition will change how humans view accounting concepts in general, particularly those related to payable.========================================================================================================ABSTRAK - Bhubuwan adalah tradisi pemberian uang dalam suatu acara hajatan pada masyarakat Bangkalan Madura, Jawa Timur. Pemberian tersebut dianggap sebagai ‘hutang’ dan akan dikembalikan pada kejadian serupa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna hutang dalam tradisi Bhubuwan yang dihubungkan dengan nilai-nilai Islam seperti persahabatan, persaudaraan, kepercayaan, kedermawanan, dan ketulusan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Informan adalah anggota masyarakat setempat yang telah berpartisipasi dan memahami tradisi Bhubuwan. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan empat tahapan metode Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa istilah hutang dalam tradisi ini ditafsirkan dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya sebagai kewajiban seperti dalam konsep akuntansi, tetapi juga dimaknai sebagai hubungan keluarga, dan sebagai toleransi dan saling percaya. Selain itu, tidak ada penambahan nominal dalam pelunasan hutang. Nilai kepercayaan antar masyarakat dalam transaksi hutang dan kredit juga mendukung fakta bahwa tradisi ini telah mengadopsi konsep akuntansi syariah selama bertahun-tahun dan telah menjadi bagian dari budaya lokal. Konsep hutang dalam tradisi Bhubuwan diharapkan akan mengubah cara pandang manusia terhadap konsep akuntansi secara umum, khususnya yang berkaitan dengan hutang. 
地方智慧的伊斯兰会计:解读布布万传统中的应付概念
布布万是东爪哇马都拉Bangkalan社区庆祝活动中的捐钱传统。这笔资金被视为应付款项,必须在未来类似性质的活动中退还。本研究旨在从友谊、兄弟情谊、信任、慷慨和真诚等伊斯兰价值观的角度,探究布布万传统中“应付”的含义。数据是通过观察、访谈和文件审查收集的。举报人是当地社区的成员,他们参与并理解了布布万传统的重要性。使用Miles和Huberman的四个阶段对数据进行了定性分析。研究结果表明,应付账款这一术语在更广泛的背景下被解释,不仅如现有会计概念所暗示的那样是一种义务,而且也是一种家庭关系以及相互宽容和信任的衡量标准。也没有额外的名义还款义务。社区之间在债务和信贷交易中的信任价值也支持这样一个事实,即这一传统多年来采用了伊斯兰教法会计的概念,并已成为当地文化的一部分。预计布布万传统中的应付账款概念将改变人类对会计概念的总体看法,尤其是与应付账款相关的会计概念===============================================================================================================================================阿布斯特拉克-布布万是在集会上向东爪哇马杜拉基地的人民捐款的传统。这笔赠款被视为“债务”,将在不久的将来在类似事件中偿还。本研究旨在挖掘布布万传统中与友谊、兄弟情谊、信任、慈善和愚蠢等伊斯兰价值观相关的债务的含义。通过观察、访谈和文件收集的数据。举报人是当地社区的成员,他们参与并理解布布万传统。使用Miles和Huberman方法的四个阶段对数据进行定性分析。研究表明,这一传统中的债务一词是在更广泛的背景下解释的,不仅是会计概念中的义务,而且是一种家庭关系,以及宽容和相互信任。此外,债务执行没有名义上的增加。债务和信贷交易中的公众信任价值观也支持这样一个事实,即这一传统多年来一直采用公司账户的概念,并已成为当地文化的一部分。布布万传统中的债务概念有望改变人们对会计概念的普遍看法,尤其是与债务有关的看法。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
13
审稿时长
10 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书