Pengembangan Prekultur Oxgall sebagai Sampel Klinis untuk Deteksi Salmonella typhi dengan Metode Real-time PCR

Annisa Pratiwi Gunawan, Ai Djuminar, E. Ernawati, Lidya Chaidir
{"title":"Pengembangan Prekultur Oxgall sebagai Sampel Klinis untuk Deteksi Salmonella typhi dengan Metode Real-time PCR","authors":"Annisa Pratiwi Gunawan, Ai Djuminar, E. Ernawati, Lidya Chaidir","doi":"10.29238/TEKNOLABJOURNAL.V7I2.127","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Demam tifoid merupakan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di negara berpenghasilan rendah yang disebabkan oleh Salmonella enterica serotype typhi (S.typhi). Manifestasi klinis demam tifoid bervariasi dan tidak spesifik, sehingga membuat diagnosis menjadi sulit. Dengan menggunakan oxgall untuk pra-inkubasi sebagai media kultur selektif sebelum amplifikasi Real-time PCR (RT-PCR) pada wholeblood menghasilkan diagnostic yang cepat dan sensitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja oxgall sebelum amplifikasi  RT-PCR untuk deteksi Salmonella sp . Sebelum proses pengambilan sampel, dilakukan optimasi spike sampel untuk mengetahui bahwa reagen yang  digunakan baik untuk spesimen klinis. Dalam proses sampel, sampel wholeblood diambil dari  30 pasien dengan positif Widal tes. Sampel darah vena dari pasien demam tifoid diambil pada hari diagnosis; 5 ml untuk kultur darah, dan 5 ml untuk RT-PCR. Bakteri ditanam di oxgall 10% (standar mikrobiologi laboratorium klinik) dan diinkubasi selama 6 jam (37 ° C) sebelum DNA bakteri diisolasi untuk deteksi RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reagen RT-PCR baik digunakan untuk sampel klinis dan kultur darah lebih baik daripada RT-PCR dengan menggunakan oxgall (hasil kultur darah positif lebih dari 24 jam). Hal ini menunjukkan bahwa harus ada penelitian lebih lanjut mengenai durasi inkubasi dan konsentrasi oxgall pada RT-PCR dan pemilihan sampel klinis.","PeriodicalId":31934,"journal":{"name":"Jurnal Teknologi Laboratorium","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Teknologi Laboratorium","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29238/TEKNOLABJOURNAL.V7I2.127","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

Demam tifoid merupakan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di negara berpenghasilan rendah yang disebabkan oleh Salmonella enterica serotype typhi (S.typhi). Manifestasi klinis demam tifoid bervariasi dan tidak spesifik, sehingga membuat diagnosis menjadi sulit. Dengan menggunakan oxgall untuk pra-inkubasi sebagai media kultur selektif sebelum amplifikasi Real-time PCR (RT-PCR) pada wholeblood menghasilkan diagnostic yang cepat dan sensitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja oxgall sebelum amplifikasi  RT-PCR untuk deteksi Salmonella sp . Sebelum proses pengambilan sampel, dilakukan optimasi spike sampel untuk mengetahui bahwa reagen yang  digunakan baik untuk spesimen klinis. Dalam proses sampel, sampel wholeblood diambil dari  30 pasien dengan positif Widal tes. Sampel darah vena dari pasien demam tifoid diambil pada hari diagnosis; 5 ml untuk kultur darah, dan 5 ml untuk RT-PCR. Bakteri ditanam di oxgall 10% (standar mikrobiologi laboratorium klinik) dan diinkubasi selama 6 jam (37 ° C) sebelum DNA bakteri diisolasi untuk deteksi RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reagen RT-PCR baik digunakan untuk sampel klinis dan kultur darah lebih baik daripada RT-PCR dengan menggunakan oxgall (hasil kultur darah positif lebih dari 24 jam). Hal ini menunjukkan bahwa harus ada penelitian lebih lanjut mengenai durasi inkubasi dan konsentrasi oxgall pada RT-PCR dan pemilihan sampel klinis.
牛胆前培养物作为检测伤寒沙门氏菌临床样品的实时PCR方法
在低收入国家,伤寒是由血清型伤寒沙门氏菌引起的公共卫生的重大负担。在全血上进行实时PCR(RT-PCR)扩增之前,使用牛胆作为选择性培养基进行预孵育可以产生快速灵敏的诊断。本研究的目的是在扩增[UNK]RT-PCR检测沙门氏菌之前测定牛胆的性能。在采样过程之前,进行样本刺突优化,以确定所使用的试剂对临床样本有益。在取样过程中,从30名Widal检测呈阳性的患者身上采集了全血样本。在诊断当天采集伤寒患者的静脉血样;5毫升用于血液培养和5毫升用于RT-PCR。细菌在10%牛胆(标准临床实验室微生物学)中生长,培养6小时(37°C),然后分离细菌DNA进行RT-PCR检测。研究表明,RT-PCR比使用牛胆的RT-PCR更适合用于临床和血液培养。这表明,在RT-PCR和临床样本选择方面,应该进一步研究潜伏期和牛胆浓度。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
1
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信